GEOGRAFI KELAS 10 : 5 Klasifikasi Iklim Secara Global

GEOGRAFI KELAS 10 : 5 Klasifikasi Iklim Secara Global

Anams.id Indonesia dikenal sebagai negara dengan iklim tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan dalam setahun.

Namun, jika Anda memilih untuk tinggal di Jepang selama setahun, pengalaman yang Anda dapatkan akan jauh berbeda. Selain menikmati keindahan Gunung Fuji dan Universal Studio Jepang, Anda juga akan merasakan empat musim yang berbeda.

Jepang memiliki iklim subtropis, sehingga Anda akan merasakan musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin selama setahun tinggal di sana.

Ada berbagai macam klasifikasi iklim di dunia yang terdiri dari beberapa jenis. Jika Anda belum mengetahuinya, berikut adalah penjelasan tentang klasifikasi tipe iklim dan pola iklim global.

Pengertian Iklim dan Cuaca

Perlu diketahui bahwa iklim dan cuaca memiliki perbedaan. Iklim adalah pola cuaca rata-rata dalam jangka waktu yang relatif lama dan wilayah yang luas,

Sedangkan cuaca adalah keadaan udara yang terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat dan wilayah yang sempit.

Dalam iklim, rentang waktu yang panjang dan wilayah yang luas memungkinkan iklim dikenali dan dikelompokkan dengan mudah.

Oleh karena itu, terdapat beberapa klasifikasi iklim yang digunakan secara global, antara lain:

  1. Iklim Matahari
  2. Iklim Koppen
  3. Iklim Junghuhn
  4. Iklim Schmidt-Ferguson
  5. Iklim Oldeman

5 Klasifikasi Iklim Secara Global

Klasifikasi tipe iklim memiliki fungsi dan kegunaan yang penting dalam memahami iklim di Bumi. berikut merupakan 5 iklim yang digunakan secara global

1.Iklim Matahari
Iklim Matahari adalah jenis klasifikasi iklim yang didasarkan pada jumlah panas matahari yang diterima oleh Bumi.

Baca Juga :   Mengenal Taman Hutan Raya: Fungsi dan Keuntungannya untuk Kita Semua

Menurut klasifikasi ini, iklim Bumi dibagi menjadi empat tipe yaitu tropis, subtropis, sedang, dan dingin.

Contohnya, perbedaan iklim antara Jepang dan Indonesia dapat dijelaskan dengan menggunakan klasifikasi Iklim Matahari. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing tipe iklim.

2. Iklim Koppen
Iklim Koppen adalah jenis klasifikasi iklim yang didasarkan pada rata-rata curah hujan dan temperatur di suatu daerah. Klasifikasi ini terdiri dari lima tipe dan masing-masing tipe memiliki simbol huruf yang berbeda.

Iklim Koppen adalah klasifikasi iklim yang paling detail dan berguna untuk memahami iklim di daerah-daerah yang memiliki perbedaan yang signifikan dalam curah hujan dan suhu. Berikut adalah klasifikasi iklim Koppen:

3. Iklim Junghuhn
Klasifikasi iklim Junghuhn didasarkan pada ketinggian dan vegetasi di suatu daerah. Klasifikasi ini jarang digunakan dan biasanya hanya dipakai oleh orang yang berkecimpung dalam bidang pertanian dan perkebunan. Terdapat empat tipe iklim dalam klasifikasi Junghuhn, yaitu:

  • Zona Panas terdapat tanaman padi, jagung tebu, dan kelapa. Zona ini berada di ketinggian 650 mdpl.
  • Zona Sedang terdapat hasil perkebunan tembakau, kopi, cokelat, dan teh. Zona ini berada di sekitar650-1500 mdpl.
  • Zona Sejuk terdapat hasil perkebunan kopi, kina, teh ,dan hasil sayuran. Zona ini berada di ketinggian 1500 mdpl-2500 mdpl.
  • Zona dingin hanya terdapat lumut. Zona ini berada di ketinggian diatas 2500 mdpl.

4. Iklim Schmidt-Ferguson
Iklim Schmidt-Ferguson adalah klasifikasi iklim yang didasarkan pada curah hujan. Klasifikasi ini terdiri dari delapan tipe iklim yang berbeda.

Namun, untuk menghitung jenis iklim ini agak rumit karena memerlukan konstanta yang disebut Q, berikut nilai Qnya:

  • A. Sangat Basah nilai Qnya adalah 0-14,3%
  • B. Basah nilai Qnya adalah 14,3-33,3%
  • C. Agak Basah nilai Qnya adalah 33,3-60%
  • D. Sedang nilai Qnya adalah 60-100%
  • E. Agak Kering nilai Qnya adalah 100-167%
  • F. Kering nilai Qnya adalah 167-300%
  • G. Sangat Kering nilai Qnya adalah 300-700%
  • H. Luar biasa kering nilai Qnya adalah >700%
Baca Juga :   Mengenal Kerajaan Sriwijaya Melalui Sumber-sumber Tertulis dari Berbagai Negara

Untuk menentukan apakah suatu bulan termasuk bulan basah atau kering, harus memenuhi menggunakan rumus.

Rumus yang digunakan adalah rata-rata bulan kering dibagi dengan rata-rata bulan basah dikalikan 100.  Untuk menentukan apakah suatu bulan termasuk bulan basah atau kering, harus memenuhi kriteria berikut:

  • Bulan Basah: curah hujan > 100mm
  • Bulan Lembap: curah hujan antara 60-100mm
  • Bulan Kering: curah hujan < 60mm

5. Iklim Oldeman
Iklim Oldeman juga didasarkan pada curah hujan, namun berbeda dengan iklim Schmidt-Ferguson dalam hal kriteria bulan basah dan cara menghitungnya.

Klasifikasi ini terdiri dari lima jenis iklim yang berbeda, berikut klasifikasinya

  • A. Bulan Basah curah hujannya > 9 kali
  • B. Bulan Basah curah hujannya 7-9 kali
  • C. Bulan Basah curah hujannya 5-6 kali
  • D. Bulan Basah curah hujannya 3-4 kali
  • E. Bulan Basah curah hujannya <3 kali

Untuk menentukan apakah suatu bulan termasuk bulan basah, lembap, atau kering, harus memenuhi kriteria berikut:

  • Bulan Basah: curah hujan > 200mm
  • Bulan Lembap: curah hujan antara 100-200mm
  • Bulan Kering: curah hujan < 100mm

Demikian pembahasan dari kami semoga kalian semakin mengerti tentang pembahasan iklim. Terima Kasih***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *