Pertentangan Antar Teori Seleksi Alam

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Pertentangan Antar Teori Seleksi Alam”

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Pertentangan Antar Teori Seleksi Alam” agar supaya bermanfaat bagi pembaca

Simak artikel “Pertentangan Antar Teori Seleksi Alam” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Teori saingan bertentangan satu sama lain

1. Lamarck melawan Darwin

Menurut gagasan yang diajukan oleh Lamarck, leher jerapah akan memanjang seiring waktu jika diregangkan secara rutin untuk mencapai cabang yang lebih tinggi. Generasi berikutnya memiliki leher yang lebih panjang dari yang sebelumnya, dan seterusnya. Hipotesis ini menyatakan bahwa jumlah vertebra serviks pada jerapah berleher pendek dan berleher panjang adalah sama. Perbedaannya terletak pada panjang tulang leher yang jauh lebih pendek. Sementara itu, hipotesis Darwin mengemukakan bahwa ada beberapa jenis jerapah, antara lain yang berleher pendek dan ada pula yang berleher panjang yang memungkinkan mereka meraih daun di tempat tinggi. Jerapah dengan leher yang lebih pendek tidak dapat mengkonsumsi makanan dan akibatnya akan binasa. Akibatnya, jerapah dengan leher yang lebih pendek lebih mungkin untuk punah karena proses seleksi alam, sedangkan jerapah dengan leher yang lebih panjang lebih mungkin untuk bertahan hidup.

2. Lamarck Versus Weismann

Lamarck percaya bahwa lingkungan sekitar berpengaruh pada makhluk hidup. Wajar jika kondisi lingkungan selalu berubah. Makhluk hidup dituntut untuk berubah agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa makhluk hidup juga rentan terhadap perubahan. Perubahan-perubahan ini ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui anak-anak dari individu-individu ini. Namun, perubahan yang terjadi pada jaringan tubuh seseorang sebagai akibat dari rangsangan lingkungan tidak ditularkan ke anak-anak individu, seperti yang dinyatakan oleh August Weismann. Perubahan yang terjadi pada tingkat gen dalam sel germinal dan sel gamet inilah yang pada akhirnya ditransmisikan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, perubahan mungkin terjadi pada organisme hidup jika gen sel germinal dan gamet yang dikandungnya mengalami proses mutasi. Setiap modifikasi pada gen akan diwarisi oleh keturunannya. Perubahan lingkungan yang tidak berpengaruh pada gen tidak akan berpengaruh pada anak.

3. Darwin Versus Weismann

Dari apa yang telah dikemukakan sejauh ini, tampaknya Weismann lebih menganut teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Darwin. Dengan kata lain, evolusi mengacu pada proses di mana gen diturunkan dari generasi ke generasi sel kelamin. Dengan kata lain, evolusi merupakan manifestasi dari proses seleksi alam terhadap variabel-variabel genetik.

Kebugaran evolusioner organisme adalah fokus utama dari teori ilmiah tentang seleksi alam. Kontribusi genetik yang diberikan suatu organisme kepada generasi yang datang setelahnya adalah apa yang dinilai oleh kebugaran evolusioner. Namun, ini tidak sama dengan jumlah total anak; sebaliknya, kebugaran mengacu pada persentase generasi yang mengandung gen suatu organisme dan menilai proporsi keturunan yang mewariskan gen tersebut. Jika suatu alel meningkatkan kebugaran lebih dari alel lainnya, maka alel itu akan tumbuh semakin lazim dalam populasi dengan setiap generasi yang lewat jika itu adalah alel yang paling cocok.

Baca Juga :   Tentang Genetika

Peningkatan viabilitas dan fekunditas adalah dua contoh karakteristik yang mungkin berkontribusi pada peningkatan kebugaran. Di sisi lain, penurunan kebugaran yang disebabkan oleh alel yang kurang menguntungkan atau merugikan menyebabkan alel ini menjadi lebih jarang. Penting untuk diingat bahwa kebugaran alel bukanlah kualitas yang selalu ada. Jika lingkungan berubah, karakteristik yang dulunya netral atau bahkan berbahaya mungkin mulai menunjukkan efek yang bermanfaat, sedangkan karakteristik yang dulunya menguntungkan mungkin mulai menunjukkan efek berbahaya.***