Penyimpangan Sosial Adalah

anams.id – Permasalahan penyimpangan sosial tidaklah permasalahan yang baru timbul. Permasalahan ini sudah lama lahir serta muncul dalam warga. Tetapi demikian, masalah- masalah penyimpangan sosial ini senantiasa saja terdapat serta menempel dalam kehidupan warga seakan tidak terdapat aksi yang menanganinya. Terdapat banyak tipe serta perilaku- perilaku menyimpang yang dicoba oleh warga serta sudah banyak pula aturan- aturan yang mengendalikan tentang penyimpangan tersebut.

Pada realitasnya, sampai dikala ini penyimpangan sosial masih terus terjalin walaupun ketentuan ataupun apalagi hukuman diberlakukan untuk para pelakon. Perihal ini bisa jadi diakibatkan oleh minimnya pemahaman warga hendak buruknya perilaku- perilaku menyimpang, ataupun bisa jadi minimnya sosialisasi tentang penyimpangan sosial.

Bila warga tidak mempunyai pemahaman yang kokoh serta pengetahuan yang lemah hendak sikap menyimpang, hingga dengan gampang mereka hendak terbawa- bawa serta terbawa dalam keadaan menyimpang. Sebagian warga awam bisa jadi menyangka sikap menyimpang selaku sikap yang wajar serta normal buat dicoba, perihal itu diakibatkan sebab warga sangat kerap melaksanakan ataupun hanya mengamati perilaku- perilaku menyimpang tersebut dalam kehidupan tiap hari, sehingga perihal tersebut jadi biasa.

Penafsiran Penyimpangan Sosial

Saat sebelum menekuni lebih lanjut tentang penyimpangan sosial, alangkah baiknya kita mengenali arti penyimpangan sosial terlebih dulu. Terkadang kita tidak mengenali apakah aksi kita telah benar ataupun tidak di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan ini kita defenisikan penafsiran Sikap penyimpangan( deviasi sosial) selaku sesuatu wujud sikap yang tidak cocok, melanggar, ataupun menyimpang dari nilai- nilai serta norma- norma sosial yang terdapat dalam warga.

Buat lebih lanjutnya, berikut penafsiran penyimpangan sosial bagi sebagian tokoh:

  • Bagi Robert Meter. Z. Lawang.

Penyimpangan sikap merupakan seluruh aksi yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial serta memunculkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu buat membetulkan sikap menyimpang.

  • Bagi James W. Van Der Zanden.

Sikap menyimpang ialah sikap yang untuk sebagian orang dikira selaku suatu yang tercela serta di luar batasan toleransi.

Faktor- faktor penyimpangan sosial

Tidak dapat dipungkiri kalau tiap aksi manusia terdapat sebabnya, ataupun kerap dikatakan hokum kausalitas, begitu pula dengan sikap menyimpang. Sikap menyimpang diakibatkan oleh berapa aspek selaku berikut:

  • Bagi James W. Van Der Zanden, aspek penyimpangan sosial dipecah jadi 3 ialah:
  1. Longgar/ tidaknya nilai serta norma. longgarnya nilai serta norma disuatu wilayah hendak berakibat pada sikap menyimpang dalam warga. Terus menjadi longgar sesuatu nilai serta norma dalam warga hendak terus menjadi gampang orang melaksanakan penyimpangan di wilayah ataupun warga yang lain. contohnya: seorang yang hidup di Barat ciuman depan universal perihal yang normal, kala dia ke Indonesia serta melaksanakan perihal yang sama hendak dikatakan selaku aksi menyimpang.
  2. Sosialisasi yang tidak sempurna. Kala seorang dalam proses sosialisasinya dalam keluarga tidak sempurna, hingga tidak tidak sering seseorang anak hendak melaksanakan aksi menyimpang. contohnya: seseorang anak yang kedua orang tuanya sudah berpisah hendak membolehkan melaksanakan aksi yang sama kala dia menikah nantinya.
  3. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang. Walaupun sosialisasi dalam keluarga telah baik, namun kala memperoleh sub budaya yang berbeda dari keluarga ataupun pengaruh dari budaya luar hendak berakibat pada aksi menyimpang. contohnya: seseorang anak yang taat pada orang tua bersahabat dengan anak yang menyimpang hingga secara tidak langsung anak yang taat hendak melaksanakan semacam yang dicoba temannya.
  • Bagi Casare Lombroso, aspek penyimpangan sosial dipecah jadi 3 ialah:
  • Biologis. Orang yang mempunyai karakteristik raga tertentu hendak berakibat pada aksi seorang. contohnya: kala orang mempunyai tubuh besar kerap dikatakan selaku orang pemarah serta tukang jam. Sebab asumsi semacam seperti itu orang yang berbadan besar jadi apa yang dikatakan oleh warga.
  • Psikologis. Secara psikologis seorang pula hendak berakibat pada tindakannya, semacam seorang yang trauma ataupun karakter yang retak hendak kerap melaksanakan aksi menyimpang. contohnya: orang yang ditinggal pacar melaksanakan bunuh diri.
  • Sosiologis. Sikap menyimpang pula bisa dipengaruhi oleh aspek sosiologis ialah pengaruh area dekat. contohnya: anak yang giat bergaul dengan anak pembolos sehingga dia diajak buat melaksanakannya.

Dari uraian di atas bisa disimpulkan kalau faktor- faktor yang pengaruhi sikap menyimpang merupakan:

  1. Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakat
  2. Tidak memiliki seorang selaku panutan dalam menguasai serta meresapi tata nilai ataupun norma- norma yang berlaku di warga.
  3. Pengaruh area kehidupan sosial yang tidak baik.
  4. Pertentangan antar agen sosialisasi
  5. Pengaruh raga serta jiwa seorang.
  6. Proses bersosialisasi yang negatif.
  7. Ketidakadilan.

Teori- teori penyimpangan sosial

Berikut sebagian teori tentang penyimpangan sosial:

  • Teori Differential Association. Teori ini berkata kalau penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda serta terjalin lewat proses alih budaya.
  • Teori Labeling. Pemikiran teori ini, seorang melaksanakan sikap menyimpang sebab proses Labeling, pemberian julukan, cap, etiket serta merk yang diberikan warga secara menyimpang sehingga menimbulkan seorang melaksanakan penyimpangan sosial cocok dengan label yang diberikan.
  • Teori Merton( R. Merton). Teori penyimpangan ini bersumber dari struktur sosial sehingga terbentuknya sikap menyimpang itu selaku wujud menyesuaikan diri terhadap suasana tertentu.
  • Teori Guna( Durkheim). Kalau pemahaman moral seluruh anggota warga tidak bisa jadi terjalin sebab tiap orang berbeda satu sama yang lain bergantung aspek generasi, area raga serta area sosial. Bagi Durkheim kejahatan itu butuh, supaya moralitas serta hukum itu tumbuh secara resmi.
  • Teori konflik( Karl Marx). Bagi teori ini berkata kalau sikap menyimpang cuma dalam pemikiran kelas yang berkuasa buat melindungi kepentingan mereka. Jadi, sebab terdapat kelas atas yang senantiasa menindas kelas dasar hendak memunculkan pertentangan serta menjadikan aksi menyimpang.
Baca Juga :   Pengertian Akulturasi Adalah

Penyimpangan dalam warga kerap terjalin serta mempunyai bentuk- bentuk tertentu semacam penyimpangan yang dicoba oleh orang, kelompok, kombinasi. Penyimpangan tersebut terdapat yang dapat diterima, terdapat pula yang tidak diterima oleh warga sebab terdapat penyimpangan yang dikira positif oleh warga. lebih lanjut, berikut wujud penyimpangan dalam warga:

Bersumber pada kandungan penyimpangan.

Bagi Lemert( 1951), Penyimpangan dipecah jadi 2 wujud:

  1. Penyimpangan Primer( Primary Deviation). Penyimpangan yang dicoba seorang hendak namun sang pelakon masih bisa diterima warga. Karakteristik penyimpangan ini bertabiat temporer ataupun sedangkan, tidak dicoba secara berulang- ulang serta masih bisa ditolerir oleh warga. Contohnya: menunggak iuran listrik, telepon, melanggar rambu- rambu kemudian lintas dll.
  2. Penyimpangan Sekunder( secondary deviation) Penyimpangan yang berbentuk perbuatan yang dicoba seorang yang secara universal diketahui selaku sikap menyimpang. Pelakon didominasi oleh aksi menyimpang tersebut, sebab ialah aksi pengulangan dari penyimpangan lebih dahulu. Penyimpangan ini tidak dapat ditolerir oleh warga. Penyimpangan tipe ini sangat merugikan orang lain, sehingga pelakunya bisa dikenai sanksi hukum ataupun pidana. Contohnya: pemabuk, pengguna obat- obatan terlarang, pemerkosaan, prostitusi, pembunuhan, perampokan, perjudian.

Bersumber pada pelakon penyimpangan

  1. Penyimpangan orang( individual deviation). Penyimpangan tipe ini dicoba secara perorangan tanpa campur tangan orang lain serta berbentuk pelanggaran terhadap norma- norma sesuatu kebudayaan yang sudah mapan. contohnya: tidak patuh pada perintah orang tua( Pembandel), tidak taat pada orang berwenang semacam RW ataupun guru( pembangkang), menerobos lampu merah( pelanggar), pencopet di pasar( perusuh ataupun penjahat).
  2. Penyimpangan kelompok( individual deviation). Penyimpangan yang dicoba secara bersama- sama ataupun secara berkelompok dengan melanggar norma- norma yang berlaku dalam warga. Penyimpangan yang dicoba kelompok, biasanya selaku akibat pengaruh pergaulan/ sahabat. penyimpangan kelompok umumnya lebih susah dikendalikan sebab mereka patuh pada ketentuan kelompoknya serta fanatik sehingga lebih beresiko dari penyimpangan orang. contohnya: tawuran pelajar, kenakalan anak muda, penyimpangan kebudayaan, pemberontakan, perkelahian antar suku, agama, serta antar geng.
  3. Penyimpangan kombinasi( mixture of both deviation) Penyimpangan ini dimulai oleh orang, berikutnya mempengaruhi orang lain supaya turut dalam penyimpangan. Dalam perihal ini, orang yang terbawa- bawa hendak menjajaki jejak para propokatornya. contohnya: demonstrasi damai berganti jadi anarkis kala salah satu demonstran melaksanakan penyimpangan, pemalsuan duit, serta pengedaran narkoba.

Bersumber pada watak penyimpangan

  1. Penyimpangan positif. Penyimpangan ataupun sikap yang melanggar ataupun tidak cocok dengan nilai serta norma dalam warga, namun mempunyai akibat positif untuk dirinya ataupun warga sebab membagikan faktor kreatif serta inovatif. contohnya: dulu istri( wanita) tidak boleh kerja di luar ataupun mengerjakan pekerjaan lelaki semacam jadi sopir taksi, hendak namun sebab suami( pria) tidak sanggup lagi bekerja sehingga istri lah yang bekerja.
  2. Penyimpangan negatif. Penyimpangan ini bertabiat negatif sebab tindakannya cenderung merugikan dirinya, warga, menghancurkan benda ataupun barang, apalagi memunculkan korban. contohnya: korupsi, pencurian, demonstrasi anarkis, serta pembunuhan.

Sebagian penyimpangan sosial dalam masyarakat

Nilai serta norma terbuat warga buat mengendalikan kehidupannya yang tertib serta tentram. Tetapi tidak tidak sering nilai serta norma tersebut dilanggar seorang serta ini lah yang dinamakan aksi menyimpang ataupun penyimpangan sosial. Dalam warga ada sebagian pelanggaran terhadap nilai serta norma ialah selaku berikut:

  1. Penyalahgunaan narkotika a) Heroin b) Ganja c) Ekstasi d) Shabu- shabu
  2. Kenakalan anak muda a) Bolos sekolah b) Tawuran c) Ugal- ugalan di jalur raya
  3. Minuman keras( alkoholisme)
  4. Pelacuran
  5. Penyimpangan intim a) Lesbian serta homoseksual b) Sodomi c) Perzinahan( sek diluar nikah) d) Kumpul kebo
  6. Aksi kejahatan a) Pembunuhan b) Pencurian c) Perampokan d) Pemerkosaan
  7. Style hidup a) Perilaku arogansi b) Perilaku eksentrik( perilaku yang aneh dari yang lain semacam anak funk)

Pengertian Sikap Menyimpang Bagi Para Ahli

Ada pula sebagian definisi penyimpangan sosial yang diajukan oleh para pakar, yang macam- macam penafsiran sikap menyimpangan bagi para pakar yakni selaku berikut:

  • Bagi Vander Zanden
Baca Juga :   Pengertian Feminisme Adalah

Berkata kalau penafsiran sikap menyimpang yakni perilakui yang dikira selaku perihal tercela di luar batas- batas toleransi oleh beberapa besar orang.

  • Bagi Paul B. Horton

Sikap penyimpangan yakni tiap sikap yang dinyatakan selaku pelanggaran terhadap norma- norma kelompok ataupun warga.

Ciri-Ciri Sikap Menyimpang

Ada pula identitas sikap menyimpang bagi Paul B. Horton, penyimpangan sosial mempunyai identitas antara lain ialah:

  • Penyimpangan Bisa Didefinisikan

Tidak terdapat perbuatan yang terjalin begitu saja dinilai ataupun dikira menyimpang. Sikap mnenyimpang tidaklah cuma dari karakteristik aksi yang dicoba orang, melainkan akibat dari terdapatnya peraturan serta pelaksanaan sanksi yang dicoba oleh orang lain terhadap sikap tersebut.

  • Penyimpangan Terdapat Yang Diterima Ataupun Ditolak

Tidak seluruh sikap menyimpang negatif terdapat pula yang diterima apalagi dipatuhi serta dihormati semacam orang genius yang mengantarkan komentar baru yang berlawanan dengan komentar universal. Sebaliknya perampokan, pembunuhan serta menyebarkan teror bom ataupun gas beracun tercantum penyimpangan yang ditolak oleh warga.

  • Penyimpangan Relatif Serta Penyimpangan Mutlak

Di dalam satu warga tidak terdapat seseorang juga yang tercantum dalam jenis seluruhnya penurut“ konformis” maupun spenuhnya. Pada dasarnya seluruh orang wajar tentu sempat melaksanakan aksi yang menyimpang dari norma- norma yang berlaku, tetapi ada batas- batas tertentu yang bertabiat relatif buat tiap orang.

Semacam halnya tidak terdapat seseorang juga yang tiap perbuatannya menaruh di norma- norma yang berlaku. perbedaannya terdapat di seberapa kerap“ frekuensi” serta kandungan penyimpangan saja. Walaupun terdapat orang yang kerap sekali melaksanakan penyimpangan sosial“ penyimpangan absolut”, lelet laun ia pula wajib berkompromi dengan lingkungannya.

  • Penyimpangan Terhadap Budaya Nyata Ataupun Budaya Ideal

Budaya sempurna disini yakni segala peraturan hukum yang berlaku dalam sesuatu kelompok warga. Tetapi dari kenytaannya tidak orang yang patuh dari segala peraturan formal. Antara budaya nyata serta budaya sempurna senantiasa terjalin kesenjangan, maksudnya peraturan yang sudah jadi pengetahuan universal di kehidupan tiap hari yang cenderung banyak dilanggar.

Ada Norma- Norma Penghindaran Dalam Penyimpangan Sosial

Bila sesuatu warga ada nilai ataupun norma yang melarang sesuatu perbuatan mau sekali diperbuat oleh banyak orang, hendak timbul norma- norma pengindaran. Norma pengindaran yakni pola perbuatan yang dicoba orang buat penuhi kemauan mereka tanpa wajib dengan menentang nilai- nilai dengan tata kelakukan secara terbuka. Jadi norma- norma yang sifatnya separuh melembaga“ semi institutionalized”.

Akibat Penyimpangan sosial

Sehabis dicoba sikap menyimpang hendak bedampak pada pelakon penyimpangan serta pula untuk warga sekitarnya. Berikut akibat dari penyimpangan sosial:

  • Dampak terhadap diri sendiri
  1. Dikucilkan warga ataupun mencelakakan dirinya sendiri
  2. Terganggunya pertumbuhan jiwa
  3. Bisa mengahncurkan masa depan
  4. Bisa menjauhkan diri pada tuhan
  • Dampak terhadap masyarakat
  1. Terganggunya penyeimbang sosial
  2. Pudarnya nilai serta norma
  3. Mengganggu unsur- unsur budaya
  4. Kriminalitas
  • Dampak positif
  1. Meningkatkan kesatuan masyarakat
  2. Memperkokoh nilai- nilai serta norma dalam masyarakat
  3. Memperjelas batasan moral
  4. Mendesak terbentuknya pergantian sosial

Dampak Tuk Pelakon( diri sendiri)

  • Terganggunya pertumbuhan jiwa

Pengaruh psikologis ataupun penderitaan kejiwaan dan tekanan mental terhadap pelakon sebab tetao dikucilkan dari kehidupan penduduk ataupun dijauhi dari pergaulan.

  1. Bisa menghancurkan masa hadapan pelakon penyimpangan.
  2. Bisa menjauhkan pelakon dari Tuhan kemudian dekat dengan perbuatan dosa.
  3. Perbuatan yang dicoba mencapai mencelakakan dirinya sendiri.
  • Terkucilkan

Biasanya dirasakan oleh pemain penyimpangan individual, antara yang lain pelakon penyalahgunaan narkoba, penyimpangan intim, tindak kejahatan/ kriminal. Pengucilan kepada pelakon penyimpangan diterapkan oleh warga dengan khasiat biar pelakon penyimpangan menyadari kesalahannya serta tindak penyimpangannya tidak menulari anggota penduduk yang lain.

  • Rasa Bersalah

Selaku manusia yang merupakan mahluk yang berakal budi, mustahil seseorang pelakon tindak penyimpangan tidak sempat merasakan malu, merasa bersalah malah merasa menyesal sudah melanggar nilai- nilai serta norma masyarakatnya. Sekecil apapun rasa bersalah itu tentu hendak terlihat sebab tindak penyimpangan ini sudah merugikan orang yang lain, hilangnya harta barang malah nyawa.

Dampak Untuk Kehidupan Masyarakat

Sikap penyimpangan pula bawa akibat tuk orang lain ataupun kehidupan warga pada biasanya. Dalam sebagian di antara lain merupakan meliputi hal- hal berikut ini.

  • Mengusik keamanan, kedisiplinan kemudian ketidakharmonisan dalam warga.
  • Mengganggu tatanan nilai, norma, setelah itu bermacam pranata sosial yang berlaku di warga.
  • Mengundang beban sosial, psikologis, dan ekonomi untuk keluarga pemain.
  • Mengganggu unsur- unsur budaya dan unsur- unsur lain yang mengelola sikap orang dalam kehidupan warga.

