Pengertian
Pengertian

Pengertian Piutang Dagang

Anams.id – Piutang adalah kredit atau kredit yang berasal dari penjualan kredit barang atau jasa dalam suatu perusahaan atau organisasi, yang merupakan kegiatan utama perusahaan, atau kredit dari semua pelanggan untuk barang atau jasa yang ditawarkan secara kredit. Totalnya muncul di neraca sebagai aset.

Jika perusahaan atau badan memiliki hubungan bisnis dengan lawan bicara dan memiliki piutang dan hutang atau hutang lainnya, entri dalam laporan keuangan tidak dapat saling hapus tetapi harus disajikan secara terpisah.

Jika piutang tersebut berasal dari penjualan aset perusahaan dan dipinjamkan kepada subjek tertentu, piutang tersebut tidak diklasifikasikan sebagai piutang usaha dan disebut piutang non-usaha. Kredit diperoleh pada saat penjualan terjadi, tetapi perusahaan belum menerima uang tunai. Besarnya piutang tergantung pada penjualan piutang per periode dan lamanya jangka waktu penagihan piutang.

Misalnya, jika omset harian rata-rata perusahaan atau organisasi adalah Rp 1 juta, jangka waktu penagihan utang adalah 30 hari, dan piutang usaha perusahaan atau organisasi saat situasi stabil adalah Rp 1 juta x 30 hari = Rp 3000 10.000. Jika kebijakan kredit perusahaan atau organisasi berubah, seperti tingkat kredit yang lebih rendah atau periode penagihan yang lebih pendek, piutang perusahaan tersebut juga akan berubah.

Piutang biasanya tidak muncul dalam susunan khusus seperti faktur lainnya. Oleh karena itu, penyelesaian Piutang tidak dijamin, dan sulit untuk ditransfer atau ditukar.
Piutang usaha (buku piutang) yang diharapkan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau dalam siklus ekonomi normal diklasifikasikan sebagai aset lancar, tetapi semua piutang dapat diklasifikasikan sebagai aset lancar terlepas dari periode penagihan.

Dalam kasus tersebut, jumlah piutang yang periode penagihannya melebihi satu tahun atau melebihi siklus ekonomi normal harus disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

Baca Juga :   Sarana dan Fasilitas Kerja Perkantoran

Masalah akuntansi kredit melibatkan tiga hal:

pengakuan kredit
Peringkat kredit
transfer rekening bank

Karena piutang yang belum direalisasi hanya didasarkan pada perkiraan, penyajian piutang dalam laporan keuangan harus dalam setiap kasus menunjukkan jumlah bruto piutang. (Prinsip Akuntansi Indonesia, Pasal 9). Harus dibedakan dengan jelas antara piutang usaha, piutang pegawai, dan piutang lain-lain.

Jika entitas memiliki hubungan bisnis dengan lawan bicara dan hubungan tersebut memiliki utang usaha atau piutang lain selain utang usaha, penyajian dalam laporan keuangan tidak dapat saling hapus, tetapi harus disajikan secara terpisah. Dalam sistem akuntansi manual, kredit dicatat oleh bagian khusus yang mengontrol kredit.

Dalam sistem akuntansi komputer, pengembang biasanya menyerahkan tugas ke komputer untuk validasi yang cukup oleh departemen piutang untuk memastikan validasi komputer dari posting. Berdasarkan prinsip akuntansi Indonesia, piutang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai tunai (bersih) yang dapat direalisasi, yaitu jumlah kas bersih yang diharapkan akan diterima.

itul;ah pembahasan mengenai Pengertian Piutang Dagang, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.