Berikut Ciri-Ciri Wayang Orang Atau Wayang Wong Serta Tujuannya

Ciri – ciri Wayang Orang“ Wayang Wong”

Nah berikut ini ialah ciri-ciri wayang orang ataupun wayang wong antara lain ialah:

Pertunjukan wayang orang tidak terlepas dari bermacam elemen antara lain semacam gerak tari, kostum penari, irama gamelan, tembang, dialog sampai make up yang kesemuanya menyatu jadi satu pertunjukan seni yang memesona.

Untuk dapat jadi seorang penari Wayang Orang bukan cuma hanya dapat menari tetapi pula wajib mampu menyanyi serta pastinya dalam bahasa Jawa. Dalam menari pula tidak sembarang menari mengikuti irama, Wayang Orang yakni suatu pertunjukan yang penuh dengan ketentuan wayang ialah filosofi kehidupan.

Dalam pertunjukannya, tata krama, etika, sopan santun seluruhnya terdapat dalam Wayang Orang. Contohnya, Gatot Kaca yang gagah serta sakti, watak ini tercermin dalam gerakan tarinya. Pemeran Gatot Kaca yakni ia yang mempunyai angkatan kaki yang besar, mata yang mawas serta tangan yang senantiasa terlentang, tiap gerakan menampilkan kegagahan, tetapi dikala Gatot Kaca berjumpa serta berdialog dengan Arjuna, pamannya Gatot Kaca tidak boleh mengangkat kakinya tinggi- tinggi sebab tidak sopan, disinilah tercantum nilai moral.

Tidak hanya menari ada diskusi yang kadangkala dalam wujud tembang, nembang ataupun menyanyi terdapat 2 tipe ialah yang awal menyanyi tanpa iringan musik yang diucap dengan bhowo ataupun dapat diucap pula sworo lola yang maksudnya suara sendiri, berikutnya greget saut, yang berarti kondisi terdapat emosi yang jelas.

Dalam tariannya ada sebutan wirogo, wiroso, wiromo. Wirogo berarti digerakkan oleh raga“ raga”, Wiroso berarti digerakkan dengan rasa serta wiromo berarti menjajaki irama. Berbeda dengan tarian lain misalnya tarian dangdut yang cuma hanya mengikuti irama saja, menggerakkan tubuh, berbeda dalam tarian wayang, tarian wayang itu tidak hanya bergerak menjajaki irama pula dengan penjiwaan yang mendalam.

Kostum serta make up dalam Wayang Orang seluruhnya tergantung dengan kepribadian tokoh wayang yang diperankan, tiap- tiap kepribadian memiliki karakteristik khas sendiri dari wujud jamang“ mahkota”, aksesorisnya, senjatanya, wujud mata serta lain sebagainya.

Tujuan Serta Guna Wayang Orang“ Wayang Wong”

Ada pula tujuan serta guna pertunjukan wayang orang ataupun wayang wong ialah:

Selaku seni pertunjukan buat mengantarkan nilai- nilai dalam wujud yang simbolis serta konotatif dan estetis.

Selaku tontonan ataupun hiburan.

Ikut melindungi serta menunjang eksistensi kesenian wayang orang.

Dalam perkembangan berikutnya setelah itu memakai penerangan lampu listrik dan memakai perlengkapan pengeras suara( sound system).

Seluruh perlengkapan berperan untuk menyokong pertunjukan, baik buat menerangi ataupun mengendalikan suara dalam pertunjukan tari.

Penyusunan lampu sesungguhnya bukan hanya buat penerangan semata, tetapi pula berperan buat menghasilkan atmosfer yang diinginkan, serta memberi energi hidup pertunjukan secara langsung, ialah dampak cahaya lampu bisa memberi kontribusi pada atmosfer dramatik pertunjukan.

Baca Juga :   Definisi Uang

Serta secara tidak langsung memberi atmosfer/ energi hidup pada busana penari serta peralatan yang lain.

Sebaliknya penyusunan suara bisa dikatakan sukses bila bisa jadi jembatan komunikasi antara

pertunjukan dengan pemirsa, maksudnya pemirsa bisa mendengar dengan baik serta jelas tanpa kendala apapun sehingga terasa aman menikmati pertunjukan tari. Wayang orang ataupun yang aslinya dalam dalam Bahasa Jawa diucap wayang wόng merupakan salah satu tipe teater tradisional Jawa yang ialah gabungan antara seni drama yang tumbuh di Barat dengan pertunjukan wayang yang berkembang serta tumbuh di Jawa.

Tipe kesenian ini pada mulanya tumbuh paling utama di area keraton serta golongan para priyayiJawa. Wayang wόng merupakan suatu pertunjukan seni tari drama serta teater yang mengambil cerita Ramayana serta Mahabarata selaku induk ceritanya. Wayang orang yang digolongkan ke dalam wujud drama seni tari tradisional. Istilah wayang berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti bayangan. Dikenal kalau wayang orang lahir di Mangkunegaran serta Yogyakarta, sebaliknya wayang orang panggung selaku wayang orang komersil memanglah diciptakan diluar keraton.