Tujuan Akuntansi Internasional
Tujuan Akuntansi Internasional

Tujuan Akuntansi Internasional

Anams.id – Berikut adalah beberapa tujuan akuntansi internasional.

Mengidentifikasi perkembangan sejarah dalam akuntansi internasional.
Ini memperkenalkan perbedaan antara negara-negara yang berbeda di dunia akuntansi.
Meringkas evolusi bisnis hingga saat ini.
Membahas pentingnya akuntansi dalam bisnis global dan topik utama yang membentuk akuntansi internasional.

Keuntungan dari akuntansi internasional

Berikut adalah beberapa manfaat dari akuntansi internasional.

Akuntansi harus mengantisipasi kebutuhan perusahaan,
Akuntansi harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari operasinya.

Kendala akuntansi internasional

Di bawah ini adalah beberapa kendala akuntansi internasional.

Infrastruktur yang belum berkembang seperti DSAK sebagai standar akuntansi keuangan

DSAK adalah pemberi resep SAK di Indonesia. Dalam praktiknya, DSAK mendapat beberapa kritik. Di antaranya adalah kurangnya partisipasi pemangku kepentingan dalam audiensi publik untuk setiap draf pameran PSAK baru yang mulai berlaku. Memang untuk dapat “menandai” kualitas GAAP/prinsip akuntansi yang berlaku umum membutuhkan melalui tahapan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, status presiden dan anggota DSAK yang tidak bekerja penuh waktu mengurangi loyalitas dan independensi DSAK. Dan yang mengkhawatirkan adalah tidak adanya satu peraturan pun yang mengamanatkan penerbitan SAK kepada DSAK.

Istilah hukum tidak harus disinkronkan dengan IFRS

Peraturan terkait standar akuntansi dan pelaporan keuangan di Indonesia masih kurang jelas. Ada banyak undang-undang yang tidak mendukung standar akuntansi dan pelaporan keuangan.

Menurut IAS 16, prinsip-prinsip internasional memungkinkan penilaian aset tetap menggunakan model revaluasi (tahun berikutnya aset dinilai pada biaya). Perusahaan Indonesia dapat menerapkan model revaluasi (akuntansi nilai wajar) untuk catatan HKI mereka. , proyek dan peralatan) pada tahun 2008 (dengan asumsi PSAK 16 mulai berlaku pada tahun 2008).

Baca Juga :   Penanaman Modal

Ini adalah perubahan yang signifikan karena model revaluasi sejauh ini belum diterapkan di Indonesia dan hanya dapat diterapkan jika diizinkan oleh peraturan pemerintah.

Model revaluasi memungkinkan untuk mengakui aset tetap pada nilai wajar. Masalah di Indonesia adalah sistem perpajakan yang tidak mendukung standar ini. Menurut undang-undang perpajakan, penilaian kembali aset dan seterusnya dikenakan pajak final sebesar 10%, yang harus dibayar pada tahun tersebut (misalnya, tidak boleh diangsur lebih dari 5 tahun) dan tidak ada pajak tangguhan. Jika nilai aset menurun pada tahun berikutnya.

Bayangkan sebuah perusahaan memutuskan untuk menggunakan model revaluasi dan harga aset meningkat setiap tahun, yang mengharuskan pembayaran pajak final setiap tahun.

Meskipun kenaikan harga aset tidak membawa arus kas bagi perusahaan. Perusahaan tentu enggan menerapkan model revaluasi jika undang-undang perpajakan mereka tidak mendukungnya.

Bukan hanya sistem pajak yang memberatkan dan jika bisnis Anda menggunakan model revaluasi, bersiaplah untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk menyewa penilai, karena akan meningkatkan ketergantungan Anda pada penilai untuk menilai aset tersebut.

Kurangnya persiapan SDM dan pendidikan di Indonesia

IFRS hanyalah alat untuk menyederhanakan investasi. Penggunaan dan optimalisasi alat-alat ini, dibantu dalam beberapa hal oleh teknologi informasi, tidak lain adalah manusia.

Personil sumber daya manusia di Indonesia harus memiliki pemahaman yang baik tentang apa itu IFRS. Tentu saja, orang-orang yang terlibat langsung dalam pelaporan keuangan adalah para profesional, pemerintah, dan akademisi.

Salah satu kelemahan departemen sumber daya manusia Indonesia adalah sulitnya menerjemahkan IFRS. Oleh karena itu, menerjemahkan dan memahami IFRS membutuhkan waktu yang lama.

Faktanya, IFRS berubah begitu cepat sehingga ketika IFRS diterjemahkan, mungkin menjadi tidak valid. Situasi ini kontras dengan negara lain yang menerima IFRS asli tanpa menerjemahkannya terlebih dahulu.

Baca Juga :   Contoh protokol

itulah pembahasan mengenai Tujuan Akuntansi Internasional, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.