Penjelasan Taksonomi Tumbuhan Berdasarkan Ciri Morfologi, Anatomi, dan Genetiknya

anams.id – Taksonomi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu botani yang mempelajari tentang klasifikasi dan pengelompokan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi, anatomi, dan genetiknya. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang klasifikasi taksonomi tumbuhan, dan beberapa divisi seperti Divisi Chlorophyta, Divisi Phaeophyta, Divisi Rhodophyta (ganggang merah), dan Fungi (jamur, cendawan) serta perkembangbiakan dari masing-masing kelompok tersebut.

Klasifikasi Tumbuhan

Klasifikasi tumbuhan adalah proses pengelompokan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi, anatomi, dan genetiknya. Pengelompokan dilakukan dalam beberapa tingkat taksonomi, yaitu kerajaan, divisi, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies. Dalam klasifikasi tumbuhan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya kemiripan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, klasifikasi tumbuhan sangat penting untuk mempermudah dalam mengidentifikasi tumbuhan.

Divisi Chlorophyta

Divisi Chlorophyta atau ganggang hijau adalah kelompok tumbuhan yang tergolong dalam protista. Kelompok ini memiliki klorofil a dan b yang memungkinkan untuk melakukan fotosintesis. Ganggang hijau memiliki berbagai bentuk tubuh, seperti uniseluler, koloni, filamen, atau tubuh yang terdiferensiasi. Contoh ganggang hijau adalah Spirogyra, Chlamydomonas, dan Volvox.

Divisi Phaeophyta

Divisi Phaeophyta atau ganggang coklat adalah kelompok tumbuhan yang tergolong dalam protista. Kelompok ini memiliki klorofil a dan c yang memungkinkan untuk melakukan fotosintesis. Ganggang coklat memiliki tubuh thallus yang dapat berkembang menjadi tubuh besar seperti tumbuhan. Contoh ganggang coklat adalah Fucus dan Laminaria.

Divisi Rhodophyta

Divisi Rhodophyta atau ganggang merah adalah kelompok tumbuhan yang tergolong dalam protista. Kelompok ini memiliki pigmen fikoeritrin yang memberikan warna merah atau biru pada tubuhnya. Ganggang merah memiliki bentuk tubuh yang beragam, seperti uniseluler, filamen, atau tubuh yang terdiferensiasi. Contoh ganggang merah adalah Gracilaria dan Porphyra.

Baca Juga :   Iniloh Ciri, Habitat Dan Peranan Annelida yang Unik untuk Dipelajari

Fungi

Fungi atau jamur adalah kelompok organisme eukariotik yang tergolong dalam kerajaan Fungi. Jamur memiliki tubuh yang terdiri dari hifa, yaitu filamen tipis yang bercabang-cabang. Hifa dapat membentuk miselium yang menyerupai jaring-jaring yang dapat menyebar ke seluruh substrat. Jamur memiliki berbagai bentuk tubuh, seperti kapang, khamir, dan jamur penghasil buah. Contoh jamur adalah Aspergillus, Candida, dan Agaricus.

Fungi, yang juga dikenal sebagai jamur atau cendawan, adalah salah satu kelompok organisme eukariotik yang paling penting. Kelompok ini terdiri dari berbagai jenis, dari yang sangat kecil hingga yang besar seperti jamur kuping atau jamur tiram. Jamur sangat penting dalam ekologi dan lingkungan, serta memiliki banyak manfaat bagi manusia.

Klasifikasi Fungi

Fungi diklasifikasikan ke dalam kerajaan tersendiri, yaitu Kingdom Fungi. Kingdom ini terdiri dari berbagai divisi, seperti Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Setiap divisi memiliki ciri khas dan spesies yang berbeda-beda.

Divisi Zygomycota

Divisi Zygomycota terdiri dari jamur-jamur yang memiliki hifa tanpa sekat dan membentuk zigot sebagai hasil dari perkawinan seksual. Beberapa contoh jamur dalam divisi ini adalah Rhizopus dan Mucor. Rhizopus merupakan jamur yang banyak ditemukan di tanah dan dapat menginfeksi sayuran dan buah-buahan yang sudah rusak. Sementara itu, Mucor merupakan jamur yang dapat tumbuh di makanan yang sudah busuk atau tercemar.

Divisi Ascomycota

Divisi Ascomycota terdiri dari jamur yang memiliki hifa bersel-sekat dan membentuk askus sebagai wadah pembentukan spora. Beberapa contoh jamur dalam divisi ini adalah jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan jamur kuping (Auricularia auricula-judae). Jamur ragi digunakan dalam pembuatan roti, bir, dan anggur, sementara jamur kuping biasanya digunakan dalam masakan Asia.

Baca Juga :   Pembelahan Meiosis, Proses Pembentukan Sel-Sel Reproduksi pada Organisme Eukariotik

Divisi Basidiomycota

Divisi Basidiomycota terdiri dari jamur yang memiliki hifa bersel-sekat dan membentuk basidium sebagai wadah pembentukan spora. Beberapa contoh jamur dalam divisi ini adalah jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan jamur merang (Volvariella volvacea). Jamur tiram dan jamur merang sering digunakan sebagai bahan makanan dan memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Divisi Deuteromycota

Divisi Deuteromycota terdiri dari jamur-jamur yang belum ditemukan tahap reproduksi seksualnya. Beberapa contoh jamur dalam divisi ini adalah Penicillium dan Candida. Penicillium digunakan dalam produksi antibiotik dan bahan makanan seperti keju, sedangkan Candida dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Perkembangbiakan Fungi

Fungi memiliki berbagai cara perkembangbiakan, seperti perkembangbiakan aseksual dan seksual.

Perkembangbiakan Aseksual

Perkembangbiakan aseksual pada fungi dilakukan dengan pembentukan spora yang kemudian tumbuh menjadi individu baru. Spora dapat dibentuk oleh sel-sel tubuh (misalnya pada jamur ragi) atau oleh struktur khusus seperti konidia (misalnya pada Penicillium).***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *