Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik dari Struktur dan Fungsinya

anams.id – Sel Prokariotik dan Eukariotik adalah dua jenis sel yang terdapat pada organisme hidup. Kedua jenis sel ini memiliki perbedaan dalam hal struktur, fungsi, dan cara reproduksi. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai Sel Prokariotik dan Eukariotik, serta struktur dan fungsi masing-masing sel.

Sel Prokariotik

Sel Prokariotik adalah sel yang memiliki struktur sederhana dan tidak memiliki inti sel (nukleus) yang jelas. Sel ini dapat ditemukan pada bakteri dan archaea. Sel Prokariotik memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel Eukariotik.

Jenis-Jenis Sel Prokariotik

Sel Prokariotik dibagi menjadi dua jenis, yaitu bakteri dan archaea. Bakteri adalah jenis sel prokariotik yang ditemukan pada lingkungan yang beragam, seperti tanah, air, dan tubuh manusia. Archaea adalah jenis sel prokariotik yang ditemukan pada lingkungan yang ekstrem, seperti air panas, danau asam, dan mata air panas.

Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik

Sel Prokariotik memiliki struktur yang sederhana dan tidak kompleks. Sel ini memiliki dinding sel yang berfungsi untuk melindungi sel dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Sel Prokariotik juga memiliki membran sel yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan ion dan molekul di dalam sel.

Di dalam sel Prokariotik, terdapat DNA yang terletak di dalam nukleoid. DNA ini tidak dibungkus oleh membran inti seperti pada sel Eukariotik. Sel Prokariotik juga memiliki ribosom yang berfungsi untuk membuat protein.

Sel Prokariotik memiliki banyak fungsi, antara lain untuk menghasilkan energi, menghasilkan zat-zat kimia penting, seperti enzim dan vitamin, serta melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus.

Reproduksi Sel Prokariotik

Sel Prokariotik dapat bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Pembelahan biner merupakan proses pembelahan sel menjadi dua sel baru dengan ukuran yang sama. Proses ini sangat cepat dan efektif sehingga sel Prokariotik dapat bereproduksi dengan cepat.

Baca Juga :   Mempelajari Flagellata Karakteristik dan Peran dalam Rantai Makanan

Cara Gerak Sel Prokariotik

Sel Prokariotik dapat bergerak dengan cara flagela atau pilus. Flagela merupakan sebuah serat yang dapat berputar dan menghasilkan gerakan yang cepat. Pilus merupakan sebuah serat yang lebih pendek dan lebih banyak digunakan untuk bergerak di permukaan atau untuk menempel pada permukaan.

Sel Eukariotik

Sel eukariotik adalah jenis sel yang memiliki membran inti atau nukleus yang menyimpan materi genetik. Selain itu, sel eukariotik memiliki organel-organel yang berfungsi untuk menjalankan berbagai macam proses di dalam sel. Berikut ini adalah penjelasan lebih detail mengenai struktur dan fungsi sel eukariotik.

Struktur Sel Eukariotik

Sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan sel prokariotik. Sel eukariotik memiliki membran inti yang memisahkan materi genetik dari sitoplasma. Membran inti ini memiliki pori-pori yang memungkinkan molekul-molekul tertentu masuk atau keluar dari inti.

Sel eukariotik juga memiliki organel-organel seperti mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, Golgi, lisosom, dan badan peroksisom. Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat produksi energi seluler dalam bentuk ATP melalui respirasi seluler. Ribosom adalah organel yang berfungsi dalam sintesis protein. Retikulum endoplasma terbagi menjadi dua jenis, yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH). REK berfungsi dalam sintesis protein dan REH berfungsi dalam pembentukan lipid dan metabolisme karbohidrat. Golgi adalah organel yang berfungsi dalam penyimpanan, modifikasi, dan pengiriman protein ke tempat yang tepat di dalam sel. Lisosom adalah organel yang berfungsi dalam pencernaan intraseluler dan penguraian material seluler yang tidak dibutuhkan. Badan peroksisom adalah organel yang berfungsi dalam detoksifikasi racun dan penguraian asam lemak.

Sel eukariotik juga memiliki sitoskeleton, yaitu jaringan serat protein yang terdiri dari mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediate. Sitoskeleton berfungsi dalam menjaga bentuk sel, gerakan sel, dan mengatur distribusi organel dalam sel.

Baca Juga :   Situasi terbaik terumbu karang serta ancaman terumbu karang

Fungsi Sel Eukariotik

Sel eukariotik memiliki berbagai macam fungsi yang kompleks. Berikut ini adalah beberapa fungsi sel eukariotik yang paling penting.

  1. Pembentukan dan Pengaturan Struktur Sel

Sitoskeleton berfungsi dalam membentuk dan menjaga struktur sel. Mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediate bekerja sama untuk membentuk jaringan serat protein yang kuat. Sitoskeleton juga berfungsi dalam gerakan sel, seperti selama pembelahan sel dan gerakan sel untuk mencapai sumber nutrisi.

  1. Produksi Energi

Mitokondria adalah organel yang berfungsi dalam produksi energi seluler dalam bentuk ATP melalui respirasi seluler. Mitokondria menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan semua proses di dalam sel.

  1. Sintesis Protein

Ribosom adalah organel yang berfungsi dalam sintesis protein. Proses sintesis protein terjadi pada ribosom di REK. Setelah sintesis protein selesai, protein akan dikirim ke Golgi untuk dimodifikasi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *