Jenis-jenis Bahan Pengawet dan Fungsinya dalam Pengawetan Makanan

anams.id – Sobat-sobat, kali ini penulis mau kasih tau tentang pengawetan makanan nih! Pasti kalian sering banget kan beli makanan yang udah dikemas dan bertahan lama? Nah, itu semua berkat pengawet yang ditambahkan ke dalam makanan. Tapi, sebenernya apa sih pengawet itu dan apa aja keuntungannya? Jangan sampe ketinggalan, yuk kita bahas bareng-bareng!

Pengawetan bahan pangan adalah proses untuk memperpanjang umur simpan makanan dengan cara menambahkan bahan pengawet. Bahan pengawet digunakan dalam industri makanan untuk menjaga kesegaran dan kualitas makanan serta melindungi dari pertumbuhan mikroorganisme yang merusak.

Keuntungan Dalam Penggunaan Bahan Pengawet

Penggunaan bahan pengawet memberikan beberapa keuntungan dalam industri pangan, antara lain:

  1. Memperpanjang Umur Simpan Makanan

Bahan pengawet dapat memperpanjang umur simpan makanan dengan mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang merusak seperti bakteri, jamur, dan khamir.

  1. Meningkatkan Kualitas Makanan

Bahan pengawet juga dapat meningkatkan kualitas makanan dengan menjaga warna, aroma, dan rasa makanan.

  1. Meningkatkan Efisiensi Produksi

Dengan adanya bahan pengawet, produksi makanan dapat dilakukan dalam skala besar dan dapat dipasarkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mekanisme Kerja Bahan Pengawet Pada Pangan

Bahan pengawet bekerja dengan dua cara yaitu secara fisik dan kimia. Bahan pengawet secara fisik dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan mengurangi ketersediaan nutrisi dan oksigen.

Sedangkan bahan pengawet secara kimia dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan menyerang membran sel atau enzim yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Uraian Beberapa Zat Tambahan

Beberapa zat tambahan yang digunakan sebagai bahan pengawet antara lain:

  1. Garam

Garam adalah bahan pengawet alami yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada makanan.

  1. Gula

Gula digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan yang memiliki kadar air tinggi seperti selai dan kue kering.

  1. Asam Sitrat
Baca Juga :   Mempelajari Otot Rangka dari Struktur dan Fungsi Penting dalam Sistem Gerak Manusia

Asam sitrat digunakan sebagai bahan pengawet pada minuman ringan dan makanan olahan seperti acar.

Jenis-jenis Bahan Pengawet Sintetis

Beberapa jenis bahan pengawet sintetis yang sering digunakan dalam industri makanan antara lain:

  1. Asam Benzoat

Asam benzoat digunakan sebagai bahan pengawet pada minuman ringan, permen, dan saus tomat.

  1. Kalium Nitrit

Kalium nitrit digunakan sebagai bahan pengawet pada daging olahan seperti ham dan sosis.

  1. Kalsium Propionat/Natrium Propionat

Kalsium propionat/natrium propionat digunakan sebagai bahan pengawet pada roti dan produk roti lainnya.

  1. Natrium Metasulfat

Natrium metasulfat digunakan sebagai bahan pengawet pada minuman ringan dan makanan olahan seperti keripik kentang.

Bahan Pengawet Yang Tidak Aman Dalam Makanan/Minuman

Beberapa bahan pengawet yang dianggap tidak aman dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, antara lain:

  1. Natamysin

Natamysin digunakan sebagai bahan pengawet pada keju dan sosis. Namun, penggunaan natamysin dalam makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan alergi.

  1. Kalium Asetat

Kalium asetat digunakan sebagai bahan pengawet pada daging olahan. Namun, penggunaan kalium asetat dalam makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan kerusakan ginjal.

  1. Butil Hidroksi Anisol (BHA)

Butil hidroksi anisol digunakan sebagai bahan pengawet pada minyak dan makanan olahan. Namun, penggunaan BHA dalam makanan dapat meningkatkan risiko kanker.

Jadi, pengawetan bahan pangan memiliki beberapa keuntungan dalam industri pangan, antara lain memperpanjang umur simpan makanan, meningkatkan kualitas makanan, dan meningkatkan efisiensi produksi. Beberapa zat tambahan yang digunakan sebagai bahan pengawet antara lain garam, gula, dan asam sitrat.

Terdapat juga jenis-jenis bahan pengawet sintetis seperti asam benzoat, kalium nitrit, kalsium propionat/natrium propionat, dan natrium metasulfat. Namun, terdapat juga bahan pengawet yang tidak aman dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia seperti natamysin, kalium asetat, dan butil hidroksi anisol (BHA).

Baca Juga :   Mengenal Epidemiologi dari Definisi, Tujuan, Prinsip, Contoh, Manfaat, dan Ruang Lingkup

Oleh karena itu, penggunaan bahan pengawet dalam makanan harus dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

Oke jadi itu dulu ya pembahasan kita kali ini terkait artikel pengawetan bahan makanan dari berbagai aspek pembahasannya semoga bisa menjadi artikel referensi dan menjadi ilmu tambahan dan bisa bermanfaat, oke terimakasih.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *