Mengenal Dampak NAPZA

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait Mengenal Dampak NAPZA
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Mengenal Dampak NAPZA” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Mengenal Dampak NAPZA” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Dampak NAPZA

Efek negatif NAPZA

Jika obat tersebut digunakan secara terus menerus atau melebihi dosis yang telah ditentukan sebelumnya, maka akan menimbulkan ketergantungan. Kecanduan ini berujung pada gangguan fisik dan psikis sebagai akibat rusaknya sistem saraf pusat dan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Pengaruh penyalahgunaan narkoba terhadap seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang digunakan, kepribadian pemakainya, dan kondisi atau kondisi pemakainya. Secara umum, pengaruh kecanduan narkoba dapat dilihat pada aspek fisik, psikologis dan sosial seseorang.

efek fisik:

  • Gangguan pada sistem saraf (saraf) seperti: kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.
  • Gangguan kardiovaskular (kardiovaskular) seperti: miokarditis akut, gangguan peredaran darah
  • Gangguan kulit (dermatologis) seperti : abses (abses), alergi, eksim.
  • Gangguan pada paru-paru (pulmonary) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesulitan bernapas, pengerasan jaringan paru-paru.
  • Sering sakit kepala, mual dan muntah, tikus, suhu tubuh tinggi, frustasi dan sulit tidur.
  • Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan endokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), gangguan fungsi seksual.
  • Dampak terhadap kesehatan reproduksi remaja antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenore (tidak menstruasi).
  • Bagi pengguna narkoba jarum suntik, terutama jarum suntik bersama, berisiko tertular penyakit seperti hepatitis B dan C serta HIV yang saat ini belum ada obatnya.
  • Penyalahgunaan zat bisa berakibat fatal bila terjadi overdosis, yaitu konsumsi obat di luar kemampuan tubuh untuk menerimanya. Overdosis dapat menyebabkan kematian.

Efek psikologis:

  • Kerja lambat, kerja sembrono, sering tegang dan bergejolak.
  • Kehilangan kepercayaan diri, apatis, melamun, penuh keraguan.
  • Perilaku agresif, ganas dan brutal.
  • Sulit berkonsentrasi, merasa marah dan depresi.
  • Kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, perasaan tidak aman, dan bahkan bunuh diri.

Dampak sosial:

  • Gangguan jiwa, antisosial dan bejat, dijauhi oleh lingkungan.
  • Mengganggu dan memberatkan keluarga.
  • Pendidikan terganggu dan masa depan suram.
  • Dampak fisik, psikologis dan sosial sangat erat kaitannya. Ketergantungan fisik akan menyebabkan rasa sakit yang parah
  • Tidak biasa (sakao) ketika ada penurunan obat (tidak minum obat tepat waktu) dan dorongan psikologis
    Berupa keinginan yang sangat kuat untuk mengkonsumsi (gaul menyarankan). Gejala-gejala ini bersifat fisik dan psikologis
  • Hal ini juga terkait dengan fenomena sosial seperti keinginan untuk berbohong kepada orang tua, mencuri, marah, memanipulasi, dll.
Baca Juga :   Pengertian Genetika Menurut Para Ahli

Efek positif dari NAPZA

Selain efek negatifnya bagi manusia, ternyata obat-obatan juga memiliki efek positif, terutama bagi kesehatan manusia. Namun jika digunakan dengan benar dan sesuai anjuran dokter, terutama untuk menyelamatkan nyawa dan membantu pengobatan, obat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut ini adalah efek obat positif dari obat:

  • Opioid
    Opiat atau opium telah digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk mencegah batuk dan diare.
  • kokain
    Erythroxylon (kokain) daun tanaman coca biasanya dikunyah untuk efek stimulan, seperti meningkatkan stamina dan stamina serta mengurangi kelelahan.
  • Ganja (Ganja/Siming)
    Orang zaman dahulu menggunakan tanaman rami sebagai bahan pembuatan sachet karena serat yang dihasilkannya sangat kuat. Biji rami juga digunakan sebagai bahan untuk membuat minyak.

Itulah artikel terkait Mengenal Dampak NAPZA. semoga bermanfaat***