Mengenal Lebih Dalam Tentang Piutang Dagang
Mengenal Lebih Dalam Tentang Piutang Dagang

Mengenal Lebih Dalam Tentang Piutang Dagang

Anams.id – kali ini kita akan membahas mengenai Mengenal Lebih Dalam Tentang Piutang Dagang . dalam artikel ini terdapat penjelasan mengenai perkiraan piutang, resiko kerugian pitang, penentuan tanggal jatuh tempo piutang dagang,  dan pengalihan piutang dagang. untuk penjelasan lengkapnya, simak artikel berikiut dengan baik.

perkiraan piutang

Dengan mencatat piutang pada nilai nominal (jumlah yang dibayarkan), akuntan mengatasi masalah penyajian laporan keuangan.
Sebuah laporan kredit meliputi:

klasifikasi
Penilaian di neraca
pengalihan piutang dagang

Pengalihan Piutang Dagang

Ada beberapa jenis alokasi kredit perdagangan:

Metode pembatalan langsung.

Tidak ada entri jurnal yang dibuat sampai estimasi tertentu ditentukan sebagai piutang tak tertagih. Kerugian tersebut kemudian dicatat dengan mengkredit kredit dan mendebet tingkat kredit macet. Metode penghapusan langsung mencatat piutang tak tertagih pada tahun dimana kredit tertentu dianggap buruk.

Pendukung metode pembatalan langsung berpendapat bahwa kenyataan harus dicatat, bukan perkiraan. Metode pemadaman langsung memiliki beberapa kelemahan teoritis, karena biasanya tidak menggabungkan biaya dengan pendapatan periode dan tidak menentukan piutang pada estimasi nilai realisasinya dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dianggap tepat kecuali piutang tak tertagih tidak relevan.

Metode penghapusan.

Estimasi piutang tak tertagih dibuat yang diperkirakan dari seluruh penjualan piutang atau total piutang yang beredar. Jumlah yang diestimasi dimasukkan sebagai beban pada periode saat penjualan diakui dan sebagai pengurang tidak langsung piutang usaha (melalui peningkatan estimasi jumlah cadangan). Metode kompensasi dibebankan secara pro forma pada periode penjualan kredit dilakukan.

Pendukung metode kompensasi percaya bahwa beban piutang tak tertagih harus dicatat pada periode yang sama dengan penjualan untuk mencapai kecocokan yang tepat antara pengeluaran dan pendapatan dan untuk mendapatkan nilai buku piutang yang akurat. Bahkan dengan perkiraan, persentase kredit macet dapat diprediksi dari pengalaman masa lalu, kondisi pasar saat ini, dan analisis saldo terutang. Piutang adalah arus kas masa depan dan pemulihan harus dipertimbangkan ketika mengevaluasi arus masuk ini.

Baca Juga :   Pengertian Manajemen

Perkiraan ini umumnya didasarkan pada:

Pendekatan rasio penjualan (perhitungan untung rugi)
Metode rasio kredit (perhitungan neraca)

Menentukan Tanggal Jatuh Tempo Kredit

Penentuan tanggal jatuh tempo piutang didasarkan pada kesepakatan atau kesepakatan bersama, tetapi biasanya dengan pemberian piutang. Untuk mempercepat penerimaan uang tunai dari kredit, pemilik dapat mentransfer kredit ke perusahaan lain untuk uang tunai.

Alasan pengalihan piutang ke perusahaan lain:

alasan persaingan.
Pemilik dapat menjual kredit karena uang mereka terbatas dan akses ke kredit reguler tidak tersedia atau terlalu mahal.

Setiap upaya untuk mencapai tujuan membawa risiko yang tak terhindarkan. Dalam hal ini, risiko hanya dapat dikendalikan dalam batas yang wajar. Risiko yang terkait dengan penjualan kredit disebut risiko kredit macet.

Menurut Siagian Salim, ia mengklaim: Dan jika perusahaan tidak mendanai kerugian yang timbul dari piutang tak tertagih, berarti perusahaan telah menghitung keuntungannya terlalu tinggi.
risiko utang macet

Risiko kerugian kredit terdiri dari berbagai jenis.

Jika jumlah kredit tidak dapat direalisasikan sama sekali, Anda berisiko tidak membayar tagihan penuh (kredit). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya, mungkin karena pemilihan langganan yang buruk dan perusahaan yang menawarkan kredit kepada pelanggan yang tidak mampu membayar tagihan mereka. Mungkin juga ada stabilitas keuangan dan kondisi status yang tidak pasti di mana kredit tidak dapat dikembalikan.
Risiko tidak terbayarnya sebagian kredit dapat mengakibatkan berkurangnya pendapatan perusahaan dan juga dapat menimbulkan kerugian apabila jumlah kredit yang diterima lebih kecil dari harga pokok penjualan secara kredit.
Risiko keterlambatan pembayaran kredit. Hal ini akan mengakibatkan tambahan dana atau biaya penagihan. Dana tambahan ini akan menimbulkan biaya yang lebih tinggi jika dibiayai dengan pinjaman.
Risiko Tidak Menginvestasikan Modal dalam Kredit Risiko ini muncul karena perputaran kredit yang rendah. Hal ini dapat mengakibatkan banyaknya modal kerja yang tertanam dalam kredit, sehingga menyebabkan modal kerja menjadi tidak produktif.

Baca Juga :   Penanaman Modal

itulah pembahasan mengenai Mengenal Lebih Dalam Tentang Piutang Dagang , semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.