pancasila sebagai ideologi nasional
pancasila sebagai ideologi nasional

pancasila sebagai ideologi nasional

Anams.id – kali ini kita akan membahas mengenai pancasila sebagai ideologi nasional. untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel berikut dengan baik.

pancasila sebagai ideologi nasional

Pancasila sebagai ideologi nasional adalah Pancasila sebagai cita-cita nasional, cita-cita yang melandasi teori atau sistem nasional seluruh warga negara dan rakyat Indonesia, dan juga merupakan tujuan bangsa dan kehidupan Indonesia sebagai bangsa. dengan satu sentuhan. MPR n. XVIII/MPR/1998, mencabut Ketetapan P4 MPR, menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara kesatuan Republik Indonesia dan harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi terbuka

Ideologi terbuka berarti sistem pemikiran yang terbuka.

Ciri-ciri ideologi terbuka dan tertutup adalah:

ideologi terbuka

  • Itu adalah keinginan yang ada di masyarakat.
  • Berupa nilai dan cita-cita yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
  • Hasil musyawarah dan mufakat masyarakat.
  • dinamis dan inovatif.

ideologi tertutup

  • Ini bukan cita-cita yang sudah ada di masyarakat.
  • Itu bukan bentuk nilai atau cita-cita.
  • Keyakinan dan loyalitas ideologis yang kaku.
  • Ini terdiri dari permintaan spesifik dan operasional yang disajikan secara absolut.

Pancasila sebagai ideologi tertutup

Ideologi adalah cara hidup yang menjadi pedoman berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, berbangsa dan bernegara dan ideologi yang bersumber dari ide dasar, konsep, pemahaman dan cita-cita serta Logos yang berarti ilmu. (Kodhi dan Soejadi, 1988: 49). Pancasila membawa kecenderungan untuk selalu berpikir ke depan dan membutuhkan kesadaran yang konstan terhadap kondisi kehidupan yang dihadapi bangsa Indonesia, terutama di tengah arus globalisasi. Mampu membangun karakter bangsa di zaman dimana dunia terbuka dalam berbagai bidang kehidupan.

Ideologi tertutup adalah ide, ide ideal, ide yang mutlak, tidak dapat disangkal keabsahan isinya, dan harus diterima, diikuti dan dilaksanakan tanpa kecuali di semua lapisan masyarakat, itu adalah pemikiran, itu adalah intinya mengandung kebutuhan operasional konkret yang solid yang diusulkan secara absolut, serta nilai-nilai dan bentuk-bentuk ideal yang spesifik.

Baca Juga :   Pengertian dan Pentingnya Sosialisasi

Ideologi tertutup dicirikan oleh cita-cita dan pemikiran kelompok tertentu, bukan oleh apa yang diyakini dan berkembang di masyarakat selama ini, dan memiliki karakter totaliter yang menggunakan ideologi tersebut untuk mengubah wajah masyarakat. Mereka mengendalikan semua gerakan dalam masyarakat dan mencoba memaksakan kehendak mereka pada masyarakat.

Isinya bukan sekedar pemikiran atau cita-cita, tetapi berupa kebutuhan operasional, absolut dan global masyarakat.

Ideologi tertutup bersifat apriori dan dogmatis, sehingga tidak dapat dikritik atau diubah lebih lanjut.

Meskipun ideologi terbuka itu sendiri dihormati dan menerima keberadaan pluralisme (kemajemukan), ia diterima oleh semua komunitas dengan latar belakang budaya, etnis, dan agama yang berbeda dan hidup lebih bertanggung jawab seperti halnya makna tergabung dalam masyarakat. Filosofi ini.

Ia tidak dibuat oleh negara, tetapi dibentuk oleh masyarakat itu sendiri yang diukir dalam cara hidup masyarakat, dan konten yang terkandung di dalamnya tidak bekerja secara langsung, sehingga dengan setiap generasi baru, pemahaman filosofi dan pemahaman ini harus ditinjau kembali. Alami konten di dalamnya dan temukan maknanya dalam keadaan saat ini.

Dalam ideologi tertutup, yang ideal hanyalah kehendak kelompok, dipaksakan, totaliter dan mengesampingkan pluralisme. Isi ideologi tertutup tidak hanya nilai dan cita-cita, tetapi juga persyaratan konkret dan operasional, bukan yang mutlak.

Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka

Menurut Alfian, Pancasila merupakan ideologi yang terbuka dan dinamis karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung tiga dimensi. Tiga dimensi Pancasila adalah:

dimensi realitas

Nilai-nilai ideologisnya bersumber dari nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut secara praktis telah diimplementasikan, dipraktikkan dan dialami sebagai nilai-nilai inti bersama. Lima nilai dasar pancasila terdapat dalam suasana dan praktik kehidupan masyarakat. Itu adalah kekerabatan, gotong royong atau persatuan.

Baca Juga :   Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Kedudukannya

dimensi ideal

Sebuah ideologi harus mengandung cita-cita yang harus dicapai dalam berbagai bidang kehidupan. Ideologi tidak hanya menggambarkan atau menggambarkan sifat manusia dan kehidupannya, tetapi juga memberikan gambaran ideal tentang masyarakat dan menunjukkan arah yang ingin diambil oleh suatu komunitas.

Dimensi Fleksibilitas

Ideologinya memiliki fleksibilitas yang memungkinkan berkembangnya ide-ide baru dan relevan tentang dirinya sendiri tanpa menghilangkan atau menafikan sifat dan identitas yang terkandung dalam nilai-nilai intinya, hanya mungkin dengan ideologi yang “demokratis”. Karena relevansi keunggulan itu adalah mengembangkan ide-ide baru yang masuk dalam nilai-nilai inti kita. Pancasila fleksibel karena dapat dikembangkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan Anda yang terus berubah.

itulah pembahasan mengenai pancasila sebagai ideologi nasional, semoga bermanfaat***

Leave a Reply

Your email address will not be published.