Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan Laporan Keuangan

Anams.id – Kali ini kita akan membahas mengenai Tujuan Laporan Keuangan. untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel berikut dengan baik.

tujuan Laporan keuangan

Ini memberikan informasi yang berguna bagi banyak pengguna dalam membuat keputusan ekonomi, seperti informasi tentang kondisi keuangan dan tren perubahan kondisi keuangan perusahaan.

Memenuhi kebutuhan umum sebagian besar pengguna. Namun, karena laporan keuangan umumnya menggambarkan dampak keuangan dari peristiwa masa lalu dan tidak diharuskan untuk menyediakan informasi non-keuangan, laporan keuangan tersebut menyediakan semua informasi keuangan yang diperlukan pengguna untuk membuat keputusan ekonomi. Kami tidak menyediakannya.

Menunjukkan tanggung jawab administrator atas apa yang telah dilakukan administrator atau sumber daya yang dipercayakan kepada administrator.

Memberikan pengungkapan informasi lain yang relevan dengan laporan keuangan, seperti informasi tentang kebijakan akuntansi yang dikendalikan perusahaan, seperti menentukan metode penyusutan dan menilai persediaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kualitas informasi.

standar akuntansi indonesia

Empat Prinsip Akuntansi yang Berlaku di Indonesia

Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

SAK digunakan untuk badan pertanggungjawaban publik, yaitu badan yang terdaftar atau masih dalam proses pendaftaran di pasar modal. Sejak tahun 2012, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mengadopsi standar International Financial Reporting Standards (IFRS) sebagai standar akuntansi keuangan yang berlaku untuk semua perusahaan yang terdaftar di Indonesia.

Prinsip Akuntansi Pemerintahan (SAP)

SAP dideklarasikan dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP), disertai dengan pengenalan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dibuat dengan mengacu pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. Standar ini digunakan untuk menyusun laporan keuangan untuk instansi pemerintah pusat dan daerah. SAP disusun dan disetujui oleh Dewan Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP SAP). Kapasitas SAP diramalkan dalam PP n. 71 tahun 2010.

Baca Juga :   Pengertian Piutang Wesel

Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP)

SAK ETAP digunakan untuk entitas yang tidak memiliki kewajiban publik yang signifikan dalam penyusunan laporan keuangan bertujuan umum. SAK-ETAP juga sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh IFRS, khususnya di bidang UKM. SAK-ETAP ini diterbitkan pada tahun 2009 dan mulai berlaku pada tahun 2011.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah)

Standar ini digunakan oleh entitas komersial yang melakukan transaksi syariah atau berbasis syariah. Standar tersebut terdiri dari kerangka konseptual untuk penyusunan dan pengungkapan laporan, standar penyajian laporan keuangan, dan standar khusus untuk transaksi Syariah seperti Mudharabah, Murabahah, Salam, Ijara dan Istishna.

Persyaratan keandalan informasi (karakteristik kualitatif)

Bebas dari konsep yang menyesatkan

tidak ada kesalahan kritis

Dipercaya oleh pemakainya untuk presentasi yang jujur

Cukup disajikan.

Elemen PSAK 1 tahun 2013 laporan keuangan

Laporan posisi keuangan akhir periode.

Laporan laba rugi komprehensif untuk periode tersebut.

Laporan Perubahan Ekuitas Pemegang Saham Saat Ini

Laporan keuangan untuk periode tersebut.

Catatan atas laporan keuangan, termasuk ikhtisar prinsip akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau menyajikan kembali pos-pos dalam laporan keuangannya, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Entitas dapat menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam pernyataan ini.

itulah pembahasan mengenai tujuan laporan keuangan, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.