Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur”

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur” agar supaya bermanfaat bagi pembaca

Simak artikel “Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Protista mirip jamur

Protista yang memiliki karakteristik yang mirip dengan jamur tetapi memiliki bentuk tubuh dan cara reproduksi yang berbeda tidak dianggap sebagai jamur. Meskipun jamur lendir bereproduksi dengan cara yang analog dengan jamur, mobilitas jamur lendir selama fase egetatif mereka lebih mirip dengan amuba. Meskipun tidak mengandung klorofil, membran jamur ini memiliki struktur yang sangat mirip dengan alga.

Myxomycota (jamur lendir) (jamur lendir)

Jamur ini memiliki karakteristik dengan jamur asli dalam beberapa hal penting. Struktur vegetatif jamur lendir dikenal sebagai plasmodium. Struktur ini merupakan massa sitoplasma berinti banyak yang tidak dibatasi oleh dinding yang kokoh.

Myxomycetes diklasifikasikan menjadi dua tahap: tahap tubuh buah dan tahap vegetatif. Stadium tubuh buah mempunyai ciri-ciri yang dianalogikan dengan fungi, sedangkan stadium vegetatif dianalogikan dengan protozoa (ameboid). Namun, penting untuk diperhatikan bahwa strukturnya hampir sama baik ketika tahap miselium (ketika tubuh buah diproduksi) dan saat tahap vegetatif hadir. Ini berarti bahwa strukturnya senositik dan masih menunjukkan aliran sitoplasma pada kedua tahap. Bahkan jika tahap miselium masih ada, aliran sitoplasma di dalam dinding tubuh buah dibatasi.

Oomycota

Tubuh Oomycota, sering dikenal sebagai jamur air, terdiri dari benang hifa yang tidak terisolasi dan mengandung banyak inti. Oomycota kadang-kadang disebut sebagai jamur karena mereka umumnya ditemukan tumbuh di kerangka ikan mati dan hewan lain yang telah terendam air. Oomycota mampu melakukan reproduksi seksual dan aseksual.

Beberapa Oomycetes memperoleh nutrisi mereka dari saproit dengan menguraikan bahan organik yang ditemukan di bangkai, seperti Saprolegia. Beberapa dari mereka, seperti Phytophtora dan Plasmospara viticola, juga dianggap sebagai parasit hidup pada orang lain.

Oomycota memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Habitat di daerah lembab dan badan air
  • Hifa jamur air tidak memiliki sekat di sekelilingnya (senositik)
  • selulosa membentuk dinding sel
  • Zoospora adalah hasil reproduksi vegetatif dan dilengkapi dengan dua flagela untuk membantu mereka berenang.
  • Proses reproduksi seksual melibatkan pembuahan, yang menghasilkan pembentukan zigot yang kemudian berkembang menjadi oospora.

Acrasiomycota

Acrasiomycota berbeda dari Myxomycota dalam karakteristiknya. Acrasiomycota menjaga identitas mereka sebagai sel tunggal sepanjang hidup mereka. Acrasiomycota terdiri dari individu utuh yang dipisahkan satu sama lain oleh membran, bahkan ketika mereka berkumpul pada satu titik dalam siklus hidup mereka. Organisme yang dikenal sebagai Acrasiomycota adalah haploid, sedangkan keluarga Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota, yaitu jamur yang berkembang biak secara aseksual, seringkali tidak melalui fase berflagel, melainkan menghasilkan tubuh buah yang berfungsi sebagai organ reproduksi.

Baca Juga :   Identifikasi karbohidrat dan Perbedaan Monosakarida, Disakarida, dan Polisakarida

Itulah artikel terkait Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur. semoga bermanfaat***