Asal Usul Aborigin
Asal Usul Aborigin

Asal Usul Aborigin

Asal Usul Aborigin

Berikut ini ada asal usul aborigin, terdiri atas:

Aborigin Di Australia

Australia merupakan negeri terbanyak ke- enam di dunia dari segi luasnya, lebih kecil apabila dibanding dengan Rusia, Kanada, Tiongkok, Amerika Serikat, serta Brasil. Australia merupakan daratan terkecil, sebaliknya yang terbanyak merupakan Asia yang luasnya 44. 614. 000 km2. Manusia menghuni Australia telah sejak lama sekali. Penunggu asli Australia disebut orang Aborijin. Dalam bahasa Latin kata‘ aborigine’ memiliki makna‘ dari awal mula’.

Biasanya orang yakin kalau mereka( aborijin) sudah tinggal di Australia paling tidak sepanjang 60. 000 tahun. Sebagian fakta ilmiah terkini menampilkan kalau manusia sudah menghuni Australia lebih dari 60. 000 tahun yang lalu. Nyatanya beberapa orang Aborijin ini tiba dari Asia Tenggara sepanjang era es. Pada waktu itu permukaan laut lebih rendah daripada saat ini serta celah pemisah antara Australia serta Indonesia lebih kecil.

Bangsa Aborigin

Bangsa Aborigin merupakan penduduk asli/ awal daratan Australia serta kepulauan disekitarnya, tercantum pula mencakup Tasmania serta kepulauan selat Torres. Kata aborigin dalam bahasa Inggris memiliki makna“ penduduk asli/ penduduk pribumi”, serta mulai digunakan semenjak abad ke- 17 buat mengacu kepada penduduk asli Australia dikala itu.

Dikala ini belum terdapat teori yang jelas ataupun berterima tentang asal ras bangsa aborigin Australia. Walaupun mereka bermigrasi ke Australia lewat Asia Tenggara, tetapi tidak terdapat keterkaitan dengan populasi suku- bangsa di Asia, serta pula dengan penduduk kepulauan yang bersebelahan, semacam Melanesia serta Polinesia.

Dikala awal kali terjalin kontak dengan Eropa, diperkirakan ada kurang lebih 250. 000 sampai 1 juta orang tinggal di Australia. Tingkat populasi ini diperkirakan pula sudah lumayan stabil sepanjang ribuan tahun.

Baca Juga :   Perjanjian Tuntang: Penafsiran, Sejarah

Sejak Hunian Orang Eropa

Pada tahun 1770, James Cook mendarat di tepi laut timur Australia serta mengambilalih wilayah tersebut serta menamakannya selaku New South Wales, selaku bagian dari Britania Raya. Kolonisasi Inggris di Australia, yang diawali pada tahun 1788, jadi bencana besar untuk penduduk aborigin Australia. Wabah penyakit dari eropa, semacam cacar, campak serta influenza menyebar di wilayah pendudukan.

Para pendatang, menyangka penduduk aborigin Australia selaku nomad yang bisa diusir dari tempatnya buat digunakan selaku kawasan pertanian. Perihal ini berdampak parah, ialah terputusnya bangsa aborigin dari tempat tinggal, air serta sumber hidupnya. Terlebih lagi dengan keadaan mereka yang lemah akibat penyakit. Keadaan ini menyebabkan populasi bangsa aborigin menurun sampai 90% pada periode antara 1788– 1900. Segala komunitas aborigin yang terletak pada wilayah yang lumayan produktif di bagian selatan apalagi punah tanpa jejak.

Setelah tahun 1788, orang- orang Eropa secara sedikit demi sedikit mengambil alih segala Australia. Mereka dengan lekas melebihi jumlah orang Aborijin Australia. Orang Eropa menyangka tanah Australia selaku tanah yang luas serta biasanya kosong oleh sebab itu, mereka menyebutnya terra nullius, ialah tanah yang kosong. Orang Aborijin memandang seluruh perihal secara berbeda. Mereka sudah menempati Australia sepanjang ribuan tahun. Untuk mereka, tanah mereka sudah dijajah oleh orang Eropa serta tanah itu tidak lagi mempunyai mereka.

Pada tahun 1788, kala orang Eropa mulai mendirikan wilayah hunian di Australia, jumlah orang Aborijin bisa jadi berkisar antara 30. 000 serta 1, 5 juta orang. Suku- suku Aborijin wajib memutuskan apakah mereka hendak menolak ataupun menerima pendatang baru. Pada biasanya terjalin perlawanan dari orang Aborijin terhadap hunian orang Eropa serta kerapkali perlawanan itu keras. Tetapi, orang Aborijin kerapkali bekerja untuk orang Eropa selaku pemandu, pembantu rumah tangga, pekerja pertanian, penjaga ternak, serta apalagi selaku poli.

Baca Juga :   Sosialisasi Adalah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.