Tentang Asimilasi

ANAMS.ID – Asimilasi atau asimilasi adalah suatu proses sosial yang muncul ketika ada kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda latar belakang budaya yang berinteraksi secara langsung satu sama lain secara intensif dalam waktu yang lama, sehingga budaya-budaya dari kelompok-kelompok tersebut mengubah ciri khasnya masing-masing, dan unsur-unsurnya masing-masing berubah menjadi unsur budaya campuran. Singkatnya, asimilasi adalah percampuran dua budaya yang disertai dengan hilangnya ciri-ciri budaya asli untuk membentuk budaya baru.

Pengertian pemahaman menurut para ahli

Asimilasi menurut Koentjara Ningrat (1996: 160) adalah suatu proses sosial yang berlangsung dalam kelompok-kelompok orang yang berbeda dengan latar belakang budaya yang berbeda setelah mereka bercampur dengan insentif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur budaya kelompok-kelompok tersebut berubah menjadi unsur-unsur. Unsur budaya campuran.
Asimilasi menurut Ogburn dan Nimkoff: “(asimilasi) adalah proses tumpang tindih dan penggabungan individu dan kelompok yang memperoleh ingatan, perasaan dan sikap orang atau kelompok lain dan, melalui pertukaran pengalaman dan sejarah, digabungkan dengan mereka ke dalam budaya. kehidupan”
Asimilasi menurut Garbarino Asimilasi (adalah) asimilasi kelompok ke dalam masyarakat dominan dan sebagai konsekuensinya hilangnya perbedaan budaya secara umum” (Garbarino, 1983).
Asimilasi menurut Soerjono Soekamto: Asimilasi adalah proses sosial yang ditandai dengan upaya untuk mengurangi perbedaan yang ada antara individu atau kelompok orang dan yang mencakup upaya untuk meningkatkan kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental melalui pertimbangan tujuan dan kepentingan bersama.
5 Asimilasi menurut Robert E. Park dan Ernst W. Itu digabungkan dengan mereka dalam kehidupan budaya yang sama. ”

Syarat Asimilasi

Asimilasi dapat terjadi jika tiga kondisi berikut terpenuhi:

  • Ada beberapa kelompok dengan budaya yang berbeda.
  • Interaksi antar individu atau kelompok secara intens dan dalam jangka waktu yang relatif lama.
  • Budaya masing-masing kelompok berubah dan beradaptasi satu sama lain.

Kelompok melalui proses asimilasi

Kelompok yang biasanya mengalami proses asimilasi adalah kelompok mayoritas dan beberapa kelompok minoritas. Dalam hal ini, budaya minoritaslah yang mengubah ciri-ciri unsur budayanya, dengan tujuan untuk menyesuaikan diri dengan budaya mayoritas, sehingga budaya minoritas lambat laun kehilangan karakter budayanya dan masuk ke dalam budaya mayoritas.

Proses asimilasi muncul ketika ada kelompok manusia dengan budaya yang berbeda, individu sebagai anggota kelompok berinteraksi secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama sehingga budaya kelompok manusia tersebut berubah dan beradaptasi satu sama lain. Proses asimilasi dicirikan oleh perkembangan sikap yang sama, meskipun kadang-kadang bersifat emosional dengan tujuan mencapai kesatuan, atau paling tidak mencapai keterpaduan dalam organisasi, pemikiran dan tindakan.***