Dampak korupsi
Dampak korupsi

Dampak korupsi

Anams.id – Kali ini kita akan membahas mengenai Dampak korupsi. untuk penjelasan lengkapnya, simak artikel berikut dengan baik.

Berikut adalah beberapa dampak korupsi.

A. Wilayah Demokrasi

Korupsi merupakan tantangan pembangunan yang serius. Dalam politik, itu merusak demokrasi dan pemerintahan yang baik dengan menumbangkan proses formal. Korupsi dalam pemilu dan parlemen merusak akuntabilitas dan keterwakilan dalam pengambilan keputusan. Sistem peradilan yang korup mengganggu supremasi hukum. Juga, korupsi administratif menyebabkan ketidakseimbangan dalam pegawai negeri.

Korupsi umumnya mengikis kapasitas kelembagaan pemerintah melalui pengabaian prosedur, penipisan sumber daya, dan penunjukan pejabat publik atau penunjukan pada posisi yang tidak layak. Pada saat yang sama, korupsi, seperti kepercayaan dan toleransi, memperumit aspek tata kelola nilai-nilai demokrasi.

B. Ekonomi

Korupsi juga menciptakan distorsi dan inefisiensi yang tinggi, yang memperumit pembangunan ekonomi. Di sektor swasta, korupsi meningkatkan biaya bisnis melalui kerugian dari pembayaran ilegal, biaya administrasi berurusan dengan pejabat korup, dan risiko pemutusan kontrak dan investigasi.

Sementara beberapa pihak menyarankan bahwa korupsi mengurangi biaya (komersial) penyederhanaan birokrasi, konsensus baru menyimpulkan bahwa tersedianya suap membuat pejabat membuat aturan baru dan hambatan baru.Jika korupsi menyebabkan inflasi biaya perdagangan, hal itu juga mengganggu ‘bidang perdagangan’. .

Bisnis yang terhubung terlindung dari persaingan, membuatnya kurang efisien.

Korupsi menciptakan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat di mana suap dan upah lebih mudah tersedia.

Pejabat menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menutupi korupsi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kekacauan. Korupsi juga mengurangi kepatuhan terhadap persyaratan peraturan, lingkungan, atau keselamatan. Korupsi juga menurunkan kualitas layanan dan infrastruktur pemerintah. Dan meningkatkan tekanan pada anggaran publik.

Baca Juga :   Ciri-ciri Lembaga Sosial

Para ekonom percaya bahwa salah satu faktor keterbelakangan ekonomi di Afrika dan Asia, khususnya Afrika, adalah bentuk korupsi yang mengakibatkan pengalihan investasi sewa koleksi (investasi) ke luar negeri daripada diinvestasikan di negara. diktator Afrika untuk memiliki rekening bank di Swiss).

Ini sangat kontras dengan diktator Asia seperti Suharto. Suharto sering mengambil bagian (dengan menuntut suap) dari segala sesuatu, tetapi menyediakan kondisi untuk pembangunan melalui investasi di bidang infrastruktur, hukum dan ketertiban, dll.

Para ahli di University of Massachusetts memperkirakan bahwa antara tahun 1970 dan 1996, arus keluar modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah $187 miliar, melebihi utang luar negeri mereka. (Konsekuensi pembangunan (atau kurangnya pembangunan) dimodelkan dalam teori ekonomi oleh Mancur Olson).

Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidakstabilan politik dan fakta bahwa pemerintah baru sering menutup aset pemerintah lama karena korupsi. Hal ini mendorong pejabat untuk mengumpulkan kekayaan di luar negeri untuk menghindari pengambilalihan di masa depan.

C. Departemen Kesejahteraan Nasional

Korupsi politik sedang meningkat di banyak negara, menimbulkan ancaman besar bagi warga negara. Korupsi politik berarti bahwa kebijakan pemerintah yang menguntungkan seringkali merusak donor, bukan orang biasa. Contoh lain adalah bagaimana politisi memberlakukan peraturan yang melindungi perusahaan besar sekaligus merugikan usaha kecil dan menengah (UKM). Politisi “ramah bisnis” ini hanya memberi kembali kepada perusahaan besar yang telah berkontribusi begitu banyak pada kampanye.

itulah pembahasan mengenai Dampak korupsi, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.