bentuk-bentuk demokrasi
bentuk-bentuk demokrasi

bentuk-bentuk demokrasi

ANAMS.ID – Menurut Torres, demokrasi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu:

demokrasi formal

Ini mengacu pada demokrasi dalam arti sistem pemerintahan. Hal ini dapat dilihat dalam penerapan demokrasi yang berbeda di berbagai negara. Di suatu negara, misalnya, demokrasi dapat dilaksanakan melalui penerapan sistem presidensial atau sistem parlementer.

sistem presidensial

Sistem presidensial adalah sistem yang menekankan pentingnya pemilihan presiden secara langsung, sehingga presiden terpilih mendapat mandat langsung dari rakyat. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif (kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahan) sepenuhnya berada di tangan presiden. Oleh karena itu, presiden adalah kepala lembaga eksekutif (kepala pemerintahan) dan sekaligus kepala negara (head of state). Sistem demokrasi ini diterapkan di Amerika dan Indonesia.

Sistem parlementer

Sistem parlementer adalah sistem yang menerapkan model hubungan terpadu antara eksekutif dan legislatif. Kepala eksekutif (kepala pemerintahan) berada di tangan perdana menteri. Kepala negara adalah seorang raja, misalnya di Inggris atau beberapa di posisi kepala, misalnya di India.

proses demokrasi

Proses demokrasi dalam hal ini mengacu pada bagaimana proses demokrasi itu dilaksanakan.

Demokrasi perwakilan liberal

Asas demokrasi yang didasarkan pada falsafah negara bahwa manusia adalah makhluk individu yang bebas. Oleh karena itu, dalam sistem demokrasi ini, kebebasan individu merupakan landasan dasar dalam penerapan demokrasi. Gagasan demokrasi yang dikembangkan oleh Hobbes, Locke dan Rousseau adalah bahwa negara dibentuk oleh kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan dalam kehidupan mereka dalam kehidupan sosial dalam keadaan alamiah. Akibatnya, terjadi persekusi antara satu sama lain.

Oleh karena itu, individu-individu dalam masyarakat membentuk aliansi untuk hidup bersama yang disebut negara, dengan tujuan untuk melindungi kepentingan dan hak-hak individu dalam kehidupan masyarakat negara. Atas dasar kepentingan inilah sebenarnya muncul kekuatan uang, yang terkadang mengarah pada despotisme. Berdasarkan realitas problematis inilah muncul gagasan demokrasi perwakilan liberal, dan inilah yang sering dikenal dengan istilah demokrat liberal. Individu dalam suatu negara diarahkan partisipasinya melalui perwakilan yang dipilih melalui proses demokrasi.

Baca Juga :   Pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia

Menurut Held, demokrasi perwakilan liberal adalah reformasi kelembagaan utama untuk mengatasi masalah keseimbangan antara kekuatan koersif dan kebebasan. Namun harus kita sadari bahwa dalam prinsip demokrasi ini, apapun yang dikembangkan melalui lembaga negara selalu merupakan wujud dari perlindungan dan jaminan kebebasan individu dalam kehidupan bernegara. Kebebasan individu rakyat dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial, agama, bahkan anti agama harus dijamin.

Hasil dari penerapan sistem dan prinsip demokrasi ini adalah berkembangnya persaingan bebas, khususnya dalam kehidupan ekonomi sehingga individu yang tidak mampu menghadapi persaingan tersebut akan tenggelam akibatnya. Akibatnya kekuasaan kapitalislah yang menguasai kehidupan bernegara, bahkan berbagai kebijakan negara sangat ditentukan oleh kekuasaan kapitalis.

Demokrasi satu partai dan komunisme

Demokrasi satu partai biasanya diterapkan di negara-negara komunis seperti Rusia, Cina, Vietnam, dll. Kebebasan formal berdasarkan demokrasi liberal akan memperlebar kesenjangan kelas dalam masyarakat, dan pada akhirnya kapitalis yang menguasai negara.

Itulah pembahasan terkait bentuk demokrasi, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.