Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi

Hampir semua pemikir ekonomi Indonesia sangat menyadari pentingnya moralitas manusia dan ketuhanan sebagai landasan di mana pertumbuhan ekonomi dibangun. Namun pada kenyataannya, mereka tidak mampu meyakinkan pemerintah bahwa ide dan gagasan yang mereka berikan sudah sesuai dengan kondisi di Indonesia. Hampir tidak ada ekonom Indonesia yang mengikuti pandangan para pakar barat tentang kemajuan ekonomi Indonesia.

Di penghujung abad ke-18, sebuah perspektif yang dikenal sebagai merkantilisme meletakkan dasar bagi sistem ekonomi yang dikenal sebagai kapitalisme. Selama periode waktu yang sama, di Eropa selama abad ke-19, sebuah aliran pemikiran baru muncul sebagai reaksi terhadap sistem ekonomi kapitalis. Aliran pemikiran baru ini dikenal sebagai sistem ekonomi sosialis, dan memperjuangkan nasib proletariat, yang ditindas oleh kapitalis.

Individu didahulukan dalam sistem pertama, sedangkan kepentingan rakyat didahulukan dalam sistem kedua.

Manakah dari ini yang lebih vital?

Setelah pertimbangan yang cermat, seseorang mungkin mencapai kesimpulan bahwa tidak ada satu sistem yang secara inheren lebih unggul dari yang lain. Oleh karena itu, sangat penting dan mendesak untuk membangun sistem ekonomi yang berlandaskan moralitas dan sistem humanistik untuk melahirkan sistem ekonomi yang manusiawi.

Peningkatan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan merupakan tujuan mendasar dari sistem ini. Tujuan pembangunan ekonomi bukan hanya ekspansi; melainkan, itu adalah perbaikan umat manusia secara keseluruhan dan kemajuan kesejahteraan umum bangsa secara keseluruhan. Gagasan ini meletakkan dasar bagi struktur ekonomi yang ada di Indonesia dan didasarkan pada konsep kekerabatan. Oleh karena itu, kemajuan ekonomi harus mampu menghindari bentuk-bentuk yang dapat menimbulkan penindasan, penderitaan, dan kesengsaraan rakyat kecil. Bentuk-bentuk tersebut antara lain persaingan bebas, monopoli, dan bentuk-bentuk lainnya.

Penyelenggaraan perekonomian Indonesia dilimpahkan kepada tiga jenis badan usaha yang berbeda sesuai dengan paradigma Pancasila, yaitu sebagai berikut:

  • Koperasi yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia adalah organisasi yang dijalankan secara nirlaba dan mengadvokasi kepentingan masyarakat setempat.
  • BUMN atau BUMD adalah badan usaha yang telah diberikan izin untuk menangani sektor-sektor ekonomi yang berpengaruh besar terhadap hajat hidup orang banyak.
  • Badan Usaha Swasta adalah badan usaha yang mencari laba yang dikuasai oleh suatu korporasi atau kelompok dan yang mengelola bidang ekonomi yang belum dapat dikelola oleh koperasi dan/atau BUMN/BUMD. Badan
  • Usaha Swasta adalah akronim untuk “badan usaha swasta.”
Baca Juga :   Pancasila sebagai Paradigma Reformasi dalam Gerakan Reformasi

Jika ketiga lembaga ini mampu menjalankan amanahnya, maka masyarakat Indonesia masih memiliki alasan untuk memiliki optimisme bahwa perekonomian Indonesia akan terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan tetap menjaga tingkat stabilitas. Namun faktanya, ketiga pengelola ekonomi ini tidak mengalami kemajuan.

Itulah pembahasan dari Pancasila Sebagai Paradigama Pembangunan Ekonomi. semoga bermanfaat***