Apa Yang Dimaksud Dengan Sosiologi Keluarga?

Sosiologi Keluarga

Anams.id Sosiologi keluarga merupakan salah satu bidang dalam ilmu sosiologi yang sangat penting untuk dipelajari. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang.

Sebagai media sosialisasi pertama, keluarga memberikan pengaruh besar dalam membentuk nilai-nilai dan norma dalam kehidupan seseorang.

Keluarga juga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki fungsi vital dalam menjaga kestabilan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Oleh karena itu, studi sosiologi keluarga sangat penting untuk mengetahui dan memahami interaksi sosial yang terjadi dalam keluarga, sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Pengertian Sosiologi Keluarga

Sosiologi keluarga dapat diartikan sebagai kajian ilmu sosial yang membahas tentang interaksi sosial dan masalah-masalah sosial yang terjadi dalam keluarga, yang berkaitan dengan kehidupan dalam masyarakat. Fungsi keluarga dalam masyarakat memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Fungsi Keluarga dalam Masyarakat

Keluarga memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai berikut:

1.Fungsi reproduksi
Keluarga memiliki fungsi untuk mempertahankan dan meneruskan keturunan. Melalui keluarga, generasi baru dapat terbentuk dan dilahirkan ke dunia.

2. Fungsi sosialisasi
Keluarga juga berperan sebagai media sosialisasi pertama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai dalam kehidupan seseorang. Keluarga mengajarkan anak tentang norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

3. Fungsi perlindungan
Keluarga juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi setiap anggota keluarga. Keluarga memberikan rasa aman dan nyaman bagi anggotanya dalam menghadapi berbagai macam masalah dan tantangan dalam hidup.

Baca Juga :   Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara

Pengertian Sosiologi Keluarga Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki definisi dan pandangan yang berbeda-beda mengenai pengertian sosiologi keluarga. Berikut pengertian sosiologi keluarga menurut 3 ahli

Salvicon dan Celis 

Sosiologi keluarga merupakan pembelajaran yang berfokus pada interaksi keluarga dalam peranannya masing-masing, sehingga menimbulkan konsekuesi untuk melindungi kebudayaan melalui keluarga sebagai lembaga di masyarakat.

M Duval

Sosiologi keluarga sebagai ilmu yang mengkaji mengenai aspek kehidupan keluarga secara menyeluruh dalam perubahan sosial di dalam masyarakat.

Sigmund Freud

Sedangkan menurut ahli ini, sosiologi keluarga adalah ilmu yang mempelajari tentang terbentuknya keluarga karena perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang secara sah di mata hukum dan agama serta melakukan peranannya untuk pembentukan generasi melalui perkawinan.

Ruang Lingkup Kajian Sosiologi Keluarga

Dalam studi sosiologi keluarga, terdapat banyak faktor yang memengaruhi hubungan dan dinamika di dalam keluarga, seperti status sosial, agama, gender, dan budaya.

Faktor-faktor ini dapat memengaruhi pola interaksi dan sistem keluarga yang ada. Berikut 2 ruang lingkup kajian sosiologi keluarga:

  1. Pola Hubungan di Keluarga Dalam fungsi sosiologi keluarga, setiap individu saling berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan sosialnya. Interaksi tersebut dapat berupa kerjasama, persaingan, atau pertentangan, yang membentuk pola hubungan di dalam keluarga.
  2. Sistem Keluarga Sistem keluarga memiliki dua tujuan, yaitu secara implisit dan eksplisit. Tujuan implisitnya didasarkan pada siklus hidup keluarga, kepedulian individu anggota keluarga, dan nilai keluarga. Sedangkan tujuan eksplisitnya mencakup organisasi keluarga, seperti pembagian tugas, peran, dan status sosial anggota keluarga.

Ciri- Ciri Kajian Sosiologi Keluarga

1.Berbasis pada Penelitian Empiris dan Analisis

Kajian sosiologi keluarga dibentuk berdasarkan pengalaman dan tindakan masyarakat melalui penelitian empiris dan analisis.

Baca Juga :   Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia

Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan diambil dari kehidupan nyata masyarakat untuk menganalisis pola interaksi dan sistem keluarga yang ada.

2. Berorientasi pada Rasionalitas dalam Berpikir

Sosiologi keluarga mengarahkan pada rasionalitas dalam berpikir karena kajian sosial menghubungkan antara tindakan dengan pikiran yang dimiliki oleh setiap individu.

Dalam kajian ini, setiap individu dianggap sebagai agen yang memiliki kehendak dan kemampuan untuk berpikir secara rasional dalam menjalankan tindakannya.

3. Memiliki Ciri Khas dalam Mengkaji Permasalahan Keluarga

Sosiologi keluarga memiliki kekhususan dalam meninjau permasalahan keluarga yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Kajian ini mencakup berbagai aspek, seperti pola hubungan dalam keluarga, sistem keluarga, peran gender, agama, budaya, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi dinamika keluarga.

Contoh Kajian Sosiologi Keluarga

  1. Keadaan ketika suami dan istri memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri pernikahan mereka.
  2. Kurangnya perhatian dari orang tua juga dapat menyebabkan kenakalan pada remaja.
  3. Peran ibu dapat lebih dominan dalam keluarga karena ia memiliki pekerjaan yang tetap, sedangkan ayah mungkin memiliki pekerjaan yang lebih tidak stabil.
  4. Konflik antara saudara dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat dalam pembagian harta warisan yang dirasa tidak adil.
  5. Keberadaan pihak ketiga dalam hubungan suami-istri dapat menyebabkan konflik rumah tangga dan pada akhirnya memicu perceraian.
  6. Sifat otoriter seorang ayah dapat membentuk kepribadian anak menjadi tidak percaya diri atau bahkan keras kepala.
  7. Pertengkaran antara kakak dan adik saat menonton televisi dan memiliki acara favorit yang berbeda dapat memicu konflik kecil dalam keluarga.

Dalam kajian sosiologi keluarga, kita belajar tentang berbagai dinamika yang terjadi dalam keluarga dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kehidupan individu dan masyarakat secara luas.

Baca Juga :   Konsep, Bentuk dan Ciri Ketahanan Nasional

Demikian penjelasan kami tentang materi sosiologi keluarga, semoga kalian memahami bab ini dan semoga kalian bisa mengambil hikmahnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *