Mengenali Siklus Perkembangbiakan Virus dari Siklus Litik dan Lisogenik

anams.id – Hallo teman kali ini kita bakal bahas tentang perkembangbiakan virus nih. Virus itu loh, parasit kecil yang suka banget masuk ke dalam sel kita dan bikin kita jadi sakit. Tapi tau nggak sih, virus itu sebenernya bereproduksi dengan cara yang unik banget, yaitu dengan dua siklus utama, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

Yuk, kita bahas lebih dalam lagi tentang perkembangbiakan virus ini biar kita bisa lebih waspada dan terhindar dari infeksi virus yang merugikan.

Pengertian Virus

Virus adalah parasit intraseluler yang hanya dapat bereproduksi dengan memasuki sel inang dan menggunakan mesin sel inang untuk bereplikasi diri. Virus dapat bereproduksi melalui dua siklus utama: siklus litik dan siklus lisogenik.

Siklus Litik

Siklus litik adalah siklus replikasi virus yang menghasilkan ratusan atau bahkan ribuan virus baru dan menghancurkan sel inang dalam prosesnya. Siklus litik terdiri dari beberapa tahap, yaitu: adsorpsi, penetrasi, replikasi, perakitan, dan pelepasan.

Pada tahap adsorpsi, virus menempel pada permukaan sel inang dengan cara mengikat reseptor pada permukaan sel inang. Setelah virus menempel pada sel inang, selanjutnya virus akan memasuki sel inang dan melepaskan materi genetiknya di dalam sel inang.

Pada tahap penetrasi, materi genetik virus masuk ke dalam sel inang dan mengambil alih mesin sel inang untuk menghasilkan banyak kopi virus baru.

Pada tahap replikasi, virus mereplikasi materi genetiknya dan membuat komponen virus baru.

Pada tahap perakitan, virus baru dirakit dari komponen-komponen yang dihasilkan selama tahap replikasi.

Pada tahap pelepasan, virus baru dikeluarkan dari sel inang dan menyebar ke sel inang lain untuk menginfeksi.

Siklus Lisogenik

Baca Juga :   Pengertian Lingkungan Hidup dan Cara Pelestariannya

Siklus lisogenik adalah siklus replikasi virus di mana virus mengintegrasikan materi genetiknya ke dalam genom sel inang dan tidak langsung menghancurkan sel inang. Siklus lisogenik terdiri dari beberapa tahap, yaitu: adsorpsi, penetrasi, integrai, pembelahan, dan ekskresi.

Pada tahap adsorpsi, virus menempel pada permukaan sel inang dengan cara mengikat reseptor pada permukaan sel inang.

Pada tahap penetrasi, materi genetik virus masuk ke dalam sel inang dan mengambil alih mesin sel inang untuk menghasilkan banyak kopi virus baru.

Pada tahap integrai, materi genetik virus disatukan dengan materi genetik sel inang dan membentuk profage.

Pada tahap pembelahan, sel inang mereplikasi profage selama pembelahan sel normal.

Pada tahap ekskresi, profage dikeluarkan dari sel inang dan menyebar ke sel inang lain untuk menginfeksi.

Daur Lisogenik: Fase Adsorbsi

Pada fase adsorbsi, virus menempel pada permukaan sel inang dengan cara mengikat reseptor pada permukaan sel inang.

Fase Infeksi (Penetrasi)

Pada fase ini, materi genetik virus masuk ke dalam sel inang dan mengambil alih mesin sel inang untuk menghasilkan banyak kopi virus baru.

Fase Penggabungan – Pembentukan PROFAGE

Pada fase ini, materi genetik virus disatukan dengan materi genetik sel inang dan membentuk profage.

Fase Pembelahan

Pada fase pembelahan, sel inang mereplikasi profage selama pembelahan sel normal.

Virus dapat bereproduksi melalui dua siklus utama, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Siklus litik menghasilkan ratusan atau bahkan ribuan virus baru dan menghancurkan sel inang dalam prosesnya. Sedangkan siklus lisogenik mengintegrasikan materi genetiknya ke dalam genom sel inang dan tidak langsung menghancurkan sel inang.

Dalam siklus lisogenik, virus membentuk profage dan mereplikasi selama pembelahan sel normal. Penting untuk memahami siklus perkembangbiakan virus agar dapat mengembangkan strategi pengobatan yang efektif untuk melawan infeksi virus.***

Baca Juga :   Mempelajari Ciri dan Sistem Tubuh pada Hewan Amfibi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *