Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Jaringan Otot

Jaringan otot terdiri dari sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi bila dirangsang oleh impuls saraf. Jaringan otot tersusun dalam susunan paralel dalam sitoplasma, dan serat otot adalah sejumlah besar filamen halus yang tersusun dari protein kontraktil aktin dan miosin. Otot adalah jaringan yang paling melimpah pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang membutuhkan energi pada hewan yang aktif (Neil A Champbell, 2004:9).

Fungsi jaringan otot adalah sebagai alat gerak aktif. Jaringan otot dapat melakukan fungsi ini karena memiliki kemampuan untuk memendek saat berkontraksi dan memanjang saat rileks. Kontraksi otot terjadi pada saat otot melakukan suatu aktivitas, sedangkan relaksasi otot terjadi pada saat otot dalam keadaan istirahat.

Dengan demikian, otot terdiri dari 3 kepribadian:

  • Kontraktilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek dan menjadi lebih pendek dari ukuran aslinya, hal ini terjadi ketika otot sedang aktif melakukan.
  • Extensibility, yaitu kemampuan otot untuk meregang dan menjadi lebih panjang dari ukuran aslinya.
  • Fleksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula.

Jaringan Saraf

Jaringan saraf sebagai jaringan komunikasi. Jaringan saraf mengkhususkan diri dalam menerima rangsangan dan mengirimkan impuls ke seluruh bagian tubuh. Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf atau neuron. Neuron terdiri dari badan sel dengan banyak cabang.

Ini adalah cabang yang menghubungkan satu neuron ke neuron lainnya. Jaringan saraf terdiri dari dua jenis sel, neuron dan neuron. Neuron adalah unit struktural dan fungsional jaringan saraf. Secara anatomis, sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (serabut saraf dan kelompok sel saraf yang disebut ganglia) (Ethel Sloane, 2004: 81).

Fungsi jaringan saraf adalah untuk mengatur organ atau organ tubuh agar terjadi keselarasan dalam bertindak, menerima dan mengkomunikasikan rangsangan sehingga dapat dengan cepat mendeteksi kondisi dan perubahan yang terjadi di sekitarnya dan tersusun atas sel-sel yang disebut neuron (saraf). sel) dan neuroglia (neuron). sel pendukung).

Penjelasan masing-masing saraf:

Dendrit adalah proyeksi pendek dari sitoplasma yang muncul dari badan sel. Dendrit umumnya bercabang. Dendrit membawa impuls ke badan sel.

Badan sel yang didalamnya terdapat nukleus atau inti sel. Badan sel adalah bagian dari neuron yang mengandung sitoplasma dan inti sel. Inti sel berwarna pucat, dan mengandung inti anak (nukleolus). Setiap stimulus akan diangkut ke badan sel oleh dendrit.

Baca Juga :   Ciri-ciri Penyalahgunaan Narkoba dan Pencegahan bahaya narkoba

Akson adalah proyeksi panjang atau tunggal dari serat sitoplasma yang keluar dari badan sel. Akson menghantarkan impuls dari badan sel ke neuron lain.

Sel Schwann adalah sel saraf yang membentuk selubung lemak di sekitar serabut saraf bermielin atau sel pendukung akson. Sel Schwann membantu regenerasi akson yang rusak.

Selubung mielin adalah lapisan fosfolipid yang mengelilingi akson dari banyak neuron. Fungsi mielin adalah untuk melindungi rasa dan memberi nutrisi.
Ganglia Ranvier adalah bagian akson yang tidak dilapisi mielin. Node Ranvier mempercepat konduksi impuls.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf (neuron) dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Neuron sensorik adalah neuron yang menyalurkan impuls atau rangsangan dari organ rangsang (reseptor) ke sistem saraf pusat, yaitu otak (otak) dan sumsum tulang belakang (spinal cord).
  • Neuron motorik adalah neuron yang mengirimkan impuls atau rangsangan dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang menyebabkan tubuh merespon rangsangan.

Itulah artikel terkait Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan. semoga bermanfaat***