Membahas Sistem Saraf Otonom, Mengenal Fungsi dan Gangguannya pada Tubuh Kita

anams.id – Kali ini Kami mau ngebahas tentang sistem saraf otonom nih. Buat yang belom tau, sistem saraf otonom ini adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk ngatur fungsi tubuh kita yang nggak disadari atau involunter. Contohnya, kita nggak perlu sengaja ngatur detak jantung kita, kan? Nah, itu semua terjadi karena adanya sistem saraf otonom yang ngatur.

Sistem saraf otonom ini terdiri dari dua cabang utama, yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem saraf simpatis berfungsi untuk meningkatkan aktivitas tubuh kita, sementara sistem saraf parasimpatis berfungsi untuk menurunkan aktivitas tubuh kita. Kedua sistem saraf ini saling berinteraksi dan saling menyeimbangkan agar tubuh kita bisa berfungsi dengan baik.

Tapi, tahukah kamu bahwa sistem saraf otonom ini juga bisa mengalami gangguan? Gangguan pada sistem saraf otonom ini bisa menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah, saluran pencernaan, pernapasan, dan masih banyak lagi. Pengobatan untuk gangguan sistem saraf otonom tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Jadi, kalau kamu merasa ada yang aneh-aneh dengan tubuh kamu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter ya!

Oke, itu tadi sedikit pengenalan tentang sistem saraf otonom. Yuk, kita lanjut baca artikel ini untuk lebih memahami tentang cara kerja sistem saraf otonom, skema terjadinya gerak sadar, peran dan fungsi sistem saraf otonom, macam-macam sistem saraf otonom, serta gangguan dan penyakit yang dapat menyerang sistem saraf otonom.

Sistem Saraf Otonom (SSO) adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab mengatur fungsi tubuh yang tidak disadari atau involunter, seperti fungsi jantung, pernapasan, pencernaan, dan lain-lain. SSO juga sering disebut sebagai sistem saraf vegetatif. SSO terdiri dari dua cabang utama yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

Baca Juga :   Perbedaan Ciri-Ciri Hewan Omnivora, Herbivora, dan Karnivora dalam Pola Makanannya

Cara Kerja Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom bekerja dengan cara menerima sinyal dari otak atau organ tubuh lainnya dan kemudian meresponsnya. Sinyal tersebut kemudian akan dikirim ke organ tubuh melalui sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem saraf simpatis berfungsi untuk meningkatkan aktivitas tubuh, sementara sistem saraf parasimpatis berfungsi untuk menurunkan aktivitas tubuh.

Skema terjadinya gerak sadar

Gerak sadar adalah gerakan yang dilakukan dengan kesadaran penuh. Skema terjadinya gerak sadar dimulai dari otak yang memberikan perintah untuk melakukan gerakan, kemudian sinyal tersebut akan dikirim melalui sistem saraf motorik menuju otot yang akan digerakkan.

Peran dan Fungsi Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Sistem saraf simpatis dan parasimpatis bekerja secara berdampingan untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Beberapa fungsi penting yang diatur oleh sistem saraf otonom adalah:

  1. Fungsi jantung: SSO bertanggung jawab mengatur detak jantung dan tekanan darah.
  2. Fungsi pernapasan: SSO juga mengatur frekuensi dan kedalaman pernapasan.
  3. Fungsi pencernaan: SSO mengatur gerakan usus dan produksi enzim pencernaan.
  4. Fungsi pengaturan suhu tubuh: SSO juga mengatur suhu tubuh dengan mengatur keringat dan pembuluh darah.

Macam – Macam Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom terdiri dari dua cabang utama yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

  1. Sistem saraf simpatis: Sistem saraf simpatis bekerja saat tubuh mengalami stres atau bahaya. Sistem saraf simpatis akan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan menghentikan fungsi pencernaan. Hal ini dilakukan untuk mengalihkan energi tubuh ke bagian yang memerlukan energi seperti otot-otot.
  2. Sistem saraf parasimpatis: Sistem saraf parasimpatis bekerja saat tubuh dalam kondisi relaks. Sistem saraf parasimpatis akan menurunkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fungsi pencernaan. Hal ini dilakukan untuk memulihkan energi tubuh.
Baca Juga :   Klasifikasi Lemak dan Macam-Macam Sifat Asam Lemak yang Perlu Diketahui

Penyakit Gangguan Sistem Saraf Otonom

Gangguan sistem saraf otonom dapat terjadi jika sistem saraf simpatis atau parasimpatis mengalami gangguan. Beberapa penyakit yang dapat terjadi karena gangguan sistem saraf otonom antara lain:

  1. Gangguan kardiovaskular: Gangguan pada sistem saraf otonom dapat menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi, aritmia, dan sindrom koroner akut.
  2. Gangguan saluran pencernaan: Gangguan pada sistem saraf otonom juga dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan seperti gastroparesis dan sindrom iritasi usus.
  3. Gangguan pernapasan: Gangguan pada sistem saraf otonom dapat menyebabkan masalah pada fungsi pernapasan seperti sleep apnea dan sindrom hiperventilasi.
  4. Gangguan pada sistem saraf otonom lainnya: Selain itu, gangguan pada sistem saraf otonom juga dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf otonom lainnya seperti sindrom gangguan ortostatik, gangguan keringat, dan gangguan pupil.

Pengobatan untuk gangguan sistem saraf otonom tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan antara lain terapi obat, terapi fisik, dan terapi psikologis.

Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab mengatur fungsi tubuh yang tidak disadari atau involunter. Sistem saraf otonom terdiri dari dua cabang utama yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem saraf simpatis berfungsi untuk meningkatkan aktivitas tubuh, sementara sistem saraf parasimpatis berfungsi untuk menurunkan aktivitas tubuh.

Gangguan pada sistem saraf otonom dapat menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah, saluran pencernaan, pernapasan, dan sistem saraf otonom lainnya. Pengobatan untuk gangguan sistem saraf otonom tergantung pada jenis gangguan yang dialami.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *