MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG TEORI AKUNTANSI
MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG TEORI AKUNTANSI

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG TEORI AKUNTANSI

ANAMS.ID – Menurut beberapa ahli teori akuntansi, terdapat karakteristik yang berperan penting dalam penyusunan kebijakan akuntansi. Selain itu, setiap kerangka umum terstruktur memiliki prinsip atau metode yang logis dan saling terkait. Teori akuntansi juga memberikan penjelasan tentang praktik akuntansi dan harus mampu menjelaskan dan menyikapi semua fenomena yang ada dalam penerapan praktik akuntansi.

Selain itu, harus mencakup semua literatur akuntansi dan menawarkan pendekatan yang berbeda. Fungsi lainnya adalah kemampuan untuk memprediksi, merencanakan dan menemukan fenomena dan kejadian akuntansi yang tidak dapat diketahui secara pasti. Prinsip-prinsip akuntansi kemudian dapat diperiksa, divalidasi dan disusun.

Bagaimana membangun teori akuntansi

Untuk merumuskan suatu teori diperlukan suatu metode perumusan. Belkaoui dan Godfrey mencatat bahwa ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk merumuskan teori akuntansi.

Cara menulis yang “praktis”

Dengan cara ini, akuntansi dipandang sebagai seni yang tidak dapat dirumuskan. Metode merumuskan akuntansi adalah untuk menjelaskan atau menggambarkan dan menganalisis praktik yang ada dan saat ini diterima.

Metode psikologis praktis

Metode ini melihat reaksi pengguna laporan keuangan terhadap hasil akuntansi yang dihasilkan oleh berbagai standar, prinsip, pedoman, atau peraturan. Juga disebut akuntansi perilaku.

Metode normatif (1950-1960)

Metode ini menganggap akuntansi sebagai aturan preskriptif yang harus diikuti terlepas dari apakah akuntansi dipraktikkan atau diterapkan saat ini.

Hukum Positif (1970)

Metode dimulai dengan metode ilmiah yang diterima secara umum yang saat ini dipraktikkan. Berdasarkan teori akuntansi positif ini, pertanyaan penelitian dibuat untuk mengamati fenomena dunia nyata yang tidak termasuk dalam teori.

Pembentukan Teori Akuntansi di Indonesia

Selama ini Indonesia belum berusaha mengembangkan teori dan standar akuntansi sendiri. Kami masih menggunakan teori dan standar akuntansi AS, atau yang terbaru dari IASC (Komite Standar Akuntansi Internasional), sebagai dasar pengembangan akuntansi di negara itu. Prinsip Akuntansi Keuangan dan Pernyataan Standar Audit terus mengadopsi atau menerjemahkan standar Amerika atau IASC atau pedoman dengan berbagai perubahan kecil.

Baca Juga :   MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG EKUITAS

Inisiatif baru oleh para profesional akuntansi adalah pengembangan prinsip akuntansi untuk Indonesia, tetapi dasar-dasar teori akuntansi belum tersentuh. Dalam pidatonya di Steel Building (1991), Belkaoui mengemukakan bahwa setiap negara, termasuk Indonesia, memiliki teori akuntansinya sendiri-sendiri. Menurutnya, teori akuntansi muncul dari kondisi, lingkungan, kondisi ekonomi dan sosial yang ada di suatu negara yang jelas berbeda dengan negara lain. Oleh karena itu, tidak tepat menggunakan teori akuntansi yang berasal dari negara lain yang keadaan dan kondisinya berbeda.

Menurut penulis buku ini, itu jelas ideal, dan itu tidak mungkin dalam jangka pendek. Tapi pada dasarnya, kita perlu membuat agenda untuk sampai ke sana. Oleh karena itu, peneliti akuntansi, pemerintah, departemen ekonomi, dan kantor akuntan harus merenungkan secara mendalam masalah ini dan fokus pada berbagai studi akuntansi.

Sebelum hal ini dapat dicapai, para ahli dan pemerintah harus mencoba merumuskan teori dan standar akuntansi untuk Indonesia yang disarikan dari situasi kita.Teori akuntansi dapat digunakan sebagai landasan atau panduan untuk merumuskan teori-teori kita atau mengisi teori-teori yang kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published.