Pengertian Etnosentrisme adalah
Pengertian Etnosentrisme adalah

Pengertian Etnosentrisme adalah

anams.id – Etnosentrisme merupakan sesuatu kecenderungan yang menyangka nilai- nilai serta norma- norma kebudayaannya sendiri selaku suatu yang prima, terbaik, absolut serta dipergunakan selaku tolak ukur buat memperhitungkan serta membedakan dengan kebudayaan lain.

Pengertian Etnosentrisme Bagi Para Ahli

Ada pula penafsiran etnosentrisme bagi para pakar yang antara lain ialah:

  • Bagi Joseph A DeVito

Bagi DeVito“ 2011; 533” kalau penafsiran etnosentrisme yakni kecenderungan buat mengevaluasi nilai, keyakinan serta sikap dalam kultur sendiri yang lebih baik, lebih logis serta lebih normal dari pada kultur lain.

  • Bagi Alo Liliweri

Bagi Alo Liliweri“ 2003; 138” kalau penafsiran etnosentrisme yakni mengerti yang tiap pemeluk kebudayaan ataupun kelompok dalam suku bangsa menyangka lebih superior dibanding dengan kelompok luar.

  • Bagi Harris

Bagi Harris“ 1985” kalau penafsiran etnosentrisme yakni kecenderungan orang merasa kelompoknya lebih baik dibanding kelompok lain yang dikira liar, inhuman, menjijikan apalagi tidak rasional.

Penyebab Timbulnya Etnosentrisme

Etnosentrisme yakni selaku salah satu wujud perilaku, hingga bisa disederhanakan kalau pembuatan etnosentrisme sama halnya dengan pembuatan perilaku, perilaku tercipta dari terdapatnya interaksi sosial yang dirasakan oleh orang.

Hingga dari itu Gerungan“ 1991” mengantarkan kalau ada faktor- faktor yang pengaruhi pembuatan serta pergantian perilaku ini yakni aspek internal serta eksternal orang.

Faktor- Faktor Internal

Pengamatan dalam komunikasi mengaitkan proses opsi di antara segala rangsangan objektif yang terdapat di luar diri orang. Opsi tersebut berkaitan erat dengan motif- motif yang terdapat dalam diri orang. Selektivitas pengamatan berlangsung sebab orang tidak bisa mengamati seluruh stimulus yang terdapat.

Faktor- Faktor Eksternal

Perilaku bisa dibangun serta diganti bersumber pada 2 perihal ialah sebab interaksi kelompok serta komunikasi. Sebaliknya bagi Triatmaja“ 2011” kalau dari hasil riset menimpa etnosentrisme menampilkan kalau orang yang memiliki pembelajaran randah memiliki tingkatan etnosentrisme yang lebih besar dari pada yang berpendidikan besar.

Baca Juga :   Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan

Etnosentrisme bisa disimpulkan kalau etnosentrisme yakni pemikiran ataupun mengerti kalau kelompok ataupun kebudayaan sendiri lebih baik dari pada kelompok ataupun kebudayaan lain. Dan menyangka nilai serta norma kebudayaan sendiri lebih baik serta dapat dijadikan standar untuk kebudayaan yang lain.

Jenis- Jenis Etnosentrisme

Dalam sebagian riset mengatakan kalau etnosentrisme dibagi atas 2 berbagai tipe yang diketahui dengan“ explicit etnosentrisme” serta“ implicit etnosentrisme” bagi Hooghe“ 2008”, iktikad dari kedua berbagai etnosentrisme ini yakni:

  • Explicit Etnosentrisme yang diartikan dengan explicit etnosentrisme yakni seorang bersedia buat membuktikan stereotype negatif pada orang di luar kelompoknya.
  • Implicit Etnosentrisme, penafsiran implicit etnosentrisme yakni seorang hadapi halangan buat membuktikan watak etnosentrismenya. Namuan mereka senantiasa menolak terdapatnya persamaan hak, terdapatnya pembelahan dalam bidang pembelajaran, perumahan serta perilaku negatif kepala kelompok yang lain“ Hooghe, 2008”.

Etnosentrisme Kebudayaan

Keyakinan kalau norma budaya sendiri lebih baik dari pada norma kebudayaan lain. Perihal ini diperuntukan kepada kelompok kebudayaan lain serta mengakui kalau wilayah tersebut selaku miliknya. Mereka umumnya menunjukkannya dengan simbol- simbol keagamaan, baju ataupun perihal yang lain yang menampilkan keberadaan mereka.

Etnosentrisme Ekonomi

Mereka berpikiran kalau kelompok lain selaku pesaing mereka serta sebab itu berupaya buat menghalangi ruang ekonomi kelompok tersebut. Perihal ini umumnya diarahkan dengan mendiskriminasi para pekerja dari kelompok lain serta menolak memakai sesuatu produk yang dihasilkan oleh kelompok lain.

Jenis- Jenis Etnosentrisme Bersumber pada Manfaatnya

Tidak hanya itu ada 2 berbagai ataupun 2 tingkatan etnosentrisme ialah diistilahkan“ tingkatan rendah” serta“ tingkatan besar”, ada pula penafsiran dari keduanya ialah:

  • Tingkatan rendah, yang diartikan dengan tingkatan rendah yang bisa berguna buat pertumbuhan kelompo, bisa memunculkan rasa kebangsaan, patriotisme serta keinginan buat berkorban.
  • Tingkatan besar, sebaliknya makna dari pada tingkatan besar, etnosentrisme bisa mengganggu komunikasi antar budaya serta pula merendahkan kebudayaan lain.
Baca Juga :   Persebaran Penduduk Adalah

Akibat Etnosentrisme

Dalam etnosentrisme ada 2 akibat yang hendak ditimbulkan ialah akibat positif serta negatif. Iktikad dari perihal ini kalau etnosentrisme sering kali memunculkan perihal yang membagikan keuntungan serta kerugian, ada pula berbagai akibat yang ditumbulkan ialah:

1. Akibat Positif Etnosentrisme

Ada pula positif etnosentrisme yang antara lain:

  • Tingkatkan Kesatuan, Kesetiaan Serta Moral Kelompok

Selaku sesuatu akibat positif yang menguntungkan dimana dalam artian kalau kelompok- kelompok etnosentrisme nampak lebih bertahan dibanding dengan kelompok yang berlagak toleran. Sehingga etnosentrisme berakibat positif dalam mengukuhkan nasionalisme serta patriotisme, tanpa terdapatnya etnosentrisme tidak hendak bawa pemahaman nasional yang penuh.

  • Proteksi Terhadap Perubahan

Bercermin pada sejarah negeri Jepang abad ke- 19, etnosentrisme ialah instrumen buat membatasi masuknya faktor asing ke dalam kebudayaan. Perihal itu bawa akibat kemajuan besar yang bawa pada pergantian terjalin bangsa Jepang.

2. Akibat Negatif Etnosentrisme

Ada pula akibat negatif etnosentrisme yang antara lain ialah:

  • Bisa Memunculkan Konflik Antar Suku

Selaku sesuatu perilaku yang menyangka kebudayaannya lebih baik dibanding yang yang lain, hingga dalam pertumbuhan tersebut kerap kali hendak memunculkan konflik yang digolongkan antara kebanyakan serta minoritas, semacam yang sering terjalin di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.