Jenis Kapasitor

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Jenis Kapasitor”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Jenis Kapasitor” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Jenis Kapasitor” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Berdasarkan jenisnya, kapasitor dapat dibagi menjadi dua jenis:

kapasitor tetap

Kapasitor tetap adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya tidak dapat diubah dan nilainya telah ditentukan oleh pabrikan. Bentuk dan ukuran kapasitor masih berbeda dan berbeda satu sama lain tergantung dari bahan pembuatannya.

Kapasitor stasioner juga dibagi menjadi 2, yaitu:

  • kapasitor polar

1) kapasitor elektrolitik

Kapasitor ini merupakan jenis kapasitor polar atau memiliki dua buah elektroda pada kaki-kakinya. Kaki panjang adalah kutub positif dan kaki pendek atau kaki dengan referensi khusus adalah kaki negatif. Pemasangan kapasitor elektrolit pada rangkaian elektronika tidak boleh terbalik terutama untuk rangkaian DC, namun untuk rangkaian AC hal ini tidak menjadi masalah.

Kapasitor ini tidak boleh terkena panas yang berlebihan selama proses pengelasan karena elektrolit pada kapasitor dapat mendidih dan menyebabkan kerusakan pada kapasitor. Di bawah ini adalah foto kapasitor elektrolitik. Kapasitor ini tersedia dengan kapasitas yang cukup besar, yang terkecil dengan kapasitas 0,1 F dan yang paling umum di pasaran adalah 47000 F. Tetapi penulis menemukan kondensor 1-pertanian ini dengan harga yang cukup untuk mengeringkan kantong. Tegangan kerja kapasitor ini sangat beragam tetapi biasanya tertulis pada badan kapasitor. Tegangan operasi berkisar dari 6.7V hingga 200V.

2) kapasitor tantalum

Sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang elektronika, produsen komponen elektronika selalu menciptakan penemuan-penemuan baru berupa komponen kapasitor dengan kehandalan yang tinggi. Pada umumnya kapasitor ini dibuat dalam bentuk fisik yang kecil dan berwarna merah atau hijau, dan karena memiliki kehandalan yang tinggi maka kapasitor tantalum memiliki harga yang cukup mahal.

kapasitor non polar

1) Kapasitor Keramik

Dinamakan kapasitor keramik, karena kapasitor ini terbuat dari bahan keramik dielektrik. Kapasitor keramik datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kapasitor ini cukup stabil sehingga sering digunakan dalam rangkaian elektronika. Nilai kapasitansi kapasitor ini biasanya ditulis dengan kode warna, namun ada juga yang ditulis langsung pada bodinya dengan menggunakan angka.

2) kapasitor poliester

Peran plastik tidak terbatas pada pembuatan tas atau peralatan rumah tangga, tetapi juga berperan dalam pembuatan komponen elektronik yaitu kapasitor. Kapasitor plastik sangat populer dalam penggunaannya dan dalam elektronik dikenal sebagai kapasitor poliester. Pada umumnya kapasitor ini dibuat kecil dan rata. Kapasitor ini tidak memiliki polaritas, sehingga pemasangannya tidak akan sulit. Kapasitansi biasanya tercantum dalam kode warna.

3) kapasitor mika

Kapasitor mika merupakan komponen yang berasal dari generasi pertama dan masih banyak digunakan hingga saat ini karena keandalannya yang tinggi serta sifat stabil dan toleransinya yang rendah. Seperti namanya, kapasitor ini terbuat dari mika. Kapasitor jenis ini digunakan dalam rangkaian yang berhubungan dengan frekuensi tinggi. Kapasitor ini memiliki kapasitas 50 hingga 10.000 Fahrenheit

Baca Juga :   Hasil pengukuran panjang dan lebar sebidang tanah berbentuk empat persegi panjang adalah 15,35 m dan 12,5 m. Luas tanah menurut aturan angka penting adalah

4) Kapasitor film

Kapasitor film, dielektrik terbuat dari film. Besarnya kapasitansi tertera kode warna seperti gelang dan cara membacanya hampir sama dengan membaca kode warna sebuah resistor.

5) Kapasitor kertas

Disebut kapasitor kertas karena bahan dielektriknya terbuat dari kertas. Kapasitor jenis ini lahir dari generasi pertama sebagai tabung hampa yang masih digunakan saat itu. Kapasitor jenis ini sekarang sudah jarang dan hampir tidak digunakan lagi. Pemasangan kapasitor ini tidak akan menjadi masalah karena tidak dilengkapi dengan polaritas, dan kapasitansi kapasitor jenis ini adalah 100 pF hingga 6800 pF.

Kapasitor tidak tetap (variabel)

Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diatur sesuai kebutuhan. Jenis-jenis kapasitor variabel adalah;

  • Kapasitor Variabel (Varco)

Kapasitor variabel adalah jenis kapasitor yang ukurannya lebih besar dari kapasitor stasioner. Menurut bentuk fisiknya, kapasitor variabel memiliki kapasitansi yang besar. Kapasitor jenis ini diproduksi pada generasi pertama. Kapasitor variabel banyak digunakan di sirkuit besar. Kapasitansi kapasitor jenis ini biasanya berkisar antara 1 Fahrenheit sampai 500 Fahrenheit.

  • Pemangkas intensif

Kapasitor trimer merupakan kapasitor variabel yang dikembangkan dari kapasitor variabel sebelumnya yang memiliki ukuran kecil, sehingga karena ukurannya yang kecil, kapasitor ini sangat cocok untuk dipasang di sirkuit modern saat ini.

Kapasitor pemangkas dilengkapi dengan preset, yaitu alat yang digunakan untuk mengatur besaran kapasitansi. Penyesuaian dapat dilakukan dengan obeng. Kapasitor variabel jenis ini menggunakan bahan dielektrik yaitu mika atau plastik. Kapasitor jenis ini memiliki kapasitas 5 hingga 30 derajat Fahrenheit

  • Kapasitor Aktif atau CDS

Perkembangan teknologi di bidang elektronika saat ini berkembang pesat sehingga banyak muncul komponen yang lebih kecil namun memiliki fungsi yang lebih baik dari sebelumnya.

Sama halnya dengan komponen kapasitor, saat ini telah berkembang jenis kapasitor aktif yang artinya komponen kapasitor ini akan aktif mengeluarkan muatan saat terkena cahaya, baik sinar matahari maupun sumber cahaya lainnya. Komponen ini banyak digunakan sebagai sensor pada rangkaian lampu taman atau rangkaian alarm atau bertindak sebagai saklar otomatis.

Itulah pembahasan terkait Jenis kapasitor. semoga bermanfaat***