Gerak Parabola

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Gerak Parabola”

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Gerak Parabola” agar supaya bermanfaat bagi pembaca

Simak artikel “Gerak Parabola” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Gerak parabola

Perumpamaan gerak (gabungan GLB dan GLBB) Perumpamaan gerak adalah gerak yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang mendatar. Dalam gerak perumpamaan, menghindari minimal, dan satu-satunya gaya yang bekerja adalah gravitasi atau perceatan gravitasi.

Gerak yang lintasannya berbentuk perumpamaan disebut perumpamaan. Contoh perumpamaan gerak umum adalah gerak bandage yang dilempar ke atas membentuk sudut terhadap tanah. Gerak ekuivalen dapat dilihat dalam dua arah, yaitu arah vertikal (sumbu y) yang merupakan gerak lurus beraturan variabel (GLBB), dan arah horizontal (sumbu x) yang merupakan gerak lurus beraturan (GLB). Siapapun SMA yang mempelajari fisika kinetik, tentu masih ingat perumpamaan gerak. Biasanya pertanyaan yang paling sering digunakan pada ujian adalah jarak dan maksimum benda yang dilempar. Tetapi bagaimana jika pertanyaannya adalah berapa panjang maksimum yang dapat dicapai suatu benda?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menuliskannya dalam sebuah makalah sederhana. Ini adalah kutipan dari artikel yang saya dapatkan dari Internet. Dalam analisis gerak ekuivalen, sering dipertimbangkan bagaimana cara mendapatkan jarak maksimum. Rumusnya adalah untuk mengatur arah kecepatan pada sudut terhadap sumbu horizontal.

Gerak ekuivalen / gerak peluru adalah jenis gerak tubuh yang awalnya kecepatan awal dan kemudian bergerak dalam lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi.

Karena gerak termasuk dalam topik kinematika (fisika yang membahas gerak benda tanpa mempersoalkan penyebab), penyebab dalam pembahasan ini gaya diabaikan sebagai gaya gesek yang menghali. perban gerak. Kami membayangkan gerakan tubuh hanya setelah memberi kami kecepatan awal dan bergerak dari kurva melengkungkan mana hanya ada efek gravitasi.

Mengapa gerakan peluru disebut? Kata peluru disini hanya sebagai istilah, bukan peluru untuk pistol, senapan, atau senjata lainnya. peluru pergerakan disebut karena jenis gerakan ini mungkin mirip dengan peluru yang ditembakkan.

Gerak Parabola Secara Sistematis

Pada topik gerak lurus, GLB dan GLBB telah membahas tentang gerak benda satu dimensi, baik perpindahan, kecepatan maupun percepatan. Kali ini kita mempelajari gerak 2D dekat permukaan bumi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Anda menonton pertandingan sepak bola? Meski hanya dari TV. Pergerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak bola membuat melengkung. Mengapa bola bergerak seperti ini?

Selain gerakan sepak bola, masih banyak contoh gerakan ekuivalen yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya gerakan bola flight, bola basket, bola tenis, bom yang diterapkan seperti gerakan parabola, contoh lain yang bisa kita temukan sendiri. Jika diamati dengan cermat, perban yang melakukan gerak ekuivalen selalu memiliki lintasan berbentuk busur. Organisme yang bergerak seperti gerakan perarabola dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Tubuh bergerak karena pengaruh gaya. Kekuatan Pada kesempatan ini, tidak dijelaskan bagaimana benda-benda ini dilempar, ditendang dan umumnya memberi kekuatan. Kita tidak melihat gerakan tubuh sampai setelah dilempar dan bergerak bebas dari udara hanya dengan pengaruh gravitasi gravitasi.
  • Seperti pada gerak jatuh, bandage yang melakukan parabola dipengaruhi oleh gravitasi, yang mengarah ke bawah menuju pusat bumi dengan volume g = 9,8 m / s2.
  • Tahanan udara atau terjadi. Setelah benda diberi kecepatan awal untuk bergerak, gerakan selanjutnya bersandar pada gravitasi atau mengatasi hambatan udara. Karena kita menggunakan model yang sempurna, dalam menganalisis gerakan parabola, selalu memiliki efek pada gravitasi.
Baca Juga :   Pengertian Fisika

Menurut Galileo
Menurut Galileo’sGerak peluru menurut lintasan

Pergerakan peluru menurut perumpamaan gerak, sehingga gerakan disebut juga dengan perumpamaan gerak. Untuk dapat menganalisis sebagian besar gerak ekuivalen, terlebih dahulu harus memahami konsep GLB dan GLBB. Ilustrasi gerak parabel ini merupakan komponen gerak tubuh pada sumbu vertikal dan horizontal.

Itulah pembahasan terkait gerak parabola. semoga bermanfaat***