Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

ciri-ciri penyalahgunaan narkoba

Reaksi sebelum penggunaan heroin, dapat terjadi dalam waktu delapan jam setelah injeksi sebelumnya, setidaknya setelah toleransi yang tinggi telah terjadi. Selama beberapa jam berikutnya, individu umumnya mengalami nyeri otot, bersin, berkeringat, robek, dan sering menguap. Gejala ini mirip dengan flu. Dalam waktu 36 jam gejala penarikan akan menjadi sangat parah. Kejang otot yang tidak terkendali, kedutan, kedinginan, kemerahan pada wajah, dan keringat berlebih dapat terjadi. Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Orang kecanduan insomnia, muntah dan diare, gejala ini berlangsung selama 72 jam dan kemudian secara bertahap selama 5 sampai 10 hari.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba

Narkoba adalah musuh nomor satu remaja. Namun, hingga saat ini belum banyak remaja yang mengetahui bahwa narkoba adalah musuh utama. Buktinya, semakin banyak remaja yang terjerumus ke dalam godaan maut narkoba. Ketidaktahuan remaja akan bahaya narkoba sudah menjadi tugas yang sulit bagi orang tua dan anak. guru untuk menjelaskannya. Apalagi sekarang sangat mudah untuk mendapatkan obat-obatan dan pedagangnya selalu terhubung dengan dunia remaja.

Penyebab narkoba disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal:

Faktor internal (dari dalam diri sendiri)

  • Keluarga: Jika hubungan dengan keluarga tidak harmonis (broken house), maka orang tersebut akan mudah merasa putus asa dan frustasi. Akibat lainnya adalah masyarakat akhirnya mencari ganti rugi di luar rumah dengan menjadi konsumen narkoba.
  • Ekonomi: Kesulitan mencari pekerjaan menyebabkan keinginan untuk bekerja sebagai pengedar narkoba. Seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi yang cukup, tetapi kurang mendapat perhatian yang cukup dari keluarga atau masuk ke lingkungan yang salah, lebih besar kemungkinannya untuk terjerumus ke dalam ranah penyalahguna narkoba.
  • Kepribadian: Jika kepribadian seseorang sedang labil, tidak baik, dan mudah dipengaruhi orang lain, maka akan lebih mudah terjerumus ke dalam jurang narkoba.

Faktor eksternal (timbul dari luar diri)

  • Korelasi: Teman sebaya memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk menjatuhkan seseorang ke lembah narkoba, dan biasanya dimulai dengan teman. Apalagi bagi seseorang dengan mentalitas dan karakter yang agak lemah, akan mudah terjerumus ke dalamnya.
  • Komunitas/Masyarakat: Memiliki lingkungan komunitas yang terkendali dan memiliki organisasi yang baik akan mencegah penyalahgunaan narkoba.

Pencegahan bahaya narkoba

Lebih baik untuk pencegahan daripada pengobatan. Mencegah remaja dan orang dewasa dari bahaya narkoba sebenarnya tidak rumit sama sekali, asalkan kita tahu persis apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita hadapi.

Baca Juga :   Jaringan Epitel dan Jaringan Ikat Pada Hewan

Upaya yang dilakukan kelompok remaja/generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA dilakukan melalui tiga metode intervensi, yaitu:

Pencegahan primer

Upaya pencegahan dilakukan sebelum penyalahgunaan terjadi dan biasanya berupa edukasi, kampanye atau sosialisasi tentang bahaya narkoba, maupun intra keluarga dan cara lainnya. tempat umum.

pencegahan sekunder

Cara ini biasanya ditangani oleh institusi profesional di bidangnya yaitu institusi medis seperti klinik, rumah sakit dan dokter. Tahap pencegahan sekunder meliputi: tahap penerimaan awal dengan pemeriksaan fisik dan mental, tahap keracunan dan pengobatan komplikasi medis dengan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada zat adiktif.

profilaksis kelas III

Upaya-upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah digunakan dan yang sedang dalam proses pemulihan terus dilakukan, dan sejak lama upaya ini telah dilakukan oleh lembaga-lembaga terutama klinik rehabilitasi dan kelompok masyarakat yang dibentuk khusus (therapeutic community). Tahap ini dibagi menjadi dua bagian, tahap stabilisasi yang mempersiapkan pengguna untuk kembali ke masyarakat, dan tahap sosial di masyarakat agar mantan pengguna narkoba dapat mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat.

Itulah artikel terkait Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba. semoga bermanfaat***