Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi
Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi

Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi

Anams.id – Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar tentang nilai, norma, perasaan, sikap, perilaku, teknologi, dan perilaku yang dianggap pantas oleh suatu masyarakat atau budaya tertentu.

Tujuan sosialisasi:

  • Memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sosial.
  • mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif
  • Mengontrol fungsi organik melalui latihan kesadaran diri yang tepat
  • membiasakan nilai-nilai keyakinan dasar yang ada di masyarakat
  • pola sosialisasi
  • sosialisasi otoriter

Sosialisasi otoriter, yaitu proses sosialisasi yang dipercayakan kepada mereka yang memiliki kekuasaan atau wewenang atas orang yang disosialisasikan. Sosialisasi ini bersifat wajib. Tujuan sosialisasi otoriter adalah agar individu yang disosialisasikan mampu menguasai apa yang disosialisasikannya, pada akhirnya membentuk sikap disiplin dalam masyarakat.

sosialisasi yang setara

Sosialisasi egaliter, yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh individu-individu yang sederajat. Tujuan sosialisasi egaliter adalah untuk saling melindungi atau membantu dalam menjaga interaksi.

sosial formal

Sosialisasi formal, yaitu proses sosialisasi yang dilakukan secara terstruktur menurut aturan yang didokumentasikan/resmi. Rencanakan dengan sengaja dan sadar untuk mencapai tujuan Anda.

Contoh: proses pendidikan. Mengajar, mengajar, menasihati.

sosialisasi informal

Sosialisasi informal adalah proses sosialisasi yang berlangsung secara tidak tertulis dan tidak terstruktur.

Contoh: Seorang ibu yang bersikap sopan kepada tamu yang berkunjung ke rumahnya di depan anaknya, tetapi secara tidak sengaja mensosialisasikan norma tersebut kepada anaknya.

sosialisasi utama

Sosial primer, yaitu: sosialisasi pertama yang diterima individu dari lingkungan yang membantu mereka memasuki kehidupan sebagai anggota masyarakat.

Misalnya: sosialisasi yang dilakukan orang tua dengan anaknya.

sosialisasi sekunder

Sosial sekunder, yaitu: sosialisasi lanjutan dari sosialisasi primer, jika anak mengalami sosialisasi di lingkungan masyarakat yang nyata, mis. di tempat kerja, studi militer, dll.

Baca Juga :   Pengertian Norma Sosial

Di sisi lain, sosialisasi dalam keluarga juga dapat diklasifikasikan menurut metodenya sebagai berikut.

sosialisasi yang menindas

Ciri:

  • Proses Sosialisasi Mengutamakan Penggunaan Hukuman
  • komunikasi satu arah
  • penyerahan anak sepenuhnya kepada orang tuanya
  • Orang tua bertindak dominan selama proses sosialisasi

sosialisasi partisipatif

Ciri:

  • Proses sosialisasi mengutamakan penggunaan motivasi
  • komunikasi timbal balik
  • Menghormati otonomi anak
  • Proses sosialisasi melibatkan berbagi dan tanggung jawab
  • media sosial

keluarga

Keluarga merupakan institusi yang paling erat hubungannya dengan proses sosialisasi individu. Karena keluarga merupakan kelompok utama yang selalu terjadi tatap muka antar anggotanya dan selalu mengikuti perkembangan anggotanya.

Fungsi keluarga:

  • Melindungi dan merawat anak.
  • Titik awal pembibitan untuk nilai dan norma.
  • Tempat cinta dan kasih sayang.
  • tempat berlindung bagi keluarga.

sekolah

Sekolah, seperti halnya keluarga, memiliki tugas untuk mensosialisasikan norma dan nilai budaya suatu negara dan bangsa, serta memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk sikap dan perilaku anak dalam persiapan untuk menguasai peran-peran baru dalam masyarakat. meningkat.

Fitur sekolah:

  • Persiapkan anak-anak Anda untuk masa depan kehidupan.
  • Mendukung pengembangan potensi anak sebagai manusia seutuhnya dan sebagai makhluk
  • sosial yang berguna.
  • Perluas wawasan Anda dan perkaya hidup Anda.
  • Membangun warga negara yang patriotik dengan belajar tentang kekayaan bangsa dan
  • meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa

kelompok sebaya

Menurut Piaget, hubungan antara teman sebaya lebih demokratis daripada hubungan antara orang tua dan anak. Hubungan antar teman sebaya lebih diwarnai oleh semangat kerjasama dan saling memberi antar anggota.

Dalam kelompok sebaya, aturan perilaku ditanyakan dan kegunaannya diuji bersama. Ketika anak mulai tumbuh, peran keluarga dalam perkembangan sosial berkurang dan digantikan oleh kelompok sebaya.

Baca Juga :   Pengertian Konvensi

Fitur grup sebaya:

Anda dapat membantu kaum muda menjadi mandiri.
Membantu transisi remaja ke keadaan yang lebih dewasa.

Lingkungan kerja

Lingkungan kerja adalah sarana dimana individu bersosialisasi setelah masa kanak-kanak dan remaja. Sebab, umumnya sebagian besar individu di lingkungan kerja adalah orang dewasa. Dalam lingkungan kerja ini, individu saling berinteraksi dan berusaha menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku disana.

Media massa

Media massa merupakan media sosialisasi yang ampuh untuk membentuk keyakinan baru dan mempertahankan keyakinan yang sudah ada, dan proses sosialisasi melalui media massa memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan media sosial lainnya. Iklan yang ditayangkan disebut-sebut telah menyebabkan perubahan pola konsumsi bahkan gaya hidup warga.

Itulah pembahasan mengenai pengertian dan pentingnya sosialisasi, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.