Pengertian dan Sejarah Akuntansi Keprilakuan
Pengertian dan Sejarah Akuntansi Keprilakuan

Pengertian dan Sejarah Akuntansi Keprilakuan

Anams.id – Akuntansi perilaku adalah ilmu akuntansi yang dikombinasikan dengan ilmu-ilmu sosial. Behavioral accounting adalah ilmu yang mempelajari dampak dari perilaku manusia sehingga dapat mempengaruhi data akuntansi dan keputusan bisnis/bisnis. Sebaliknya, bagaimana akuntansi dapat mempengaruhi perilaku manusia dan keputusan bisnis.

Sejarah dan perkembangan akuntansi perilaku

Penelitian akuntansi perilaku adalah bidang yang muncul yang sebagian besar terkait dengan perilaku individu bisnis, kelompok dan organisasi, terutama yang terkait dengan proses informasi akuntansi dan audit. Penelitian tentang perilaku akuntansi atau non-akuntansi sangat dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan hubungan (Hofstede dan Kinerd, 1970). Penelitian akuntansi perilaku mencakup isu-isu yang berkaitan dengan:

Keputusan dan Kalimat Akuntan dan Auditor Chartered
Dampak fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam laporan keuangan, karakteristik sistem informasi dan fungsi audit terhadap perilaku karyawan, manajer, investor dan wajib pajak
Konsekuensi dari fungsi tersebut, seperti penggunaan pertimbangan dalam informasi akuntansi dan pengambilan keputusan.

Behavioral accounting mulai berkembang pada tahun 1951 ketika Schuyler Professors Dean Hollet dan Chris Argyris melakukan penelitian tentang “The Effects of Budgets on People”. Penelitian ini disponsori oleh Controllership Foundation of America. Sejak itu, topik penelitian yang berkaitan dengan akuntansi dan manusia berkembang pesat. Banyak penjelasan dan kesimpulan dari temuan penelitian tentang penganggaran dan perangkap perilaku dalam penganggaran dalam banyak hal masih bersifat sementara dan oleh karena itu perlu disempurnakan lebih lanjut.

Paradigma penelitian perilaku yang dilakukan dalam sebuah makalah oleh Steadry (1960) menggunakan eksperimen analog untuk menyelidiki efek dari penganggaran motivasi. Ini diikuti oleh karya Benston (1963) dan Churchill dan Cooper (1965), yang berfokus pada akuntansi manajemen dan pengaruh fungsi akuntansi terhadap perilaku. Pekerjaan ini berlanjut ke tahun 1970-an dengan serangkaian studi oleh Mock (1969-1973), Barefield (1972), Magee dan Dickhout (1978) dan Benbasat dan Dexter (1979).
Meskipun fokus studi ini telah pada akuntansi manajemen, penekanannya telah bergeser dari pengaruh fungsi akuntansi ke perilaku pemrosesan informasi para pengambil keputusan. Penelitian berpengaruh di bidang ini telah dilakukan oleh Ashton (1974) dan Libby (1975), yang membantu menetapkan kriteria untuk desain eksperimental dan validitas internal untuk tinjauan studi selanjutnya.

Baca Juga :   Pengertian Administrasi

Dari tahun 1960-an hingga 1980-an, jumlah artikel tentang akuntansi perilaku meningkat. Artikel pertama membahas akuntansi perilaku dan artikel berikutnya membahas teori dan konsep ilmu perilaku yang berkaitan dengan akuntansi dan dampaknya terhadap prinsip dan praktik akuntansi. Pertumbuhan penelitian akuntansi behavioral digagas dan dikembangkan secara khusus oleh para akademisi profesi akuntansi. Penggabungan aspek perilaku ke dalam akuntansi menunjukkan minat yang berkembang di bidang penelitian ini.

itulah pembahasan mengenai pengertian dan sejarah akuntansi keprilakuan, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.