Jenis dan Penyebab Korupsi
Jenis dan Penyebab Korupsi

Jenis dan Penyebab Korupsi

Anams.id – kali ini kita akan membahas mengenai Jenis dan Penyebab Korupsi. untuk mnegetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel berikut dengan baik.

jenis korupsi

Korupsi didefinisikan secara jelas oleh UU No. 2. juncto UU No. 31 Tahun 1999. 20 tahun 2001 dalam pasal tersebut. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, ada 33 jenis perilaku yang dapat diklasifikasikan sebagai suap. Ke-33 galur tersebut diklasifikasikan menjadi 7 kelompok.

  • Korupsi terkait dengan kerusakan keuangan negara
  • Korupsi yang berujung pada suap
  • Korupsi melalui penggelapan kantor
  • Korupsi yang berujung pada pemerasan
  • Korupsi terkait kecurangan
  • Korupsi terkait konflik kepentingan kontrak
  • Korupsi terkait bonus

Menurut Aditjandra, definisi-definisi tersebut dapat digabungkan dan direduksi untuk menghasilkan tiga jenis pola kegagalan (2002: 22-23).

Model korupsi untuk level 1

merupakan suatu bentuk suap (korupsi), yaitu jika inisiatifnya dari pengusaha atau warga negara yang membutuhkan jasa dari seorang birokrat atau pegawai negeri sipil, atau pencabutan kewajiban membayar denda ke Kas Negara, pemerasan (pemerasan) birokrasi atau mencari kompensasi dari pejabat lainnya.

Model korupsi tingkat kedua

Jaringan korupsi (komplotan rahasia) antara birokrat, politisi, aparat penegak hukum dan korporasi dalam posisi khusus. Menurut Aditjandra, dalam bentuk korupsi ini biasanya terdapat mata rantai nepotisme antara berbagai anggota jaringan koruptor, yang jangkauannya dapat mencapai tingkat nasional.

Model kegagalan tingkat ketiga

Korupsi dalam model ini merupakan hasil dari organisasi internasional, dimana posisi penegak hukum pada model korupsi tahap kedua digantikan oleh badan internasional yang berkuasa di bidang bisnis maskapai penerbangan asing, yang produknya terutama dipasok oleh perusahaan-perusahaan besar. Itu terjadi di lingkungan yang bersahabat. Anggota jaringan penyuapan internasional.

penyebab korupsi

Korupsi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pelaku itu sendiri atau yang biasa kita sebut dengan koruptor. Inilah alasannya.

Baca Juga :   Impelmentasi Keragaman

1. Klasik

  • Ketidakhadiran dan kelemahan pemimpin. Kegagalan seorang pemimpin dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya merupakan peluang bagi bawahan untuk melakukan korupsi. Seorang pemimpin yang bodoh mungkin tidak bisa mengendalikan manajemen organisasi, kepemimpinan juga termasuk dalam kelemahan pemimpin ini, butuh kepemimpinan.
  • Kelemahan dalam pendidikan dan etika. Hal ini berkaitan dengan sistem pendidikan dan muatan pendidikan yang ditawarkan. Model pendidikan etika dan moralitas lebih banyak tentang pemahaman teoritis dan kurang tentang perwujudan.
  • kolonialisme dan kolonialisme. Penjajah menjadikan negara ini negara bawahan, lebih memilih untuk menyerah daripada mencoba, selalu berpura-pura menjadi bawahan. Dalam perkembangan bisnis, di sisi lain, mereka lebih cenderung bersembunyi di balik kekuasaan dengan melakukan kolusi dan nepotisme (penjajah). Sifat dan kepribadian tersebut menyebabkan munculnya kecenderungan sebagian orang untuk melakukan korupsi
  • Latar belakang pendidikan rendah. Masalah ini sering menjadi penyebab terjadinya korupsi. Kurangnya keterampilan, kompetensi, dan kemampuan untuk membuka peluang usaha merupakan salah satu bentuk undereducation. Pembatasan ini membuat mereka mencari peluang untuk memanfaatkan posisi mereka. Pendidikan rendah di sini berarti komitmen terhadap pendidikan. Karena pada kenyataannya, rata-rata koruptor memiliki tingkat pendidikan, keterampilan dan keterampilan yang memadai.
  • Keinginan yang berlebihan tanpa refleksi diri tentang kemampuan dan modal seseorang menyebabkan seseorang melakukan apa saja yang dapat mengangkat statusnya untuk memaksimalkan keuntungan.
  • Tidak ada hukuman berat seperti hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pengusiran ke Pulau Nusa Kambangan. Hukuman semacam ini diperlukan untuk menyelesaikan korupsi
    Kurangnya lingkungan yang subur untuk praktik korupsi

2. modern

sumber daya yang terbatas

Penyebab korupsi tergolong modern adalah karena kurangnya sumber daya manusia. Kelemahan bakat memiliki empat komponen:

  • Bagian utama tentang kemampuan seseorang untuk menguasai isu-isu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan.
  • Bagian hati menyangkut komitmen moral setiap anggota bangsa, baik terhadap dirinya sendiri, terhadap bangsa dan kepentingannya, terhadap kepentingan dunia usaha, dan terhadap kepentingan seluruh umat manusia. kepentingan semua pihak.
  • Aspek keterampilan atau kompetensi, yaitu kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
    fisik atau kesehatan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Tidak peduli seberapa berbakat dan ambisius Anda, tanpa kesehatan yang baik untuk mendukungnya, tidak mungkin untuk memenuhi standar pencapaian tujuan.
Baca Juga :   Pengertian Ideologi Pancasila

struktur ekonomi

Di masa lalu, struktur ekonomi yang terkait dengan kebijakan ekonomi dan perkembangannya terjadi secara bertahap. Tidak ada konsep seperti itu sekarang. Hilangkan bukan ganti, jadi semuanya berantakan dan tidak terjamin. Jadi kami juga mengerjakan produk lama yang bagus.

itulah pembahasan mengenai Jenis dan Penyebab Korupsi, semoga bermanfaat***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.