Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis dan Contoh Soal Elektrodinamika

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis dan Contoh Soal Elektrodinamika”
Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis dan Contoh Soal Elektrodinamika” agar supaya bermanfaat bagi pembaca
Simak artikel “Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis dan Contoh Soal Elektrodinamika” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis

Apa perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis? Ada beberapa hal yang membedakan listrik statis dan dinamis, yaitu sebagai berikut:

  • Aliran atau perpindahan elektron terjadi secara terus menerus atau terus menerus dalam elektrodinamika sedangkan dalam elektrostatika tidak. Hal seperti ini terjadi dalam elektrodinamika karena elektron dalam “penghantar arus” sangat mudah untuk berpindah-pindah. Sedangkan perpindahan elektron yang terjadi pada listrik statis yang disebabkan oleh gesekan “dalam beberapa hal dapat terjadi karena induksi” dan tidak mengalir secara terus menerus.
  • Listrik dinamis dapat diukur dengan alat ukur yang telah ditentukan, sedangkan listrik statis sangat sulit diukur, misalnya sangat sulit diukur: arus listrik, tegangan, hambatan, dan energi listrik yang terdapat pada benda-benda” seperti penggaris plastik yang dapat sobek. menarik kertas menjadi potongan-potongan”.
    Elektrodinamika hanya terjadi pada konduktor, sedangkan fungsi isolator adalah untuk mencegah pemakainya terkena sengatan listrik.

Contoh soal elektrodinamika

1. Pemanas air 200W digunakan untuk mendidihkan 0,5 kg air pada suhu 30°C. Jika kalor jenis air adalah 4.200 J/kg °C, berapa lama waktu yang dibutuhkan air untuk mencapai suhu 100 °C?

sebuah. 735 menit

B.12,25 menit

C 15,25 menit

Dr.. 835 menit

e. 525 menit

Membahas

Energi listrik diubah menjadi panas untuk memanaskan air:

D1: P = 200 W
T = 100 30 = 70 ° C
m = 0,5 kg
c = 4200 joule/kg °C

D2: t =…?

D3: P x t = m x c x T
200 x tinggi = 0,5 x 4200 x 70
t = 147000/200
t = 735 detik
t = 735/60 menit = 12,25 menit

2. Perhatikan gambar berikut!

Arus listrik yang mengalir pada hambatan

Arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 adalah…

a. 0,7 A
B.1.3 A
c. 2.0 A
D. 3.0 a
e. 3.3 A

Membahas

D1: R1 = 1

R2 = 3

R3 = 6

V = 6 volt

D2: I2 (R2)….?

D3 : Untuk menentukan kuat arus listrik yang mengalir pada R2, terlebih dahulu kita tentukan besar arus total (arus sebelum percabangan). Sedangkan untuk menentukan arus total harus dicari dulu hambatan totalnya.

Hambatan R2 dan R3 disusun paralel sehingga hambatan paralel (Rp) adalah

Hambatan R2 dan R3

Rp = 6/3
= 2

Sedangkan hambatan R1 dan Rp disusun seri sehingga hambatan total (Rt) adalah

Rt = R1 + Rp
= 1 + 2
= 3

Arus total pada rangkaian di atas dapat dicari dengan menggunakan Hukum Ohm.

Arus totalnya rangkaian

= 2

Misalkan arus yang mengalir pada R2 yang kita sebut I2, maka arus yang mengalir pada hambatan tersebut dapat ditentukan dengan rumus

arus yang mengalir pada R2 kita sebut I2

Jadi, kuat arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 adalah 1,3 A (B).

Baca Juga :   Mata sebagai salah satu macam alat optik

3. Tiga buah resistor 3 ohm, 4 ohm dan 6 ohm dirangkai secara paralel, kemudian kedua ujungnya dihubungkan ke sebuah baterai ggl 8v dan hambatan dalam 2/3 ohm. tegangan penjepit rangkaian. . . .

a. 2,67 volt

B. 5,33 volt

c. 7,61 volt

D. volume 8.00

e. 52.00 volt

Membahas

D1: R1 = 3 ohm

R2 = 4 ohm

R3 = 6 ohm

R = 2/3 ohm

V = 8 volt

D2: V-pin…?

D3: Rtotal = 3 + 4 + 6 + 0,67 = 13,67 ohm; I = V / R = 8 / 13,67 = 0,59 A
Pin V = pin I.R;
Vpin = 0,59. (3 + 4 + 6) = 7,61 volt

4. Tiga buah resistor 6 ohm, 4 ohm dan 12 ohm dirangkai paralel dan dihubungkan dengan tegangan listrik. Perbandingan kuat arus yang mengalir pada setiap hambatan adalah…
sebuah. 1: 2: 3

B. 2: 3: 1

c. 3: 2: 6

Dr. 6: 3: 2

e. 6: 2: 3

Membahas

D1: R1 = 6 ohm

R2 = 4 ohm

R3 = 12 ohm

D2: Rasio saat ini…?

D3: Rangkaian paralel V sama, sehingga:
V1 = V2 = V3
I1.6 = I2.4 = I3.12
I1: I2: I3 = 2: 3: 1

5. Jika arus 4 ampere mengalir pada sebuah kawat yang ujung-ujungnya berselisih 12 volt, maka besarnya muatan per menit yang mengalir melalui kawat tersebut adalah…

sebuah. 4 kolom

B.12 kolom

c. 60 kolom

Dr.. 120 kolom

e. 240 coulomb

Membahas

D1: I = 4 A

t = 60 detik

D2: O…?

D3: I = P/t

4 = q/t

s = 4,60 = 240 coulomb

Itulah Pembahasan terkait Perbedaan antara listrik statis dan listrik dinamis dan Contoh Soal Elektrodinamika. semoga bermanfaat***