Reliabilitas Adalah
Reliabilitas Adalah

Reliabilitas Adalah

anams.id – Bagi Sugiono( 2005) pengertian Reliabilitas merupakan serangkaian pengukuran ataupun serangkaian perlengkapan ukur yang mempunyai konsistensi apabila pengukuran yang dicoba dengan perlengkapan ukur itu dicoba secara kesekian. Reliabilitas uji merupakan tingkatan keajegan( konsitensi) sesuatu uji, ialah sepanjang mana sesuatu uji bisa dipercaya buat menciptakan skor yang ajeg, relatif tidak berganti meski diteskan pada suasana yang berbeda- beda.

Bagi Sukadji( 2000) reliabilitas sesuatu uji merupakan seberapa besar derajat uji mengukur secara tidak berubah- ubah sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam wujud angka, umumnya selaku koefisien. Koefisien besar berarti reliabilitas besar.

Bagi Nursalam( 2003) Reliabilitas merupakan kesamaan hasil pengukuran ataupun pengamatan apabila kenyataan ataupun realitas hidup tadi diukur ataupun diamati berkali– kali dalam waktu yang berlainan. Perlengkapan serta metode mengukur ataupun mengamati sama– sama memegang peranan berarti dalam waktu yang bertepatan.

Penerapan Uji Buat Memastikan Reliabilitas

Buat mengestimasi reliabilitas sesuatu perlengkapan evaluasi( uji serta non uji) terdapat 3 metode yang sangat banyak dipergunakan, ialah uji tunggal( single test), uji ulang( test re- test), serta uji ekuivalen( alternate test).

  • Uji Tunggal( single Test)

Uji tunggal merupakan uji yang terdiri dari satu fitur( satu set) yang diberikan terhadap sekelompok subyek dalam satu kali penerapan. Dengan demikian hasil uji ini cuma ada satu kelompok informasi berbentuk skor hasil uji. Terdapat berbagai– berbagai metode yang dapat digunakan buat memastikan reliabilitas tipe uji tunggal ini.

  • Uji Ulang( test re- test)

Uji ulang merupakan uji yang terdiri dari seperangkat uji yang diberikan kepada sekelompok subyek 2 kali. Reliabilitasnya dihitung dengan metode mengkorelasikan hasil uji awal dengan uji kedua.( Tata cara uji ulang merupakan pemakaian uji yang sama 2 kali pada beberapa partisipan uji yang sama).

  • Uji Ekuivalen( alternate test)
Baca Juga :   Epigrafi adalah

Uji ekuivalen merupakan uji yang terdiri dari 2 fitur dimana soal– soal pada fitur awal ekuivalen dengan soal– soal pada fitur kedua. Penafsiran ekuivalen disini merupakan soal– soal yang muat konsep yang sama, namun soal tersebut tidak persis sama. Tidak hanya muat konsep yang sama, tingkatan kesukarannya juga wajib sama. Misalkan buat soal pemfaktoran suku 3 bentuk ekuivalen dengan bentuk, namun tidak ekuivalen dengan bentuk

karena walaupun konsep suku 3 serta pemfaktoranya sama namun tingkatan kesukarannya berbeda. Buat memastikan reliabilitasnya dihitung dengan metode mengkorelasikan hasil uji buat soal fitur awal dengan hasil uji dari fitur kedua.

Tujuan Reliabilitas

Tujuan dari uji reliabilitas ini merupakan buat menampilkan konsistensi skor- skor yang diberikan skorer satu dengan skorer yang lain.

Tipe– Tipe Reliabilitas

Walizer( 1987) mengatakan kalau terdapat 2 metode universal buat mengukur reliabilitas, ialah:

Reliabilitas Stabilitas.

Menyangkut usaha mendapatkan nilai yang sama ataupun seragam buat tiap orang ataupun tiap unit yang diukur tiap dikala kamu mengukurnya. Reliabilitas ini menyangkut pemakaian indicator yang sama, definisi operasional, serta prosedur pengumpulan informasi tiap dikala, serta mengukurnya pada waktu yang berbeda. Buat bisa mendapatkan reliabilitas stabilitas tiap kali unit diukur skornya haruslah sama ataupun nyaris sama.

Reliabilitas Terwakili

Mengacu pada keterandalan tiap- tiap tim. Menguji apakah penyampaian penanda sama jawabannya dikala diterapkan ke kelompok yang berbeda- beda.

Reliabilitas Balance( equivqlence reliability)

Menyangkut usaha mendapatkan nilai relatif yang sama dengan tipe dimensi yang berbeda pada waktu yang sama. Definisi konseptual yang dipakai sama namun dengan satu ataupun lebih indicator yang berbeda, batasan- batasan operasional, perlengkapan pengumpulan informasi, serta/ ataupun pengamat- pengamat.

Baca Juga :   Stratifikasi Sosial Adalah

Menguji reliabilitas dengan memakai dimensi ekivalen pada waktu yang sama bias menempuh sebagian wujud. Wujud yang sangat universal diucap metode belah- tengah.

Aspek– Aspek Yang Pengaruhi Reliabilitas

  • Jumlah butir soal

Banyaknya soal pada sesuatu instrumen turut pengaruhi derajat reliabilitasnya. Terus menjadi banyaknya soal- soal hingga uji yang bersangkutan cenderung terus menjadi jadi reliabel.

  • Homogenitas Soal Tes

Soal yang mempunyai homogenitas besar cenderung menuju pada tingginya tingkatan realibilitas. 2 buah uji yang sama jumlah butir- butirnya hendak namun berbeda isinya, misalnya yang satu mengukur tentang pengetahuan kebahasaan serta yang satunya tentang keahlian fisika hendak menciptakan tingkatan reliabilitas yang berbeda. Uji fisikan cenderung menciptakan tingkatan reliabilitas yang lebih besar daripada uji kebahasaan sebab dari segi isi keahlian menuntaskan soal fisika lebih homogen daripada pengetahuan kebahasaan.

  • Waktu Yang dibutuhkan Buat Menuntaskan Tes

Terus menjadi terbatasnya waktu dalam pengerjaan uji hingga hendak mendorong uji buat mempunyai reliabilitas yang besar.

  • Keseragaman Keadaan Pada Dikala Uji Diberikan

Keadaan penerapan uji yang terus menjadi seraga hendak menimbulkan reliabilitas yang kian tinggi

  • Kecocokan Tingkatan Kesukaran Terhadap Partisipan Tes

Kalau soal- soal dengan tingkatan kesukaran lagi cenderung lebih reliabel dibanding dengan soal- soal yang sangat sukar ataupun sangat mudah

  • Heterogenitas Kelompok

Terus menjadi heterogen sesuatu kelompok dalam pengerjaan sesuatu uji hingga uji tersebut cenderung buat menampilkan tingkatan reliabilitas yang tinggi

Ancaman Terhadap Reliabilitas

Seluruh tipe instrumen uji ataupun nontes tidak terlepas kesalahan. Perihal ini berlaku buat instrumen uji dalam ilmu- ilmu eksakta serta dalam ilmu- ilmu psikologi serta pembelajaran. Misalnya, dalam mengukur panjang dengan sesuatu penggaris, bisa jadi terdapat kesalahan sistematis berhubungan dengan di mana titik nol dicetak pada penggaris serta kesalahan acak berhubungan dengan keahlian mata dalam membaca isyarat serta memperhitungkan isyarat tersebut.

Baca Juga :   Sejarah Menara Kudus

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.