Pengertian Kelompok Sosial Adalah

anams.id – Kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang silih berhubungan serta mempunyai pemahaman bersama hendak keanggotaannya dalam sesuatu kelompok. Kelompok sosial tercipta sebab tumbuhnya perasaan bersama akibat interaksi yang kerap terjalin diantara mereka.

Kelompok sosial didalam kehidupan bermasyarakat sangat banyak jumlahnya, bawah pembuatan kelompok tersebut juga berbeda- beda. Semenjak dilahirkan manusia sudah mempunyai 2 hasrat pokok dalam dirinya ialah kemauan buat jadi satu dengan manusia lain serta kemauan buat jadi satu dengan atmosfer alam disekitarnya. Pembuatan kelompok sosial ialah salah satu usaha manusia dalam penuhi kebutuhannya tersebut.

Penafsiran Kelompok Sosial Bagi Para Ahli

Ada sebagian definisi dari para pakar menimpa kelompok sosial:

  • Bagi Soerjono Soekanto

Kelompok sosial merupakan himpunan ataupun kesatuan- kesatuan yang hidup bersama sebab terdapatnya ikatan di antara mereka secara timbal balik serta silih pengaruhi.

  • Bagi Hendro Puspito

Kelompok sosial merupakan sesuatu kumpulan nyata, tertib, serta senantiasa dari indiviu- individu yang melakukan peran- perannya secara berkaitan guna menggapai tujuan bersama.

  • Bagi Paul B. Hortondan Chaster L. Hunt

Kelompok sosial merupakan sesuatu kumpulan manusia yang mempunyai pemahaman hendak keanggotaannya serta silih berhubungan.

  • Bagi Sherif

Kelompok sosial merupakan sesuatu kesatuan sosial yang terdiri atas 2 ataupun lebih orang yang sudah mengadakan interaksi sosial yang lumayan intensif serta tertib, sehingga diantara orang telah ada pembagian tugas, struktur, serta norma- norma tertentu, yang khas untuk kesatuan sosial tersebut.

Unsur- Unsur Kelompok Sosial

Ada pula yang jadi persyaratan kelompok sosial wajib memiliki unsur- unsur berikut, semacam yang dikemukakan oleh Soerjono soekamto( 1997: 125- 126):

  • Tiap anggota kelompok wajib sadar kalau ia ialah sebagian dari kelompok yang bersangkutan. Pemahaman anggota ialah perihal yang berarti dalam suatu kelompok. Perihal itu hendak memunculkan rasa mempunyai yang pada gilirannya kan memeliharan keutuhan kelompok.
  • Terdapat ikatan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain. Kekompakan ataupun solidaritas antara anggota hendak memeberikan donasi untuk pertumbuhan kelompok.
  • Terdapat aspek yang dipunyai bersama sehingga ikatan mereka meningkat erat. Rasa senasib sepenanggungan ataupun sehidup semati dalam berkelompok dapat memunculkan semangat buat bekerja sama demi tujuan bersama.
  • Berstruktur, berkaidah, serta memiliki pola sikap. Lapisan kelompok, serta norma ataupun peraturan tidak hendak terpisah dari suatu jalinan guna melindungi kelangsungannya.
  • Bersistem serta berproses. Dimaksudkan, terdiri atas faktor yang silih mendukung satu dengan yang lain. Pula ada runtutan di dalam perkembangannya.

Macam- Macam Kelompok Sosial

Klasifikasi Tipe- tipe Kelompok Sosial

  • Bersumber pada besar kecilnya anggota kelompok

Bagi George Simmel, besar kecilnya jumlah anggota kelompok hendak mempengaruhi kelompok serta pola interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Dalam penelitiannya, Simmel mengawali dari satu orang selaku atensi ikatan sosial yang dinamakan monad. Setelah itu monad dibesarkan jadi 2 orang ataupun diad, serta 3 orang ataupun triad, serta kelompok- kelompok kecil yang lain. Hasilnya terus menjadi banyak jumlah anggota kelompoknya, pola interaksinya pula berbeda.

  • Bersumber pada derajat interaksi dalam kelompok

Derajat interaksi ini pula bisa dilihat pada sebagian kelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial semacam keluarga, rukun orang sebelah, warga desa, hendak memiliki kelompok yang anggotanya silih memahami dengan baik( face- to- face groupings). Perihal ini berbeda dengan kelompok sosial semacam warga kota, industri, ataupun negeri, di mana anggota- anggotanya tidak memiliki ikatan erat.

  • Bersumber pada kepentingan serta wilayah
Baca Juga :   Fungsi Lembaga Keluarga Adalah

Suatu warga setempat( community) ialah sesuatu kelompok sosial atas bawah daerah yang tidak memiliki kepentingan- kepentingan tertentu. Sebaliknya asosiasi( association) merupakan suatu kelompok sosial yang dibangun buat penuhi kepentingan tertentu.

  • Bersumber pada kelangsungan kepentingan

Terdapatnya kepentingan bersama ialah salah satu aspek yang menimbulkan terjadinya suatu kelompok sosial. Sesuatu kerumunan misalnya, ialah kelompok yang keberadaannya cuma sebentar sebab kepentingannya pula tidak berlangsung lama. Tetapi, suatu asosiasi memiliki kepentingan yang senantiasa.

  • Bersumber pada derajat organisasi

Kelompok sosial terdiri atas kelompok- kelompok sosial yang terorganisasi dengan apik semacam negeri, Tentara Nasional Indonesia(TNI), industri serta sebagainya. Tetapi, terdapat kelompok sosial yang nyaris tidak terorganisasi dengan baik, semacam kerumunan.

Kelompok Sosial Ditatap dari Sudut Individu

Pada warga yang lingkungan, umumnya tiap manusia tidak cuma memiliki satu kelompok sosial tempat dia jadi anggotanya. Tetapi, dia pula jadi anggota sebagian kelompok sosial sekalian. Terjadinya kelompok- kelompok sosial ini umumnya didasari oleh kekerabatan, umur, tipe kelamin, pekerjaan ataupun peran. Keanggotaan tiap- tiap kelompok sosial tersebut hendak membagikan peran serta prestise tertentu.

Tetapi yang butuh digarisbawahi merupakan watak keanggotaan sesuatu kelompok tidak senantiasa bertabiat sukarela, tetapi terdapat pula yang sifatnya paksaan. Misalnya, tidak hanya selaku anggota kelompok di tempatnya bekerja, Pak Tomo pula anggota warga, anggota perkumpulan bulu tangkis, anggota Jalinan Advokat Indonesia, anggota keluarga, anggota Paguyuban warga Jawa serta sebagainya.

In- Group serta Out- Group

Selaku seseorang orang, kita kerap merasa kalau saya tercantum dalam bagian kelompok keluargaku, margaku, profesiku, rasku, almamaterku, serta negaraku. Seluruh kelompok tersebut berakhiran dengan milik“ ku”. Seperti itu yang dinamakan kelompok sendiri( In group) sebab saya tercantum di dalamnya. Banyak kelompok lain dimana saya tidak tercantum keluarga, ras, suku bangsa, pekerjaan, agama serta kelompok bermain. Seluruh itu ialah kelompok luar( out group) sebab saya terletak di luarnya.

In- group serta out- group bisa ditemukan di seluruh warga, meski kepentingan- kepentingannya tidak senantiasa sama. Pada warga primitif yang masih terbelakang kehidupannya umumnya hendak mendasarkan diri pada keluarga yang hendak memastikan kelompok sendiri serta kelompok luar seorang. Bila terdapat 2 orang yang silih tidak tahu bertemu hingga perihal awal yang mereka jalani merupakan mencari ikatan antara keduanya.

Bila mereka bisa menciptakan terdapatnya ikatan keluarga hingga keduanya juga hendak bersahabat sebab keduanya ialah anggota dari kelompok yang sama. Tetapi, bila mereka tidak bisa menciptakan terdapatnya kesamaan ikatan antaa keluarga hingga mereka merupakan musuh sehingga merekapun bereaksi.

Pada warga modern, tiap orang memiliki banyak kelompok sehingga bisa jadi saja silih tumpang tindih dengan kelompok luarnya. Siswa lama senantiasa memperlakukan siswa baru selaku kelompok luar, namun kala terletak di dalam gedung berolahraga mereka juga bersatu buat menunjang regu sekolah kesayangannya.