Dibawah ini yang tidak termasuk rukun shalat jenazah adalah?

Dibawah ini yang tidak termasuk rukun shalat jenazah adalah?

  1. mengangkat tangan ketika takbir
  2. membaca salawat setelah takbir kedua
  3. membaca al-Fatihah setelah takbir pertama
  4. membaca takbir empat kali
  5. dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah

Jawaban yang benar adalah: A. mengangkat tangan ketika takbir.

Penjelasan Tentang Sholat Jenazah

Shalat Jenazah adalah salah satu bentuk ibadah dalam agama Islam yang dilakukan sebagai penghormatan terakhir dan pengantar jenazah ke alam akhirat. Shalat Jenazah merupakan bagian dari kewajiban umat Islam terhadap sesama muslim yang telah meninggal dunia.

Pentingnya Shalat Jenazah dalam Islam sangatlah besar, di antaranya:

1. Menjadi Kewajiban Fardhu Kifayah
Shalat Jenazah menjadi kewajiban fardhu kifayah, artinya jika ada sebagian orang yang telah melaksanakan shalat Jenazah atas jenazah tersebut, maka kewajiban tersebut sudah terpenuhi. Namun jika tidak ada satu pun dari mereka yang melaksanakan, maka seluruh masyarakat dianggap berdosa.

2. Sebagai Penghormatan Terakhir
Dalam Islam, seseorang yang telah meninggal dunia tetap dianggap sebagai sesama muslim dan tetap berhak mendapatkan penghormatan yang terakhir. Oleh karena itu, shalat Jenazah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi jenazah.

3. Mengingatkan Kematian
Shalat Jenazah juga dapat mengingatkan kita tentang kematian sebagai suatu hal yang pasti terjadi pada setiap manusia. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk selalu memperbaiki keimanan dan amal ibadah.

4. Mendoakan Orang yang Telah Meninggal Dunia
Dalam shalat Jenazah, kita mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya. Hal ini juga dapat memberikan ketenangan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

5. Merupakan Bentuk Kebersamaan Umat Islam
Shalat Jenazah juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat Islam. Dalam shalat Jenazah, tidak terdapat perbedaan status sosial, suku, atau ras, karena semua umat Islam diharapkan untuk hadir dan melaksanakan shalat Jenazah dengan ikhlas.

Baca Juga :   Pintu ijtihad masih terbuka lebar bagi umat Islam. Ijtihad merupakan dasar penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam. Pemikiran tersebut dikemukakan oleh

7 Rukun Shalat Jenazah

Sebenarnya, terdapat 7 Rukun Shalat Jenazah dalam mazhab Syafi’i, namun dalam mazhab Hanafi dan Maliki hanya ada 6 rukun. Berikut adalah 7 rukun shalat jenazah dalam mazhab Syafi’i:

  1. Berdiri Berdiri tegak dalam shaf dengan posisi kaki rapat. Untuk laki-laki, posisi tangan di atas dada, sedangkan untuk perempuan, posisi tangan di atas perut.
  2. Membaca Niat Membaca niat shalat jenazah di dalam hati atau lisan.
  3. Takbiratul Ihram Membaca takbir pertama dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu.
  4. Membaca Doa Iftitah Setelah takbir pertama, membaca doa iftitah atau membaca surat Al-Fatihah.
  5. Membaca Doa untuk Jenazah Membaca doa untuk jenazah setelah membaca doa iftitah atau surat Al-Fatihah.
  6. Salam Mengucapkan salam dengan menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri.
  7. Berdoa untuk Jenazah Setelah salam, berdoa untuk jenazah dengan membaca doa yang sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Perlu diingat bahwa rukun-rukun shalat jenazah tersebut harus dilakukan dengan benar dan sempurna agar shalat jenazah tersebut diterima oleh Allah SWT.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jenazah

Berikut adalah tata cara pelaksanaan shalat Jenazah:

Berikut adalah tata cara pelaksanaan shalat jenazah beserta bacaannya dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan artinya:

1. Berdiri dalam shaf yang rapi dengan kaki rapat.
الله أكبر
“Takbir” (Allahu Akbar)

2. Membaca niat shalat jenazah di dalam hati atau lisan.
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ صَلاَةَ الْجَنَازَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli ‘ala haadza al-mayyit salaat al-janaazah farDa lillaahi ta’aalaa”

Artinya: Aku berniat shalat atas mayat ini (menunaikan) shalat jenazah, wajib karena Allah Ta’ala.

3. Membaca takbir pertama sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu.
الله أكبر
“Takbir” (Allahu Akbar)

4. Membaca doa iftitah atau membaca surat Al-Fatihah.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
“Alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin, ar-Rahmaanir-Rahiim, Maaliki yawmid-Diin. Iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iin, ihdinas-siraatal-mustaqiim, siraatal-ladziina an’amta ‘alayhim ghayril maghdhuubi ‘alayhim wa lad-dhaalliin”

Baca Juga :   Karyanya yang terkenal berjudul Al-Qanūn Fi aṭ-Ṭib dan Al-Syifā. Buku tersebut ditulis oleh

Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Membaca takbir kedua sambil menurunkan tangan kiri dan meletakkan di atas tangan kanan di atas dada.
الله أكبر
“Takbir

6. Membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
“Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kama shallaita ‘ala Ibrahiima wa ‘ala aali Ibrahiima, innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin, kama baarakta ‘ala Ibrahiima wa ‘ala aali Ibrahiima, innaka hamiidun majiid.”

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau berikan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

7. Membaca takbir ketiga sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu.
الله أكبر
“Takbir” (Allahu Akbar)

8. Membaca doa untuk mayat dan umat Islam.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ، اللَّه

Artinya: Ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal di antara kami, orang-orang yang hadir dan yang tidak hadir, orang-orang yang kecil dan yang besar, orang-orang yang laki-laki dan yang perempuan. Ya Allah, berilah hidup yang Islami kepada orang-orang yang Engkau hidupkan di antara kami, dan berilah kematian yang beriman kepada orang-orang yang Engkau wafatkan di antara kami, Ya Allah.

Setelah membaca doa tersebut, maka shalat jenazah selesai dilaksanakan.

Baca Juga :   Tokoh pembaharu pada abad ke-18 yang mendirikan sekolah Maktebi Ma’aarif dan Maktebi Ulum’i edibiyet dan sekolah kedokteran, militer, dan teknik adalah

Demikianlah tata cara pelaksanaan shalat jenazah beserta bacaan dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya. Sebagai umat muslim, penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami tata cara pelaksanaan shalat jenazah ini, karena shalat jenazah merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan bagi umat muslim yang meninggal dunia. Dengan mempelajari tata cara pelaksanaan shalat jenazah, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan benar dan sempurna, serta memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi jenazah yang kita kasihi.

Demikianlah tata cara pelaksanaan shalat Jenazah yang harus dilakukan oleh jamaah. Sebelum melaksanakan shalat Jenazah, sebaiknya mengenali

Kesimpulan

Dari beberapa referensi yang dapat dijadikan sumber informasi terkait shalat jenazah, dapat disimpulkan bahwa shalat jenazah merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan bagi umat muslim yang meninggal dunia. Pelaksanaan shalat jenazah dilakukan dengan mengikuti rukun-rukun yang telah ditentukan dan mengucapkan doa-doa yang sesuai.

Untuk memahami dan melaksanakan shalat jenazah dengan benar dan sempurna, kita dapat merujuk pada sumber informasi yang akurat dan terpercaya seperti Al-Qur’an, Hadis-hadis Shahih, Kitab Fiqih, dan panduan resmi dari Kementerian Agama.

Referensi:

Berikut adalah beberapa referensi yang dapat dijadikan sumber informasi terkait dengan topik shalat jenazah:
– Al-Qur’an dan Terjemahannya
– Hadis-hadis Shahih Bukhari dan Muslim
– Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq
– Kitab Umdatul Ahkam karya Ibnu Hazm
– Kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah
– Panduan Shalat Jenazah oleh Kementerian Agama Republik Indonesia
– Website Islamqa.info yang dikelola oleh para ulama dan ahli agama Islam

Referensi tersebut dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya terkait dengan tata cara pelaksanaan shalat jenazah dalam Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *