Pengertian dan Karakteristik Otot Polos pada Organ Tubuh Manusia

anams.id – Tau gak sih tentang otot polos? Jenis otot yang satu ini bisa ditemukan di dinding organ-organ tubuh seperti usus, lambung, dan pembuluh darah. Otot polos ini punya ciri khas lho, yaitu kita nggak bisa mengontrolnya secara sadar karena berfungsi secara involunter.

Otot polos terdiri dari serat otot yang bentuknya unik banget, Bro. Satu sel otot polos bisa membentuk serat otot yang panjangnya bisa mencapai beberapa milimeter. Nah, kalau lo penasaran sama otot polos dan pengertiannya yang lebih lengkap, mari kita simak artikel selengkapnya!

Otot polos adalah jenis otot yang terdapat pada dinding organ-organ tubuh, seperti lambung, usus, dan pembuluh darah. Otot polos merupakan salah satu jenis otot yang berfungsi secara involunter, artinya kita tidak bisa mengontrolnya secara sadar.

Jaringan Otot Polos

Otot polos terdiri dari serat otot yang bersifat uniselluler. Artinya, satu sel otot polos dapat membentuk serat otot yang cukup panjang, mencapai beberapa milimeter. Serat otot ini memiliki inti yang berbentuk elips dan terdapat di bagian tengah sel. Sel otot polos berbentuk silindris dan memiliki panjang sekitar 50-200 mikrometer.

Ciri-ciri Otot Polos
Otot polos memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya adalah:

  1. Tidak terdapat garis-garis pada sel otot polos ketika dilihat menggunakan mikroskop.
  2. Tidak memiliki satelit sel yang berfungsi sebagai sumber sel punca.
  3. Tidak terdapat transversal tubules di dalam sel otot polos.
  4. Sel otot polos tidak memiliki struktur yang teratur dan tidak teratur.
  5. Otot polos memiliki kemampuan untuk berkontraksi dengan kekuatan yang tinggi.

Tipe-Tipe Otot Polos
Otot polos dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, di antaranya adalah:

  1. Otot polos unitaris: terdapat pada organ-organ yang berfungsi sebagai pompa, seperti lambung, usus, dan kandung kemih. Otot polos unitaris terdiri dari serat otot yang terhubung satu sama lain dan berkontraksi bersama-sama.
  2. Otot polos multiunit: terdapat pada organ-organ yang berfungsi sebagai pengatur aliran darah, seperti pembuluh darah dan iris mata. Otot polos multiunit terdiri dari serat otot yang bersifat independen dan tidak terhubung satu sama lain. Setiap serat otot dapat berkontraksi secara mandiri.
Baca Juga :   Mempelajari Hormon, Struktur dan Sifat-Sifat yang Mempengaruhi Fungsi Fisiologis Tubuh

Morfologi Otot Polos

Sel otot polos memiliki morfologi khusus yang membedakannya dari jenis otot lainnya. Sel otot polos memiliki inti yang terletak di bagian tengah sel dan terdapat pada posisi longitudinal. Sel otot polos juga memiliki retikulum endoplasma yang terdapat di sekitar inti sel. Sementara itu, tonofilament yang terdapat pada sel otot polos berfungsi sebagai penopang struktur sel.

Potensial Membran dan Potensial Aksi

Otot polos memiliki potensial membran yang bersifat negatif pada keadaan istirahat. Potensial membran ini disebabkan oleh adanya perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel. Ketika terjadi rangsangan pada sel otot polos, maka terjadi depolarisasi pada membran sel. Hal ini akan menyebabkan terjadinya potensial aksi pada sel otot polos.

Potensial aksi pada sel otot polos terjadi secara lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama. Potensial aksi ini menyebabkan terjadinya kontraksi pada sel otot polos. Kontraksi pada sel otot polos terjadi karena adanya interaksi antara filamen aktin dan miosin pada sel otot polos.

Otot polos merupakan jenis otot yang terdapat pada dinding organ-organ tubuh, seperti lambung, usus, dan pembuluh darah. Otot polos memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari jenis otot lainnya, di antaranya tidak terdapat garis-garis pada sel otot polos dan tidak memiliki satelit sel yang berfungsi sebagai sumber sel punca.

Otot polos dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu otot polos unitaris dan otot polos multiunit. Sel otot polos memiliki morfologi khusus dan memiliki potensial membran yang bersifat negatif pada keadaan istirahat. Potensial aksi pada sel otot polos terjadi secara lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama, dan menyebabkan terjadinya kontraksi pada sel otot polos.

Baca Juga :   Pengertian Terumbu Karang

Oke jadi itu dulu ya pembahasan kita kali ini terkait artikel otot polos dari berbagai aspek pembahasannya semoga bisa menjadi artikel referensi dan menjadi ilmu tambahan dan bisa bermanfaat, oke terimakasih.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *