Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan

ANAMS.ID – Kali ini kita akan membahas terkait “Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan”

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait “Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan” agar supaya bermanfaat bagi pembaca

Simak artikel “Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan” dengan baik untuk mendapatkan keseluruhan insightnya.

Kapasitas untuk berkembang dan menjadi dewasa adalah salah satu ciri khas makhluk. Istilah “pertumbuhan” mengacu pada proses di mana organisme hidup mengalami perubahan biologis yang memanifestasikan dirinya sebagai peningkatan ukuran (volume, massa, dan tinggi). Pertumbuhan ini mungkin untuk diukur dan diukur. Perkembangan suatu organisme menuju keadaan dewasa disebut sebagai perkembangan. Teknik ini dilakukan secara kualitatif. Tidak ada yang namanya pertumbuhan atau perkembangan yang tidak dapat diubah. Ketika kita menabur benih tanaman, kita dapat melihat bahwa dari hari ke hari ada perubahan tinggi tanaman saat tumbuh. Adalah mungkin untuk memahami, dari perspektif kualitatif, bahwa bentuk asli, yaitu benih, sangat mendasar sehingga ia berkembang menjadi seluruh bentuk tanaman.

Dimungkinkan untuk mengamati perkembangan organ baru pada tanaman yang secara aktif berkembang. Misalnya, semakin panjang akarnya, semakin banyak jumlahnya, sebanding dengan jumlah daunnya. Jika dilihat dari perspektif pertumbuhan, tanaman berkembang di kedua arah utama berikut:

  • Akar ke bawah (Menuju bumi)
  • daun (dan batang) menghadap ke atas

Pada kebanyakan kasus, tahap zigot, yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan, merupakan titik awal proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Jaringan meristem diproduksi saat zigot membelah, dan jaringan ini akan terus membelah dan berdiferensiasi seiring perkembangannya.

Perubahan yang terjadi dari status sejumlah sel disebut diferensiasi. Diferensiasi menghasilkan pembentukan organ-organ yang memiliki berbagai struktur dan fungsi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada makhluk-makhluk ini semakin lama semakin rumit sebagai akibat dari proses-proses diferensiasi, yang menghasilkan perbedaan-perbedaan yang dapat diamati dalam struktur dan fungsi masing-masing organ. Auxanometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur perkembangan longitudinal tanaman. Ini terdiri dari sistem kontrol yang dilengkapi dengan penunjuk yang dapat berbaris pada busur skala atau jarum yang dapat berbaris pada silinder yang berputar.
Kemajuan melalui Berbagai Fase Perkembangan dan Pertumbuhan Tanaman

Tahap Awal Pengembangan

  • Mula-mula, biji-biji itu minum atau menyerap air sampai ukurannya membesar dan menjadi lentur. Proses ini disebut imbibisi.
  • Ketika air masuk ke dalam biji, enzim mulai menjadi aktif, yang mengarah ke berbagai proses kimia yang berbeda.
  • Selama proses perkecambahan, kerja enzim ini, bersama dengan kerja enzim lain, merangsang proses metabolisme dalam biji dengan membuat simpanan makanan sebagai cadangan makanan.
Baca Juga :   Persilangan genotipe dan fenotipe

Perkecambahan komponen benih

  • Perkembangan radikula, disebut juga akar potensial, dan plumula sama-sama berperan dalam proses perkecambahan (batang potensial).
  • Air, kelembaban, oksigen, dan suhu adalah beberapa faktor yang berperan dalam proses perkecambahan.

Perkecambahan biji dapat terjadi dengan salah satu dari dua cara, yaitu:

Jenis perkecambahan yang terjadi di atas tanah (Epigeal)

Hipokotil direntangkan agar plumula dan kotiledon dapat mencapai permukaan tanah. Kotiledon bertanggung jawab untuk melakukan fotosintesis saat daun masih dalam proses berkembang. Sebuah ilustrasi ini akan menjadi perkecambahan kacang hijau.

Jenis perkecambahan yang dikenal sebagai epigeal

Cara perkecambahan yang berlangsung di bawah tanah (hipogeal)

Epikotil diperpanjang untuk memfasilitasi penusukan bulu-bulu pada kulit biji dan kemunculan berikutnya di atas permukaan tanah, yang terjadi saat kotiledon tetap terkubur. Perkecambahan biji kacang polong adalah salah satu contohnya (Pisum sativum).***