Contoh faktor genotipe dan Fenotipe

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Contoh faktor genotipe dan Fenotipe”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Contoh faktor genotipe dan Fenotipe” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Contoh faktor genotipe dan Fenotipe” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Contoh faktor genotipe dan Fenotipe

Contoh faktor genetik dan manifestasi organisme yang berbeda dan hubungannya dengan adaptasi organisme terhadap lingkungan

Butterfly piston betularia

Jenis organisme yang sekarang hidup dan beradaptasi dengan habitatnya adalah jenis organisme yang mewarisi sifat-sifatnya dari nenek moyangnya. Sifat-sifat genetik ini memancarkan fenotipe yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Kupu-kupu Biston betularia yang saat ini hidup di kawasan industri merupakan kelompok yang memiliki variasi genetik yang menghasilkan warna hitam pada tubuhnya (fenotipe), dan sifat ini berkurang sehingga keturunannya tetap berwarna hitam, walaupun kerabatnya tinggal di luar kawasan industri. dengan warna-warna terang.

dalam pertanian.

Kita telah mengetahui bahwa setiap fenotipe yang terjadi adalah karena interaksi yang terjadi antara genotipe dengan lingkungan. Ada efek timbal balik yang pada gilirannya akan mempengaruhi hasil yang dicapai. Fenotipe atau sifat yang muncul tidak akan baik jika tidak didukung oleh genotipe dan lingkungan. Oleh karena itu, dalam bidang pertanian perlu diketahui hubungan antara lingkungan dan genotipe agar diperoleh produksi yang maksimal baik kualitas maupun kuantitasnya (Elin Embarwati, 2009 dalam Aris, 2009).

Dalam penelitian Baihaki dan Wicaksana tentang kedelai, terlihat bahwa di antara 6 genotipe yang diuji, hasilnya berbeda. Di antara genotipe-genotipe tersebut ada yang tumbuh baik pada lingkungan uji tetapi ada juga yang tidak.

Analisis gabungan sifat hasil untuk delapan lokasi penanaman menunjukkan interaksi yang signifikan antara genotipe kedelai yang diuji dan lokasi (lingkungan). Hal ini menunjukkan bahwa di antara enam genotipe kedelai yang diuji, respon terhadap delapan lingkungan tumbuh (lokasi) untuk sifat tanaman tidak sama dan dapat dijelaskan bahwa di antara genotipe tersebut terdapat genotipe yang tumbuh baik di lingkungan tertentu dan memberikan hasil yang tinggi. Selain itu, Makulawu dkk. (1999) dalam Baihaki dan Wicaksana (2009) tentang jagung harapan hibrida di sembilan lokus, dengan jelas menunjukkan interaksi antara genotipe dan lokus sejati (lingkungan). Jelas bahwa keragaman lingkungan tumbuh (lokasi) menyebabkan genotipe tanaman yang berbeda muncul di lingkungan pertumbuhan yang berbeda (Baihaki dan Wicaksana, 2009).

Baca Juga :   Klasifikasi Protista : Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Itulah artikel terkait Contoh faktor genotipe dan Fenotipe. semoga bermanfaat***