Akibat yang ditimbulkan selaku akibat sikap penyimpangan sosial, baik terhadap pemain ataupun terhadap orang yang lain pada biasanya merupakan bertabiat negatif.

Upaya penangkalan serta menanggulangi penyimpangan sosial

proses sosialisasi serta pembuatan karakter seseorang anak. Karakter seseorang anak hendak tercipta dengan baik apabila dia lahir serta berkembang tumbuh dalam area keluarga yang baik begitu sebaliknya

Baca Juga :   Jejak Kekerasan pada Sejarah Amerika: Kisah 10 Pembantaian Suku Indian

Area tempat tinggal serta sahabat sepermain. Area tempat tinggal pula bisa pengaruhi karakter seorang buat melaksanakan penyimpangan sosial. Seorang yang tinggal dalam area tempat tinggal yang baik, warganya taat dalm melaksanakan ibadah agama serta melaksanakan perbuatan2 yang baik hingga kondisi ini hendak pengaruhi karakter seorang jadi baik sehingga bebas dari penyimpangan sosial begitu kebalikannya.

Media Massa baik cetak ataupun elektronik ialah sesuatu wadah sosialisasi yang bisa pengaruhi seorang dalam kehidupan tiap hari. Langkah penangkalan supaya tidak terbawa- bawa akibat media massa merupakan apabila kalian mau menyaksikan kegiatan di tv seleksi kegiatan yang bernilai positif serta menjauhi siaran yang bisa bawa pengaruh tidak baik.

Banyak upaya yang sanggup menghindari, mengantisivasi, serta menanggulangi penyimpangan sosial dalam warga. Berikut ini upaya penangkalan serta menanggulangi penyimpangan sosial:

  1. Penanaman nilai serta norma terhadap anak
  2. Penanaman nilai- nilai ketuhanan
  3. Penerapan peraturan tidak memihak serta tegas
  4. Pembuatan karakter yang kuat
  5. Melakukan penyuluhan- penyuluhan serta rehabilitasi
  6. Meningkatkan kegiatan- kegiatan positif
  7. Meningkatkan kerukunan antar masyarakat masyarakat

Prilaku menyimpang yang pula lumrah diketahui dengan nama penyimpangan sosial merupakan sikap yang tidak cocok dengan nilai- nilai kesusilaan ataupun norma- norma, cermat dalam sudut pandang kemanusiaan( agama) secara orang pula pembenarannya selaku bagian daripada makhluk sosial.

Prilaku menyimpang pula bisa dimaksud selaku laku, perbuatan, ataupun asumsi seorang terhadap area yang berlawanan dengan norma- norma dan hukum yang terdapat dalam dalam warga.

Keluarga ialah dini proses sosialisasi kemudian pembuatan karakter seseorang putra. Karakter seseorang anak jadi tercipta dengan baik apabila dia lahir serta tumbuh dalam area family yang baik begitu sebaliknya.

Lingkungan Rumah Serta Kerabat Sepermainan

Area tempat butuh pula bisa pengaruhi karakter seorang buat melaksanakan penyimpangan sosial. Seorang yang menghuni dalam area tempat butuh yang baik, warganya taat dalam melaksanakan ibadah petunjuk serta melaksanakan perbuatan- perbuatan yang baik hingga kondisi indonesia hendak mempengaruhi karakter seorang jadi baik sehingga terbebas dari penyimpangan sosial kemudian begitu pula kebalikannya.

Media Massa

Media massa baugs cetak ataupun elektronik ialah sesuatu wadah sosialisasi yang bisa pengaruhi seorang di dalam kehidupan tiap hari. Langkah penangkalan supaya tidak terbawa- bawa gara- gara media massa merupakan apbila kalian mau menyaksikan pokok di tv dengan memastikan kegiatan yang bernilai positif serta menjauhi siaran yang bisa bawa pengaruh gak baik.

Jenis- Jenis Penyimpangan Sosial

Penyimpangan Sosial Bersumber pada Kekerapannya

  • Penyimpangan Sosial Primer

Penafsiran penyimpangan sosial primer yakni penyimpangan yang bertabiat sedangkan“ temporer”, orang yang melaksanakannya masih senantiasa bisa diterima oleh kelompok sosialnya sebab tidak terus menerus melanggar ketentuan. Semacam umumnya melanggar rambu kemudian lintas ataupun sempat meminum minuman keras di sesuatu acara.

  • Penyimpangan Sosial Sekunder

Penafsiran penyimpangan sosial sekunder yakni penyimpangan sosial yang dicoba oleh pelakunya secara terus menerus meski sudah diberikan sanksi- sanksi. Oleh sebab itu, tiap pelakon secara universal diketahui selaku orang yang berilaku menyimpang. Semacam seorang yang tiap hari minum minuman keras, siswa SMA/ MA yang terus menyontek sahabat kelasnya.

Penyimpangan Sosial Bersumber pada Jumlah Orang Yang Terlibat

  • Penyimpangan Individu

Penafsiran penyimpangan orang yakni penyimpangan yang dicoba sendiri tanpa dengan orang lain. Cuma satu orang saja yang melaksanakan bertentangan dengan norma- norma yang berlaku.

  • Penyimpangan Kelompok

Penafsiran penyimpangan kelompok yakni penyimpangan yang terjalin bila orang sikap menyimpang tersebut dicoba secara bersama- sama disuatu kelompok tertentu.

Penyimpangan Sosial Bersumber pada Sifatnya

  • Penyimpangan Bertabiat Negatif

Penafsiran penyimpangan bertabiat negatif yakni penyimpangan sosial yang berwujud dari aksi ke arah nilai- nilai sosial yang dikira rendah serta tercela sebab tidak cocok dengan norma- norma yang berlaku.

  • Penyimpangan Bertabiat Positif

Penafsiran penyimpangan bertabiat positif yakni penyimpangan sosial yang mempunyai akibat positif terhadap sistem sosial sebab dikira sempurna dalam warga.

Bentuk- Bentuk Penyimpangan Sosial

  • Penyimpangan sosial dapat didefinisikan sebagai perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan norma sosial yang diterima oleh masyarakat. Berikut adalah beberapa bentuk penyimpangan sosial:
    1. Kriminalitas: Kriminalitas meliputi berbagai tindakan yang dianggap melanggar hukum, seperti pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya.
    2. Kenakalan remaja: Kenakalan remaja dapat meliputi berbagai tindakan seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang, merokok, minum-minuman keras, tawuran, dan sebagainya.
    3. Pelecehan seksual: Pelecehan seksual meliputi perilaku yang tidak diinginkan dan tidak diinginkan yang melibatkan sentuhan fisik, kata-kata atau tindakan lain yang tidak pantas dan tidak diinginkan.
    4. Kecanduan: Kecanduan dapat meliputi berbagai macam kecanduan seperti narkoba, alkohol, game, dan sebagainya.
    5. Penolakan terhadap norma-norma sosial: Penolakan terhadap norma-norma sosial meliputi perilaku yang melanggar norma-norma sosial yang dianggap diterima oleh masyarakat.
    6. Gangguan mental: Gangguan mental dapat menyebabkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang diterima oleh masyarakat.
    7. Marginalisasi sosial: Marginalisasi sosial terjadi ketika individu atau kelompok dianggap tidak berkontribusi secara positif dalam masyarakat dan diperlakukan sebagai bagian yang terpisah atau dianggap tidak ada.

    Bentuk-bentuk penyimpangan sosial ini dapat mempengaruhi individu dan masyarakat secara negatif dan dapat mengancam kesejahteraan dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah dan mengatasi penyimpangan sosial ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *