Pengertian Seleksi Alam dan Seleksi Seksual

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Pengertian Seleksi Alam dan Seleksi Seksual”

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Pengertian Seleksi Alam dan Seleksi Seksual” agar supaya bermanfaat bagi pembaca

Simak artikel “Pengertian Seleksi Alam dan Seleksi Seksual” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Pengertian Seleksi Alam

Istilah “seleksi alam” mengacu pada proses di mana alam memutuskan makhluk hidup mana yang memiliki kemampuan untuk terus bertahan hidup dan makhluk hidup mana yang tidak memiliki kemampuan untuk terus bertahan hidup. Makhluk hidup itu akan terus ada di dunia yang mampu bertahan, sedangkan makhluk hidup yang tidak mampu bertahan akan binasa. Selama masih ada kehidupan di planet kita, tindakan makhluk hidup akan selalu disertai dengan beberapa jenis kejadian alam. Peristiwa alam ini dapat terjadi kapan saja dan kapan saja, terlepas dari apakah makhluk hidup yang menghuni alam ini dipersiapkan untuk mereka atau tidak. Kejadian alam ini, yang mungkin termasuk banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, gempa bumi, dan bencana alam lainnya, terkait erat dengan kelangsungan makhluk hidup.

Salah satu interpretasi yang mungkin dari keadaan ini adalah bahwa alam telah terlibat dalam proses pemusnahan populasi organisme hidup yang ditemukan di dalamnya. Makhluk hidup yang mampu bertahan akan dapat bertahan hidup, sedangkan makhluk hidup yang tidak mampu bertahan akan musnah dan punah. Seleksi alam berhubungan erat dengan konsep-konsep seperti spesies, variasi, rantai makanan, jaring-jaring makanan, reproduksi seksual, genetika, dan kapasitas untuk beradaptasi. Proses evolusi yang terjadi sebagai hasil seleksi alam adalah proses yang berlangsung secara bertahap, sepotong demi sepotong, dan selama periode waktu yang sangat panjang (ratusan, ribuan, dan bahkan jutaan tahun).

Seleksi alam adalah keberhasilan diferensial dalam reproduksi (kemampuan individu yang tidak sama untuk bertahan hidup dan bereproduksi), dan itu terjadi melalui interaksi antara lingkungan dan keragaman yang melekat di antara organisme individu yang membentuk suatu populasi. Individu yang berbeda dalam suatu populasi memiliki peluang yang berbeda untuk bertahan hidup dan bereproduksi, yang menghasilkan seleksi alam. Adaptasi populasi organisme terhadap lingkungannya adalah hasil seleksi alam yang bekerja melalui populasi. Konsep seleksi alam, yang merupakan inti dari teori evolusi, mendalilkan bahwa organisme yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya pada akhirnya akan punah. Hanya individu-individu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan sukses yang akan bertahan. Dan bentuk kehidupan lain akan mengadu kemampuan mereka satu sama lain dalam perjuangan untuk tetap hidup.

Konsep Seleksi Seksual

Seleksi jenis lain dikenal sebagai seleksi seksual, dan itu termasuk memilih karakteristik berdasarkan fungsi yang mereka mainkan dalam proses merayu dan kawin. Dengan kata lain, ini mengacu pada frekuensi individu dalam kelompok tertentu berhasil kawin satu sama lain. Mereka yang mampu kawin secara efektif akan berhasil mewariskan sifat-sifatnya kepada generasi berikutnya, yang pada gilirannya akan mendongkrak keberhasilan perkawinan.

Baca Juga :   Klasifikasi Protista : Protista mirip jamur

Ini mengarah pada proses seleksi generatif ketika individu dari satu jenis kelamin bersaing dengan individu dari jenis kelamin lain untuk memiliki karakteristik jenis kelamin lain atau lawan jenis. Dalam pandangan Darwin, ide seleksi generatif dapat dipecah menjadi dua kategori yang berbeda: seleksi intravegetatif dan seleksi intergeneratif. Seleksi intravegetatif mengacu pada proses di mana anggota dari jenis kelamin yang sama bersaing satu sama lain untuk orang-orang dari lawan jenis. Pemilihan pasangan yang lebih disukai dari satu jenis kelamin dibandingkan dengan lawan jenis dikenal sebagai seleksi intergeneratif.

Itulah penjelasan terkait Pengertian Seleksi Alam dan Seleksi Seksual. semoga bermanfaat***