Perbedaan dan Contoh Organisme Autotrof dengan Organisme Heterotrof

anams.id – Makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu autotrof dan heterotrof. Organisme autotrof adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri menggunakan energi matahari. Sedangkan, organisme heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus mengambil makanan dari organisme lain.

Organisme Autotrof

Organisme autotrof adalah makhluk hidup yang mampu membuat makanannya sendiri dengan menggunakan energi matahari. Proses ini disebut fotosintesis. Fotosintesis terjadi ketika organisme autotrof menggunakan sinar matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi glukosa (gula). Contoh organisme autotrof adalah tumbuhan dan bakteri fotosintesis.

Tumbuhan merupakan contoh organisme autotrof yang paling dikenal. Tumbuhan menggunakan klorofil dalam daunnya untuk menangkap energi matahari dan melakukan fotosintesis. Contoh tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis antara lain padi, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran.

Bakteri fotosintesis juga termasuk organisme autotrof. Contohnya, bakteri hijau dan bakteri ungu. Bakteri hijau dan bakteri ungu mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan, tetapi tidak memerlukan klorofil untuk melakukannya. Bakteri hijau dan bakteri ungu menggunakan pigmen lain untuk menangkap energi matahari.

Organisme Heterotrof

Organisme heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus mengambil makanan dari organisme lain. Organisme heterotrof bergantung pada organisme autotrof atau organisme heterotrof lain untuk memperoleh makanan. Contoh organisme heterotrof antara lain manusia, hewan, dan jamur.

Jenis-Jenis Organisme Heterotrof

Organisme heterotrof dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu karnivora, herbivora, dan omnivora.

  1. Karnivora adalah organisme heterotrof yang memakan daging atau hewan lain sebagai makanannya. Contoh hewan karnivora antara lain singa, harimau, dan buaya.
  2. Herbivora adalah organisme heterotrof yang memakan tumbuhan sebagai makanannya. Contoh hewan herbivora antara lain sapi, kambing, dan kelinci.
  3. Omnivora adalah organisme heterotrof yang memakan segala jenis makanan, baik tumbuhan maupun hewan. Contoh hewan omnivora antara lain manusia, beruang, dan babi.
Baca Juga :   Pengertian dan Jenis-jenis Simbiosis dalam Lingkungan Hidup

Contoh Tumbuhan yang Dapat Membuat Makanan Sendiri

Tumbuhan adalah contoh organisme autotrof yang paling dikenal. Beberapa contoh tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis antara lain:

  1. Padi: Padi adalah tumbuhan yang banyak ditanam di seluruh dunia. Padi membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis dan memproduksi beras.
  2. Jagung: Jagung adalah tumbuhan yang banyak digunakan sebagai bahan pangan di seluruh dunia. Jagung juga mengandung banyak nutrisi dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat makanan lainnya.
  3. Kacang-kacangan: Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah adalah sumber protein yang penting dalam makanan manusia. Kacang-kacangan dapat tumbuh di berbagai kondisi dan mudah ditanam di berbagai tempat.
  4. Sayuran: Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Sayuran juga kaya akan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh manusia.

Makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu autotrof dan heterotrof. Organisme autotrof adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri menggunakan energi matahari, sedangkan organisme heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus mengambil makanan dari organisme lain.

Contoh tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis antara lain padi, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran. Sedangkan contoh organisme heterotrof antara lain manusia, hewan, dan jamur. Mempelajari tentang jenis-jenis makhluk hidup ini dapat membantu kita untuk lebih memahami kehidupan di bumi dan menjaga keseimbangan ekosistem.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *