Cara Kerja dan Prinsip Kapasitor

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Cara Kerja dan Prinsip Kapasitor”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Cara Kerja dan Prinsip Kapasitor” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Cara Kerja dan Prinsip Kapasitor” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Bagaimana cara kerja kapasitor?

Cara kerja kapasitor dalam rangkaian adalah dengan mengalirkan elektron ke dalam kapasitor. Ketika kapasitor diisi dengan elektron, tegangan berubah. Selanjutnya, elektron akan keluar dari kapasitor dan mengalir ke sirkuit yang mereka butuhkan. Dengan cara ini, kapasitor akan menghasilkan rangkaian reaktif.

Namun kita tidak memungkiri, walaupun komponen kapasitor memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, fungsi kapasitor tetap sangat dibutuhkan dalam sebuah komponen elektronika atau bahkan sebuah rangkaian elektronika.

Untuk dua pelat atau pelat dalam kapasitor yang dipisahkan oleh isolator, pada dasarnya tidak ada elektron yang dapat melintasi celah antara kedua pelat. Saat baterai tidak terhubung, kedua bagian akan netral (tidak terisi). Ketika baterai terhubung, titik di mana kabel terhubung di terminal negatif elektroda akan menolak elektron,

Sedangkan titik di mana elektroda positif terpasang menarik elektron. Elektron akan tersebar di seluruh pelat kapasitor. Elektron mengalir sementara ke panel kanan dan elektron mengalir dari panel kiri; Dalam hal ini arus mengalir melalui kapasitor meskipun tidak ada elektron yang mengalir melalui celah antara kedua pelat.

Setelah mengisi bagian luar chip, secara bertahap akan menolak muatan baru dari baterai. Jadi jumlah arus pada pelat akan berkurang seiring waktu hingga kedua pelat berada pada tegangan yang dimiliki baterai. Pelat di sebelah kanan akan memiliki kelebihan elektron yang diukur dengan muatan -Q dan pelat di sebelah kiri akan memiliki muatan +Q.

Prinsip pembentukan kapasitor

  • Jika dua pelat atau lebih saling berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, maka pelat tersebut dialiri arus listrik, dan akan terbentuk kapasitor (isolasi yang membatasi kedua pelat tersebut disebut dielektrik).
  • Bahan dielektrik yang digunakan berbeda-beda, sehingga peruntukan kapasitor tergantung pada dielektriknya. Luas pelat yang berhadapan dengan bahan isolator dan jarak antara kedua pelat mempengaruhi nilai kapasitansi.
  • Dalam suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar. Properti ini disebut kapasitansi parasit.

Alasannya adalah adanya komponen yang berdekatan di jalur konduktor listrik yang berdekatan dan gulungan kawat yang berdekatan. Gambar di atas menunjukkan bahwa ada dua lempeng yang terperangkap oleh udara. Jarak antara dua pelat dinyatakan sebagai d dan tegangan input.

Baca Juga :   Juniar yang bermassa 35 kg berada di dalam lift yang sedang bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/s2. Gaya tekanan kaki Juniar pada lantai lift adalah

Kapasitansi kapasitas

Kapasitansi kapasitor adalah perbandingan antara jumlah muatan listrik dengan tegangan yang melintasi kapasitor. C = Q/V jika dihitung dengan rumus C = 0,0885 D/d. Maka kapasitansi dalam picofarads D = luas pelat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi dalam cm 2. d = jarak antar pelat dalam sentimeter. Jika tegangan antar pelat 1 volt dan besar muatan listrik pada pelat 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listrik disebut 1 farad. Kapasitor sebenarnya terbuat dari unit kurang dari 1 farad. Kebanyakan kapasitor elektrolit dibuat dari 1 mikrofarad hingga beberapa milifarad.

Itulah pembahasan terkait Cara Kerja dan Prinsip Kapasitor. semoga bermanfaat***